tirto.id - Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Balikpapan yang masuk dalam program prioritas nasional. Hal ini menjadi fokus pembahasan saat Agus Jabo menerima audiensi Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Agus Jabo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
"Program ini harus dijalankan dengan cepat, tepat, dan berkualitas," tegasnya.
"Sekolah Rakyat dirancang menjadi yang terbaik, baik dari sisi fasilitas, pengelolaan, maupun kualitas pembelajaran," tambah Agus Jabo.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini telah membuka 166 Sekolah Rakyat rintisan dengan memanfaatkan fasilitas sementara milik Kementerian Sosial maupun kementerian/lembaga lain. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen dan ada penambahan sejumlah sekolah rintisan baru.
Agus Jabo mengingatkan saat ini masih ada sekitar empat juta anak Indonesia yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Oleh karena itu, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi konkret untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan tersebut.
"Tujuan utamanya [Sekolah Rakyat] adalah memutus transmisi kemiskinan. Negara tidak ingin anak dari keluarga miskin tetap berada dalam lingkaran kemiskinan," tegasnya.
Sekolah Rakyat dirancang berbasis asrama (boarding school) bagi anak-anak dari keluarga miskin yang tergolong desil 1 dan 2 di DTSEN. Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang kelas, asrama, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana olahraga.
Seluruh kebutuhan siswa dalam program ini juga ditanggung negara, mulai dari makanan bergizi, seragam, hingga perlengkapan belajar. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus rasa percaya diri peserta didik.
Dalam pertemuan itu, Agus Jabo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat. Dia pun meminta pemerintah daerah segera mengusulkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat agar dapat masuk dalam prioritas perencanaan pembangunan.
Untuk menyediakan berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar siswa, setiap Sekolah Rakyat membutuhkan setidaknya lahan seluas 6,8 hektare.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyatakan kesiapan daerahnya untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Ia mengungkapkan, kapasitas sekolah di Balikpapan masih terbatas.
“Daya tampung sekolah kami masih terbatas. Lulusan SD yang masuk ke SMP sekitar 60 persen, dan dari SMP ke SMA sekitar 50 persen. Sekolah Rakyat tentu sangat membantu,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa ketersediaan lahan masih menjadi kendala. Sebagian lahan yang ada belum memenuhi syarat luas minimal dan masih dalam proses legalisasi.
Merespons hal itu, Agus Jabo mendorong Pemerintah Kota Balikpapan tetap mengajukan proposal pembangunan meski proses administrasi lahan belum sepenuhnya rampung.
“Yang penting diusulkan terlebih dahulu agar masuk dalam perencanaan. Administrasi bisa menyusul selama ada progres yang jelas,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa sinergi pusat dan daerah serta optimalisasi berbagai sumber dukungan menjadi kunci percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.
Audiensi ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Arfiansyah, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Herawaty, serta Staf Ahli Hendrik Wien.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































