tirto.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerapkan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga 30 Maret 2026. Kebijakan ini diambil dalam rangka transisi usai libur Lebaran.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, mengatakan meski WFA, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, meminta para ASN tetap mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat dengan sepenuh hati.
“Bapak Wali Kota ingin ASN tetap melayani dengan hati, meski raga mereka mungkin masih dalam perjalanan arus balik atau sedang mendampingi keluarga di rumah. Pelayanan yang hangat tidak harus selalu lewat tatap muka, tapi lewat respons yang cepat dan tuntas," ujar Asep dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026) dilansir dari Antara.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa sistem kerja masa kini telah bergeser dari absensi fisik ke performa digital yang terukur berdasarkan tiga pilar hukum.
“Masyarakat perlu memahami bahwa berdasarkan Perpres Nomor 21 Tahun 2023 Pasal 8, negara sudah menjamin fleksibilitas kerja. Artinya, kantor bukan lagi satu-satunya tempat untuk mengabdi. Selama koneksi ada, pengabdian jalan terus," jelas Asep.
Asep mengatakan Wali Kota Benyamin juga menekankan aspek edukatif mengenai penilaian kinerja modern yang kini diterapkan di Tangsel.
“Sesuai Permen PANRB Nomor 6 Tahun 2022, kinerja ASN itu dihitung dari output. Jadi, kalau ada layanan yang mandek, sistem kami akan langsung mendeteksi. WFA justru melatih ASN untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab pada target kerja, bukan sekadar menggugurkan kewajiban absen," tutur Asep.
Selain itu, landasan hukum dari Surat Edaran Menteri PANRB menjadi bukti bahwa kebijakan ini adalah diskresi yang sah dan terukur untuk menjaga ritme kerja nasional pasca-libur panjang.
Penerapan WFA ini juga merupakan bentuk perhatian Pemkot Tangsel khususny Wali Kota terhadap kesejahteraan mental para pegawainya. Dengan mengurangi beban stres akibat kemacetan arus balik, ASN diharapkan bisa lebih jernih dan ramah dalam melayani masyarakat secara daring.
“Seorang ASN yang tenang dan sehat secara mental tentu akan jauh lebih maksimal dalam melayani. Kami tidak ingin mereka dipaksa masuk kantor namun dalam kondisi kelelahan fisik akibat perjalanan jauh. Itu justru berisiko menurunkan kualitas layanan," tambah Asep.
Asep menjamin bahwa transformasi digital di Tangsel sudah mencapai tahap, dimana masyarakat bisa mengurus berbagai keperluan cukup dari ponsel.
“Ini adalah edukasi bagi kita semua bahwa teknologi hadir untuk mempermudah. Wali Kota sudah menginstruksikan seluruh OPD untuk tetap responsif. Jika ada kendala, warga bisa langsung melapor melalui kanal digital kami. Pelayanan tetap 'on' 24 jam secara sistem," pungkas Asep.
Masuk tirto.id































