tirto.id - Wali Kota San Miguel Amatitlan di Negara Bagian Oaxaca, Meksiko, Jose Angel Bravo Martinez tewas ditembak saat berada di wilayah Mixteca, Oaxaca pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Ini adalah insiden kedua penembakan wali kota di Meksiko hingga membuat publik mempertanyakan apakah hal ini dapat mengancam jalannya Piala Dunia 2026?
Berita tewasnya Jose Angel Bravo Martinez disampaikan salah satunya oleh Gubernur Oaxaca, Salomon Jara Cruz dalam unggahan di akun X @salomonj pada 14 Juni 2026.
“Saya mengutuk keras pembunuhan pengecut terhadap presiden kota San Miguel Amatitlán, yang terjadi hari ini di wilayah Mixteca. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam dan solidaritas penuh kepada keluarga, teman, rekan kerja, dan masyarakat San Miguel Amatitlán. Kami sangat menyesali kehilangan yang tak tergantikan ini,” tulis Solomon.
Ia juga menyebut bahwa aparat negara telah diperintahkan untuk memberikan dukungan penuh kepada kejaksaan dalam proses penyidikan.
“Saya telah menginstruksikan Kabinet Keamanan Negara untuk memberikan semua dukungan yang diperlukan kepada Kantor Kejaksaan Agung Negara Bagian Oaxaca dalam penyelidikan yang sedang berlangsung,” tambahnya.
Peristiwa ini juga mendapat perhatian internasional karena Meksiko adalah salah satu tuan rumah bersama untuk 2026 FIFA World Cup bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Meskipun kota-kota penyelenggara utama seperti Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey berada jauh dari Oaxaca, insiden penembakan Wali Kota ini tetap menjadi faktor yang dinilai dapat memengaruhi persepsi global terhadap kondisi keamanan negara tuan rumah.
Negara Bagian Oaxaca sendiri merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi aktivitas kelompok kejahatan terorganisasi. Di antara kelompok yang disebut aktif di wilayah tersebut adalah Jalisco New Generation Cartel (CJNG) dan Sinaloa Cartel, dua organisasi kriminal terbesar dan paling berpengaruh di Meksiko.
Kronologi Tewasnya Wali Kota Negara Bagian Meksiko Selatan
Berdasarkan keterangan resmi otoritas setempat, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (13/6/2026) di wilayah Mixteca, Negara Bagian Oaxaca, Meksiko. Jose Angel Bravo Martinez, yang menjabat sebagai Wali Kota San Miguel Amatitlan, dilaporkan menjadi korban serangan bersenjata saat berada di wilayah tersebut.
Detail mengenai lokasi persis, jumlah pelaku, maupun bagaimana serangan dilakukan belum dipublikasikan secara rinci oleh pihak berwenang. Namun, serangan tersebut mengakibatkan Bravo Martinez mengalami luka serius dan meninggal dunia di lokasi atau tidak lama setelah kejadian.
Sesaat setelah menerima laporan mengenai penyerangan tersebut, Kantor Kejaksaan Negara Bagian Oaxaca mengaktifkan prosedur penanganan kejahatan berdampak tinggi dan membuka penyelidikan resmi.
"(Kami) segera mengaktifkan protokol investigasi untuk kejahatan berdampak tinggi," bunyi pernyataan dari Kantor Kejaksaan Negara Bagian Oaxaca dikutip DW,Senin (15/6/2026).
Tim penyidik, ahli forensik, dan aparat keamanan segera dikerahkan ke tempat kejadian perkara untuk mengamankan lokasi, mengumpulkan barang bukti, mendokumentasikan kondisi di lapangan, serta melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi yang mungkin mengetahui peristiwa tersebut.
Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk keperluan identifikasi dan proses forensik lebih lanjut.
Seiring dimulainya penyelidikan, pemerintah negara bagian mengerahkan operasi gabungan yang melibatkan berbagai instansi keamanan untuk mencari dan menangkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Operasi keamanan juga dilaksanakan di sekitar wilayah Mixteca guna mempersempit ruang gerak pelaku serta mencegah potensi gangguan keamanan lanjutan.
Hingga saat ini, otoritas belum mengumumkan motif pasti di balik pembunuhan tersebut maupun identitas pihak yang diduga terlibat. Namun, kasus ini terjadi di tengah kekhawatiran yang terus berkembang mengenai keamanan pejabat publik di sejumlah wilayah Meksiko.
Pembunuhan Bravo Martinez menjadi insiden kedua yang menimpa kepala daerah di Oaxaca dalam kurun waktu relatif singkat, setelah wali kota Santiago Amoltepec, Mario Hernandez Garcia, juga tewas dalam serangan terpisah pada bulan sebelumnya.
Karena itu, penyidik tidak hanya berfokus pada pelaku, namun juga menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan kriminal terorganisasi atau faktor lain yang dapat menjelaskan latar belakang serangan terhadap pejabat daerah tersebut.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































