tirto.id - Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, memperoleh indeks kepuasan masyarakat tertinggi di antara pimpinan daerah lain di Jawa. Capaian itu terekam dalam hasil survei Indikator Politik Indonesia.
Berdasarkan hasil survei, 76 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Paku Alam X. Sementara itu, 15 persen responden mengaku tak puas dengan kinerja Paku Alam X.
"Nah, pertanyaannya adalah apakah kepuasan itu murni karena faktor teknokratik atau faktor yang lain. Menurut studi kami, misalnya saya pernah menulis bersama kolega saya, bahwa tingkat kepuasan kepada pemimpin di Indonesia itu tidak semata pada faktor teknokratik. Bukan semata-mata faktor kinerja, tapi ada sumbangan dari faktor emosi atau afeksi," kata Burhanuddin dalam rilis survei Indikator Politik di Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025).
Posisi kedua ditempati oleh Wagub Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dengan tingkat kepuasan masyarakat 72 persen (tidak puas sebesar 19 persen).
Wagub Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meraih tingkat kepuasan sebesar 62 persen (tidak puas sebesar 24 persen). Selanjutnya, Wagub Daerah Khusus Jakarta, Rano Karno, meraih tingkat kepuasan sebesar 61 persen (tak puas sebesar 29 persen).
Lalu, Wagub Banten, Dimyati Natakusumah, meraih tingkat kepuasan masyarakat sebesar 43 persen (tak puas sebesar 44 persen). Posisi terakhir ditempati Wagub Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang meraih tingkat kepuasan sebesar 61 persen (tak puas sebesar 20 persen).
Burhanuddin menyoroti tingkat kepuasan masyarakat terhadap Erwan. Pasalnya, lembaganya mendapati perbedaan kepuasan yang sangat signifikan antara Erwan dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Seturut survei, Dedi memperoleh tingkat kepuasan masyarakat sebesar 95 persen.
"Pak Erwan itu gap-nya cukup jauh ya antara yang puasa dengan Pak Dedi dengan yang puas dengan Pak Erwan," kata Burhanuddin.
Sebagai informasi, survei Indikator Politik itu dilaksanakan dalam periode 12-19 Mei 2025 dengan metode wawancara tatap muka. Survei ini melibatkan 500 responden dari Jakarta, lalu 600 responden dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara itu, 400 responden berasal dari Banten dan Yogyakarta.
Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Tingkat kesalahan atau margin of error survei ini berkisar antara 5 persen untuk 400 responden, 4,5 persen untuk 500 responden, dan 4,1 persen untuk 600 responden.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






























