tirto.id - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, khawatir wacana perjalanan haji melalui jalur laut yang muncul belakangan ini akan mendatangkan banyak mudarat.
Pasalnya, kata dia, perjalanan haji menggunakan jalur udara saja sudah menyebabkan banyak jemaah meninggal dunia.
“Kalau pakai laut seminggu terus lelah di sana, sekarang dengan terbang 9 jam saja yang lansia ini, kan, banyak yang meninggal di jalan segala macam,” kata Cucun di Hotel Bidakara, Minggu (13/7/2025).
Cucun menegaskan bahwa penyelenggara haji tidak boleh hanya mementingkan harga yang murah untuk keberangkatan haji. Dengan demikian, kebijakan penyelenggaraan haji harus dilihat dari faktor setiap keuntungan dan kerugiannya dari semua aspek, tidak hanya dari segi harga.
“Jadi penyelenggaraan dengan sistem laut dan segala macam jangan kita lihat murahnya. Lihat mudarat dan maslahatnya, ini orang mau berhaji. Kita harus lihat kemudaratannya. Kami punya prinsip bahwa menolak kemudaratan itu harus didahulukan ketimbang kita menarik-narik kemaslahatan. Mudaratnya lebih besar, kita tinggalkan,” tutur Cucun.
Sebelumnya, Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menegaskan menolak wacana atau usulan pemberangkatan calon jamaah haji menggunakan kapal laut untuk musim haji 1447 Hijriah.
Ini disampaikan Tenaga Ahli BP Haji, Ichsan merespons pernyataan yang disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terkait wacana memberangkatkan calon jamaah haji menggunakan kapal sebagai opsi alternatif selain pesawat terbang.
"Betul, BP Haji tidak setuju keberangkatan haji menggunakan kapal laut," kata Marsha di Kota Padang, Sumatra Barat, seperti dikutip Antara, Sabtu (12/7/2025).
Menurut Ichsan, gagasan atau ide memberangkatkan calon jamaah haji menggunakan kapal laut bertolak belakang dengan semangat yang sedang dibangun BP Haji, yakni memberikan layanan terbaik kepada jemaah.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































