tirto.id - Seraya Live, Rancang Rencana, dan Suasana Scenery mempersembahkan acara URUP 2026 yang sukses digelar di Asram Edupark, Yogyakarta, dengan menghadirkan pengalaman unik dan penuh makna bagi 5000 peserta dalam menyambut tahun baru. Dengan mengusung tema “Kewarasan”, URUP 2026 menjadi perayaan yang tak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menghadirkan ruang bertumbuh, refleksi, seni, dan juga kebersamaan.
Menutup tahun pada 31 Desember 2026, URUP 2026 dimulai dengan Babak Terbenam yang memiliki banyak program yang dapat diikuti oleh semua kalangan usia, mulai dari dengan berbagai aktivitas yang bekerjasama dengan banyak kolaborator, seperti Kolase Kebun, Perjalanan Menawar Racun, Omah Jangan Diam Terus, Meditasi Sore, dan Songsong Senja.
Memasuki malam hari, Omah Jangan Diam Terus turut menyajikan hidangan khas bertajuk “Ayam Gowes Celebes”, terinspirasi dari kuliner tradisional Palekko asal Pinrang, Sulawesi Selatan. Selain itu, program malam juga diisi dengan Reruntuh dan Meditasi Malam, sementara anak-anak mengikuti kegiatan Shadow Puppetry bersama Ayo Dongeng Indonesia, menjadikan URUP sebagai ruang inklusif bagi seluruh keluarga.
Pada Babak Terbit, 1 Januari 2026, rangkaian acara diawali dengan shalat subuh bersama, sebagai penanda awal tahun yang penuh kesadaran. Acara kemudian dimulai oleh Sirin Farid Stevy yang menjaga kewarasan dan macapat, kemudian sinden oleh Intania Laras Gutama dan Sudaryanto, menghadirkan nuansa tradisi yang kuat dan khusyuk.
Puncak acara hadir lewat Konser URUP Orkestra, di mana Kunto Aji tampil berkolaborasi dengan Yogyakarta Symphony Orchestra. Lagu-lagu Kunto Aji yang selama ini dikenal dekat dengan proses penyembuhan dan refleksi diri dibawakan dalam aransemen orkestra yang megah dan menyentuh, Di tengah konser, suasana semakin emosional ketika dua penonton membacakan puisi tentang rasa sakit hati yang pernah dialami, sekaligus kepedulian terhadap bencana yang sedang terjadi di Sumatra.
Konser juga diramaikan oleh kehadiran Nasirun, yang secara langsung membuat karya lukisan selama pertunjukan berlangsung. Selain itu, Kunto Aji berkolaborasi dengan Art for Children saat membawakan lagu “Rehat”, menciptakan momen yang membuat banyak penonton larut dalam emosi. Warna lain hadir lewat penampilan Chesa Selasa x The Freak Show, yang memberikan sentuhan segar dan menghibur di tengah rangkaian Konser URUP Orkestra. Tidak ketinggalan, Masjid Jogokariyan juga berkontribusi dalam Konser URUP kali ini dengan membagikan 1.000 porsi bubur sumsum untuk para penonton sebagai bentuk kebersamaan di awal tahun.
Tahun ini, URUP juga menghadirkan dua secret guests, yaitu Naykilla dan Bilal Indrajaya, yang memberi warna tersendiri dalam konser. Bilal Indrajaya hadir mengejutkan para penonton dengan membawakan lagu “Niscaya”, kemudian berduet bersama Kunto Aji membawakan lagu “Mercusuar”. Kemudian Naykilla tampil membawakan lagu “Selaras” bersama Kunto Aji, sebelum melanjutkan penampilan solonya dengan lagu “Raga”.
Tak hanya dari sisi pertunjukan, suasana Babak Terbenam dan Babak Terbit semakin hidup dengan kehadiran 40 tenant Pasar URUP, yang menawarkan beragam produk mulai dari makanan, minuman, aksesori, hingga menu khas URUP, menjadikan area acara sebagai ruang temu kreatif dan ekonomi komunitas.
URUP 2026 kembali menegaskan bahwa pergantian tahun tidak selalu harus dirayakan dengan gegap gempita, melainkan juga bisa menjadi ruang untuk berhenti sejenak, merasakan, lalu terbit bersama.
Masuk tirto.id

































