Menuju konten utama

Update Perang Iran: Apa Agenda Negosiasi AS-Iran di Pakistan?

AS dan Iran kembali ke meja perundingan pekan ini di tengah gencatan senjata yang berlangsung selama dua minggu. Simak perkiraan agenda yang akan dibahas.

Update Perang Iran: Apa Agenda Negosiasi AS-Iran di Pakistan?
Kepulan asap membubung setelah ledakan yang dilaporkan terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026. Iran mengatakan pada 28 Februari bahwa mereka akan "merespons dengan tegas" setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke negara itu meskipun pembicaraan sedang berlangsung mengenai program nuklir Teheran.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Negosiasi lanjutan selama gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi tajuk utama pemberitaan update Perang Iran. Dua negara yang berkonflik sejak 28 Februari lalu itu dijadwalkan akan bertemu dalam agenda perundingan di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026).

Enam minggu pasca serangan AS dan Israel ke Teheran telah memecah perang di Teluk dan membunuh Ayatollah Ali Khamenei. Kesepakatan gencatan senjata tercapai pada Rabu (8/4/2026).

Kesepakatan gencatan senjata berlangsung selama dua pekan. Rentang waktu tersebut akan jadi durasi negosiasi diplomatik antara Washington dan Teheran untuk mencoba menyelesaikan permusuhan.

Kedua belah pihak kemudian dijadwalkan akan menggelar negosiasi di Islamabad, Pakistan. Negara tetangga India itu merupakan mediator yang berhasil menengahi upaya tercapainya kesepakatan gencatan senjata.

Seturut Al Jazeera, berikut rangkaian agenda negosiasi di Pakistan antara Iran dan AS, juga teknis perundingan yang akan terjadi di Islamabad tersebut.

Teknis Negosiasi AS-Iran

Terkait teknis negosiasi AS-Iran di Islamabad, Gedung Putih membuat pernyataan bahwa agenda tersebut akan dimulai pada Sabtu pagi waktu setempat. Pada waktu itu, para delegasi akan bertemu dan berunding di Hotel Serena.

Hotel Serena itu terletak di Zona Merah ibu kota, dekat kantor Kementerian Luar Negeri Pakistan. Zona Merah merupakan kawasan bagi gedung-gedung utama pemerintahan Pakistan dan tempat kedutaan besar berbagai negara berdiri di Islamabad.

Agenda negosiasi antara Iran dan AS dilaporkan membuat Hotel Serena mengosongkan para tamu. Pemerintah Pakistan disebut telah memesan gedung-gedung di sana sejak Rabu malam hingga Minggu (12/4).

Perundingan diplomatik itu juga membuat pihak berwenang setempat menetapkan tanggal 9-10 April sebagai hari libur umum di ibu kota federal. Pada dua hari tersebut Islamabad akan lengang kecuali di kantor polisi, rumah sakit, dan pusat utilitas.

Keamanan juga telah diperketat di seluruh kota. Zona Merah telah ditutup bagi pengunjung. Pintu masuk utama ke Islamabad juga telah ditutup untuk keamanan perundingan ini.

Pakistan menyatakan bahwa belum ada kepastian tentang siapa delegasi yang dikirim Iran dan AS untuk berunding. Menurut Islamabad, hal itu baru dapat dipastikan setelah para delegasi benar-benar tiba.

Akan tetapi, Gedung Putih telah mengonfirmasi bahwa delegasi mereka akan terdiri dari Wakil Presiden AS JD Vance selaku pemimpin delegasi. Ia akan dibersamai oleh duo delegasi favorit Trump, utusan khusus Steve Witkoff dan menantu sang presiden, Jared Kushner.

Sementara itu, Iran dilaporkan akan mengirim Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sebagai perwakilan mereka. Belum jelas apakah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) akan ikut dalam perwakilan Iran, namun Ghalibaf merupakan mantan komandan IRGC.

Para delegasi diperkirakan akan disambut langsung oleh Perdana Menteri Pakistan (PM) Shehbaz Sharif yang jadi tuan rumah pembicaraan. Sementara fasilitator perundingan diperkirakan akan dilakukan oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Jalannya negosiasi diperkirakan akan berlangsung secara tak langsung. Delegasi AS akan ditempatkan pada ruangan terpisah dengan Iran. Lalu, delegasi Pakistan akan hilir mudik dari kedua ruangan sebagai perantara.

Agenda Perundingan AS-Iran

Agenda perundingan AS-Iran diperkirakan bakal berpusat pada kesepakatan penghentian perang. Hal ini diperkirakan akan berfokus pada 10 poin tuntutan Iran untuk menghentikan perang.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menyebut bahwa pihaknya menerima proposal 10 poin dari Iran. Ia menyebut bahwa hal tersebut akan dijadikan sebagai dasar perundingan dengan Teheran.

Akan tetapi, pernyataan itu menciptakan ambiguitas di kalangan publik. Apa yang disebut Trump tentang proposal 10 poin Iran tampaknya berbeda dengan apa yang Iran jelaskan ke publik.

Iran menjelaskan bahwa 10 poin tuntutan mereka termasuk penghentian operasi militer terhadap kelompok bersenjata yang jadi sekutu mereka, pencabutan sanksi dari Badan Energi Atom Internasional serta Dewan Keamanan PBB hingga pengendalian lalu lintas Selat Hormuz oleh Iran.

Namun, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian menyebut bahwa Iran telah merevisi 10 poin tuntutan mereka sehingga "sepenuhnya berbeda serta ringkas" dari apa yang muncul di media.

Leavitt tak menjelaskan apa isi proposal yang telah diperbarui itu. Namun, ia menyebut bahwa Trump memberikan kesediaannya untuk bernegosiasi atas proposal yang telah diperbarui.

Isi dari proposal tuntutan Iran itu diperkirakan bakal jadi salah satu agenda utama perundingan antara Washington dan Teheran pada Sabtu. Selain itu, Lebanon diperkirakan juga akan jadi perkara yang akan dibahas.

Sebelumnya, PM Pakistan menyebut bahwa gencatan senjata Iran-AS turut berlaku untuk apa yang tengah terjadi di Lebanon. Namun, hal ini ditentang PM Israel Benjamin Netanyahu.

Pada Rabu, Netanyahu menyebut bahwa Lebanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata dan pihaknya masih memiliki tujuan militer di negara tersebut. Selang beberapa jam, Israel membom Lebanon dengan skala yang besar.

Seturut keterangan militer Israel, mereka telah membom 100 target, termasuk kawasan padat penduduk, di Lebanon dalam kurun waktu 10 menit. Menurut otoritas Lebanon, sedikitnya 254 orang terbunuh dan ribuan terluka karena serangan 10 menit tersebut.

Iran telah memperingatkan bahwa mereka dapat keluar dari kesepakatan gencatan senjata jika Lebanon terus diserang Israel. Namun, AS mengakui klaim Israel dan menyebut Lebanon tak termasuk dalam kesepakatan.

Sejauh mana Israel akan terlibat secara tak langsung dalam negosiasi AS-Iran di Islamabad, diperkirakan menjadi salah satu isu yang membayangi agenda tersebut. Mantan duta besar Pakistan untuk Cina, Masood Khalid, menyebut bahwa konflik di Lebanon berpotensi melemahkan proses negosiasi.

"Pemboman tanpa henti terhadap Lebanon dimaksudkan untuk memicu skenario di mana pihak-pihak semakin memperkeras posisi mereka dan proses [negosiasi] digagalkan," katanya.

"Pembicaraan pasti akan rumit dan berbelit-belit dan mungkin perlu diperpanjang melebihi batas waktu 15 hari," tambahnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar