Menuju konten utama

Update Pemulangan Haji: 66% Jemaah Telah Kembali ke Tanah Air

Sebanyak 135.872 jemaah dan petugas haji Indonesia telah sukses tiba kembali di Tanah Air.

Update Pemulangan Haji: 66% Jemaah Telah Kembali ke Tanah Air
Jemaah haji Indonesia sedang siap diberangkatkan pulang ke Tanah Air dari Bandara Madinah. Foto: Tim Media Center Haji (MCH) 2026.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan lancar. Hingga Minggu (21/6/2026), sebanyak 135.872 orang atau sekitar dua pertiga dari total jemaah dan petugas haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan bahwa hari ini merupakan hari ke-62 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M sekaligus hari ke-20 fase pemulangan jemaah Indonesia.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah dari Arab Saudi menuju Indonesia terus berlangsung dengan baik. Hingga hari ini, sebanyak 347 kloter telah tiba di Tanah Air dengan membawa 134.484 jemaah dan 1.388 petugas. Total kedatangan mencapai 135.872 orang atau sekitar 66 persen,” ujar Maria Assegaff dalam konferensi pers operasional haji di Makkah, Minggu (21/6/2026).

Menurut Maria, pemulangan gelombang pertama melalui Bandara Jeddah telah mencapai 267 kloter yang terdiri atas 103.687 jemaah dan 1.066 petugas. Dengan demikian, total kepulangan gelombang pertama mencapai 104.753 orang.

Sementara itu, melalui Bandara Madinah telah diberangkatkan 87 kloter yang membawa 33.297 jemaah dan 349 petugas, sehingga total kepulangan gelombang kedua mencapai 33.646 orang.

Pergerakan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 244 kloter telah diberangkatkan dengan membawa 92.861 jemaah dan 976 petugas atau total 93.837 orang.

Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Tanah Air tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Maria menyampaikan bahwa pendorongan terakhir jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 08.00 Waktu Arab Saudi. Seiring dengan berakhirnya pergerakan tersebut, layanan Bus Shalawat juga akan dihentikan pada hari yang sama pukul 12.00 Waktu Arab Saudi.

“Kami meminta seluruh jemaah yang masih berada di Makkah agar menyesuaikan aktivitas dengan jadwal keberangkatan menuju Madinah, mempersiapkan koper dan barang bawaan lebih awal, memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan aman, serta tetap berada dalam koordinasi ketua kloter dan petugas,” kata Maria.

Ia juga mengimbau jemaah yang telah berada di Madinah untuk memanfaatkan waktu yang tersedia dengan memperbanyak ibadah secara tertib serta menjaga kondisi kesehatan.

“Pilih aktivitas sesuai kemampuan tubuh, cukup beristirahat, menjaga pola makan dan kebutuhan cairan, serta mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan. Jika mengalami keluhan kesehatan atau membutuhkan bantuan, segera hubungi petugas haji Indonesia,” ujarnya.

Menjelang kepulangan, Maria kembali mengingatkan agar jemaah memastikan paspor, kartu identitas haji, boarding pass, dan barang bawaan tersimpan dengan baik. Koper dan tas kabin juga diminta diberi identitas yang jelas guna menghindari tertukar atau tertinggal.

“Kami kembali mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah atas kedisiplinan dan kepatuhan selama menjalankan rangkaian ibadah, serta kepada seluruh petugas, tenaga kesehatan, dan unsur pendukung yang terus bekerja memastikan layanan terbaik bagi jemaah.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan seluruh otoritas terkait atas dukungan dan kerja sama yang baik selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga kesehatan serta mempertahankan nilai-nilai kemabruran yang telah ditempa selama berada di Tanah Suci. Kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan hendaknya menjadi bekal untuk menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat. Dari Tanah Suci untuk Negeri, membawa pulang kemabruran dan menebarkan manfaat bagi peradaban,” pungkas Maria Assegaff.

Baca juga artikel terkait JEMAAH HAJI atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Siti Fatimah