tirto.id - Hampir sebulan berlalu sejak meninggalnya siswi di Malaysia, Zara Qairina Mahathir (13), namun proses penyelidikan atas kasus dugaan bullying tersebut belum kunjung rampung. Terbaru, pihak kepolisian Malaysia melakukan pembongkaran makam dan melakukan autopsi atas jenazah almarhumah.
Zara Qairina merupakan siswi Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA) Tun Datu Mustapha di Papar, Sabah yang ditemukan tak sadarkan diri di saluran pembuangan dekat gedung asramanya pada 16 Juli 2025.
Kisahnya viral di media sosial Malaysia dan menjadi perbincangan warganet di sana usai Zara dinyatakan meninggal, sehari setelah dibawa ke Rumah Sakit Queen Elizabeth I untuk mendapat perawatan.
Sempat diduga terjatuh dari lantai tiga asrama putri sekolahnya, penyebab kematian Zara menjadi buah bibir di Malaysia seiring munculnya spekulasi bahwa Zara terjatuh karena dirundung siswi lain muncul di internet.
Tak hanya melibatkan kasus perundungan antar-siswa, isu lain yang muncul menyebut bahwa kasus kematian Zara melibatkan petinggi Malaysia. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa pengusutan kasus dilakukan tanpa prosedur yang benar.
Spekulasi dan isu yang muncul di sekitaran kasus kematian Zara lalu membuat tagar #justiceforzara viral di media sosial. Hal ini juga membuat Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut buka suara.
Kini sebulan sejak kematian Zara, proses penyelidikan oleh pihak berwajib Malaysia belum rampung dilakukan. Terbaru, kasus ini justru membuka babak baru usai jenazah almarhumah diautopsi.
Update Kasus Kematian Zara: Sudah Diautopsi & Dikuburkan Kembali
Proses autopsi jenazah Zara Qairina akhirnya dilakukan pada Minggu (10/8) waktu setempat. Proses ini dilakukan dengan terlebih dahulu membongkar makam almarhumah Zara.
Sebelum autopsi akhirnya dilakukan, pihak keluarga Zara sempat mempertanyakan tidak adanya autopsi dalam penyelidikan yang dilakukan polisi. Padahal hasil autopsi bisa menjadi bukti kunci ada/tidaknya tindak pidana dalam kasus ini.
Mengutip media Malaysia, Berita Harian, proses autopsi jenazah Zara dilakukan di Rumah Sakit Queen Elizabeth (HQE). Jenazah siswi berusia 13 tahun tersebut dilaporkan tiba di rumah sakit pada Sabtu (9/8) malam, setelah diangkat dari Pemakaman Islam Tanjung Ubi di Sipitang.
Sesampainya di Rumah Sakit Queen Elizabeth, jenazah lalu menjalani CT scan, sebelum ditempatkan di Departemen Forensik Medis milik rumah sakit itu.
Proses autopsi, yang dilakukan pada Minggu siang, kemudian dilakukan oleh ahli patologi forensik dari Selangor, dr. Khairul Anuar Zainun dan dokter forensik RS Queen Elizabeth.
Jenazah Zara dilaporkan menjalani proses autopsi yang berlangsung selama delapan jam.
Kuasa hukum ibunda Zara, Hamid Ismail, menyatakan bahwa pihaknya mengapresiasi upaya untuk mendatangkan ahli patologi forensik dari Selangor dalam proses autopsi.
"Saya yakin polisi ingin memastikan semua elemen keadilan bagi Zara, sehingga seorang dokter spesialis dari Semenanjung didatangkan untuk menghindari tuduhan buruk," kata Hamid.
Sementara itu, melansir MalaysiaKini, pemimpin oposisi Malaysia, Wan Saiful Wan Jan menyerukan agar hasil autopsi jenazah Zara segera diumumkan ke publik demi menghindari spekulasi liar.
"Terlalu banyak spekulasi tentang mengapa autopsi tidak dilakukan pada tahap awal kematian Zara Qairina. Jangan sampai muncul spekulasi tentang mengapa laporan autopsi terlambat dirilis,” kata anggota Dewan Pimpinan Tertinggi Bersatu itu pada Selasa (12/8).
Menurut Wan Saiful, jika tak segera dirilis, spekulasi akan terus bermunculan, seperti tuduhan adanya pihak yang ingin menunda pelaporan hasil autopsi hingga pemilu negara bagian Sabah digelar.
"Jangan biarkan spekulasi seperti ini berlanjut. Tragedi Zara Qairina adalah masalah kemanusiaan, bukan masalah politik pemilu," tuturnya.
Terkini Kematian Zara & Pembentukan Tim Khusus
Usai dilakukannya autopsi pada jenazah almarhumah Zara, Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) dilaporkan telah membentuk satuan tugas khusus guna mengambil alih investigasi kematian mendiang Zara.
Menukil Harian Metro, tim khusus ini akan beranggotakan sembilan anggota Departemen Investigasi Kriminal yang akan langsung diterjunkan ke Sabah.
Menurut pernyataan Inspektur Jenderal Sekretariat Kepolisian Malaysia, tim ini diterjunkan untuk memastikan jalannya investigasi kasus kematian Zara Qairina dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
"PDRM memandang serius setiap kasus yang melibatkan hilangnya nyawa," tulis pernyataan yang dirilis Inspektur Jenderal Sekretariat Kepolisian Malaysia pada Senin (11/8).
Misteri musabab kematian Zara juga dibahas di Rapat Parlemen Malaysia yang digelar pada Selasa (12/8). Dalam rapat tersebut, isu kematian Zara disuarakan oleh anggota parlemen, Afnan Hamimi Taib Azamudden.
Menurut Afnan, insiden yang menimpa mendiang Zara perlu diselidiki dengan segera demi meredam kekhawatiran publik dan kemunculan spekulasi yang lebih liar.
"Sudah hampir sebulan sejak kematian Zara, dia meninggalkan kita tanpa jawaban apapun tentang penyebab kematiannya, apa yang sebenarnya terjadi," katanya di depan anggota parlemen yang lain.
Selain itu, Afnan juga membuka diskusi tentang keamanan sekolah sebagai tempat belajar anak-anak.
"Masalahnya bukan hanya kematian Zara, tetapi juga apa yang ada di baliknya, fenomena perundungan semakin parah," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kematian Zara merupakan cambukan bagi sektor pendidikan di Malaysia. Ia menyerukan perlu adanya peraturan anti-perundungan dan dilakukannya evaluasi sistem keamanan lingkungan sekolah dengan asrama.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id
































