Menuju konten utama

Mendagri Datangi Langsung Lokasi Terdampak Gempa NTT di Ende

Hasil kunjungan Mendagri akan menjadi bahan pembahasan dengan kementerian/lembaga terkait guna memastikan penanganan dampak gempa NTT berjalan efektif.

Mendagri Datangi Langsung Lokasi Terdampak Gempa NTT di Ende
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung dampak gempa sekaligus mengevaluasi penanganan dan kebutuhan pemulihan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). FOTO/dok.Kemendagri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengunjungi kawasan terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (18/8/2026). Setibanya di Ende, Tito mengatakan akan meninjau sejumlah wilayah terdampak gempa beserta kondisi infrastruktur dan layanan dasar bagi warga.

Selain melihat langsung dampak kerusakan akibat gempa yang terjadi 15 Agustus lalu, Tito juga mengevaluasi penanganan pascabencana dan mencari tahu berbagai kebutuhan untuk pemulihan di Ende. Dia berencana membahas hasil peninjauannya dengan kementerian/lembaga terkait guna memastikan penanganan dampak gempa di NTT bisa berlangsung efektif.

"[Peninjauan ini] Untuk bahan kita melakukan evaluasi dengan semua tim, kementerian-kementerian, Kepala BNPB. Jadi kita tahu titik mana yang memerlukan apa, titik mana yang memerlukan apa, mana yang rusak jalannya, otomatis Menteri PU [nanti segera perbaiki]," ujar Tito kepada awak media saat tiba di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende.

Salah satu jenis layanan dasar untuk masyarakat yang menjadi perhatian Tito dalam kunjungannya adalah sarana kelistrikan. Di Kabupaten Manggarai Timur, ia mendapati masih ada kecamatan yang belum mendapatkan aliran listrik.

"Saya langsung menelepon Dirut PLN, timnya turun langsung," jelasnya.

Di luar pemulihan infrastruktur dan layanan dasar, Tito pun ingin memastikan keselamatan warga terdampak gempa menjadi prioritas penanganan di masa tanggap darurat. Perhatiannya tertuju pada pengobatan warga yang sakit serta pemenuhan berbagai kebutuhan dasar harian yang mesti segera tersedia.

"Prioritas utama, evakuasi dan menolong korban, dan memulihkan infrastruktur dasar … listrik, internet, komunikasi ya, kemudian jalan, akses, harus dibuka," tambahnya.

Tito menegaskan, pemulihan akses transportasi beserta infrastruktur saat ini harus difokuskan pada hal yang paling dibutuhkan masyarakat terdampak. Misalnya adalah penyediaan air minum untuk warga dan perbaikan jembatan yang rusak.

Dia mengimbuhkan, penanganan dampak gempa di NTT direncanakan berjalan secara bertahap. Setelah kebutuhan mendesak dan layanan dasar bagi warga terpenuhi, pemerintah akan menjalankan tahap transisi menuju proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah akan menentukan langkah pemulihan permanen berdasarkan level kerusakan masing-masing infrastruktur. Hal ini bertujuan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai kebutuhan.

"Jadi, ya, masyarakat sabar perlu waktu. Yang penting kita semua turun, bekerja sama [pemerintah] pusat, daerah, dan masyarakat," tutupnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis