Menuju konten utama

Universitas Tokyo Siap Tampung Mahasiswa Harvard, Ini Infonya

Universitas Tokyo menyatakan siap menampung mahasiswa yang terdampak
kebijakan Trump sebagai bentuk solidaritas dalam menjaga hak pendidikan lintas negara.

Universitas Tokyo Siap Tampung Mahasiswa Harvard, Ini Infonya
Ilustrasi Donald Trump. ANTARA FOTO/REUTERS/John Sommers II
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebijakan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang dunia pendidikan global. Pada Kamis, 22 Mei 2025 lalu, Trump secara resmi mengumumkan larangan bagi Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa asing mulai Tahun Ajaran 2025/2026.

Pihak Harvard telah mengajukan komplain atas apa yang diminta oleh Trump. Pasalnya, keputusan ini dinilai dapat membahayakan masa depan ribuan mahasiswa di kampus Harvard maupun mahasiswa di universitas Amerika lainnya.

Para mahasiswa asing yang kini masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di Harvard diminta untuk segera pindah ke universitas lain. Jika tidak, izin tinggal mereka di AS akan dicabut. Situasi ini menempatkan ribuan mahasiswa internasional dalam ketidakpastian, tanpa jaminan kelanjutan pendidikan.

Menanggapi fenomena tersebut, Universitas Tokyo sebagai salah satu institusi pendidikan dunia menyatakan siap menampung mahasiswa asing yang terdampak kebijakan Trump. Langkah cepat dari universitas prestisius di Jepang ini dinilai sebagai bentuk solidaritas global dalam menjaga hak pendidikan lintas negara.

Universitas Tokyo Siap Tampung Mahasiswa Harvard, Ini Infonya

Universitas Tokyo, sebagai salah satu institusi pendidikan tertua dan paling bergengsi di Asia, mengambil langkah konkret terhadap krisis yang dialami mahasiswa asing di Universitas Harvard.

Mengutip Kyodo News, pihak Universitas Tokyo menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk sementara waktu menerima mahasiswa internasional dari Harvard yang terdampak larangan baru pemerintahan Trump.

Langkah ini bukanlah yang pertama bagi Universitas Tokyo. Pada tahun 2022, mereka telah meluncurkan program kemanusiaan untuk menampung mahasiswa dan peneliti yang terdampak invasi Rusia ke Ukraina.

Dalam program tersebut, universitas menyediakan laboratorium penelitian, akomodasi gratis, serta layanan pendukung lainnya seperti pelajaran bahasa Jepang dan konseling psikologis.

Hingga akhir Maret 2024, lebih dari 30 individu telah diterima dalam program tersebut. Kini, dengan situasi di Harvard yang kembali mengancam hak belajar mahasiswa asing, Universitas Tokyo membuka peluang untuk mengadopsi pendekatan serupa.

Meski belum ada keputusan final, pernyataan resmi universitas menegaskan bahwa mereka tengah meninjau secara aktif kemungkinan penerimaan mahasiswa Harvard.

Dengan latar belakang pengalaman sebelumnya, Universitas Tokyo dianggap siap secara infrastruktur dan dukungan sistem untuk menjadi tempat alternatif pendidikan sementara.

Pertanyaannya kini adalah, sejauh mana kesiapan Universitas Tokyo dalam menghadapi gelombang permintaan ini, dan seperti apa proses seleksi mahasiswa yang akan diterapkan? Jawabannya masih ditunggu dunia pendidikan internasional.

Baca juga artikel terkait KEBIJAKAN TRUMP atau tulisan lainnya dari Lita Candra

tirto.id - Edusains
Kontributor: Lita Candra
Penulis: Lita Candra
Editor: Indyra Yasmin