Menuju konten utama

Trump Meragukan Mojtaba Khamenei Masih Hidup, Apa Alasannya?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih meragukan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, masih hidup. Simak alasannya berikut ini.

Trump Meragukan Mojtaba Khamenei Masih Hidup, Apa Alasannya?
Foto arsip 31 Mei 2019 menunjukkan putra Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menghadiri demonstrasi untuk memperingati Hari Yerusalem di Teheran. (Photo by Morteza Nikoubazl via Reuters Connect)

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meragukan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, masih hidup. Menurut Trump, tak ada bukti yang meyakinkan untuk mengonfirmasi status Mojtaba.

Seturut Times of India, Trump mengungkapkan keraguannya itu dalam wawancaranya untuk NBC News pada Sabtu (14/3/2026). Menurutnya, pernyataan perdana Mojtaba melalui teks alih-alih video tak cukup jadi bukti bahwa ia masih hidup.

"Saya tidak tahu apakah dia masih hidup. Sejauh ini, tidak ada yang bisa menunjukkannya," tutur Trump.

Trump menuturkan bahwa tak ada penampilan publik Mojtaba sejak AS-Israel melancarkan serangan mematikan pada 28 Februari lalu. Presiden AS itu juga menyebut bahwa ia telah mendengar rumor Mojtaba tewas.

"Jika dia masih hidup, dia harus melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, dan itu adalah penyerahan diri," kata Trump.

Dalam kesempatan itu, Trump juga menyinggung peluang penyelesaian Perang Iran melalui dialog. Ia menyebut Teheran telah berusaha mencari jalan untuk negosiasi, namun Washington menolak persyaratan yang diajukan Iran.

"Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya tidak ingin melakukannya karena persyaratannya belum cukup baik," jelas Trump.

Jalannya pertempuran di Asia Barat kini telah memasuki hari ke-17 per Senin (16/3). Iran dilaporkan masih melancarkan serangan ke wilayah Teluk, seperti Uni Emirat Arab pada Senin.

Dalam banyak kesempatan, Teheran juga menyatakan tak akan menyerah dalam peperangan yang berlangsung. Iran mengumumkan akan terus melancarkan serangan selama AS-Israel tak mau mengganti rugi biaya perang dan menjamin tak adanya agresi militer di kemudian hari.

Akan tetapi, sebagaimana disampaikan Trump, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, memang dirumorkan tewas akibat serangan. Namun, Teheran menyangkal rumor tersebut.

Kenapa Mojtaba Khamenei Dirumorkan Tewas?

Rumor tewasnya Mojtaba Khamenei gencar beredar lantaran anak Ayatollah Ali Khamenei itu tak kunjung tampil secara publik meski telah ditunjuk jadi pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Mojtaba bahkan tidak mengeluarkan pernyataan apa pun pada hadi ia terpilih Majelis Pakar Iran sebagai pemimpin tertinggi pada 8 Maret lalu.

Pernyataan perdana Mojtaba baru dirilis pada Kamis (12/3). Namun, alih-alih video, pernyataan itu disiarkan televisi Iran dalam bentuk teks yang dibacakan pembawa berita. Hal ini lalu memantik rumor bahwa Mojtaba sebenarnya telah tewas.

Akan tetapi, kabar itu disangkal oleh Teheran. Mengutip NDTV, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa "tidak ada masalah" dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru itu.

"Tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi yang baru. Dia mengirim pesannya kemarin, dan dia akan menjalankan tugasnya," katanya.

Belakangan, Mojtaba terkonfirmasi secara tak resmi bahwa ia masih hidup, namun dalam keadaan terluka. Sejumlah outlet berita internasional mengungkap keterangan terlukanya Mojtaba.

New York Times, misalnya, merilis laporan berisi pernyataan bahwa Mojtaba terluka pada Rabu (11/3/2026). Laporan itu bersumber dari tiga pejabat Iran yang tak disebut namanya.

Hal serupa juga dilaporkan Reuters pada Rabu. Kantor berita yang berbasis di Inggris dan Kanada itu melaporkan bahwa Mojtaba terluka, namun tetap mampu menjalankan pemerintahan.

Selain itu, saluran televisi milik Pemerintah Iran juga menggambarkan Mojtaba sebagai "janbaz" dalam sebuah berita. "Janbaz" merupakan istilah dalam bahasa Persia untuk merujuk para veteran perang yang terluka dalam pertempuran.

"Dia, yang merupakan seorang janbaz dalam Perang Ramadan, mewarisi jalan para syuhada yang bangga dan teguh dari negeri ini," sebut pembaca berita dalam sebuah laporan stasiun televisi milik Pemerintah Iran.

Akan tetapi, hingga kini tak jelas kapan Mojtaba mengalami luka. Detail luka yang dialami Mojtaba juga tak dapat dipastikan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar