Tradisi Puasa Ramadhan Dunia: Arab, Iran, Mesir, hingga Pakistan

Penulis: Nurcholis Maarif, tirto.id - 8 Apr 2022 09:35 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Bagaimana tradisi saat bulan Ramadhan di belahan dunia, baik Arab, Mesir, Iran, atau juga Pakistan?
tirto.id - Bagaimana tradisi saat bulan Ramadhan di belahan dunia, baik Arab, Mesir, Iran, atau juga Pakistan?

Tradisi-tradisi jelang Ramadan diwariskan secara turun menurun dan memiliki filosofi tertentu. Di Indonesia, tradisi masyarakat dalam menyambut dan mengisi Ramadan berbeda-beda tiap daerah.

Masyarakat di berbagai daerah Indonesia ini masih melaksanakan tradisi unik sebelum menjalankan puasa di bulan suci Ramadan, seperti munggahan dan lain sebagainya.

Bagaimana masyarakat di negara-negara lain dalam menyambut dan mengisi kegiatan maupun adat selain puasa di bulan Ramadan?

Tradisi Bulan Puasa Ramadhan di Dunia



Dilansir Egypttoday berikut tradisi yang terjadi di beberapa negara dalam menyambut maupun mengisi bulan Ramadan.

Arab Saudi

Saat Ramadan, Arab Saudi dipenuhi para peziarah dari dalam maupun luar negeri yang hendak melakukan umrah. Umrah di bulan Ramadan diyakini sebagai pembersihan spiritual.

Bagi orang asing yang ingin mengunjungi Arab Saudi selama bulan Ramadan, mereka harus mengikuti beberapa aturan misalnya tidak merokok dan tidak makan dan minum apalagi di tempat umum. Aturan ini diharapkan untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa.

Siwak atau miswak banyak digunakan oleh masyarakat Arab Saudi selama Ramadan dan menggunakannya sebagai alternatif menggantikan sikat gigi menghilangkan bau mulut.

Mesir

Di Mesir, umat muslim menyambut Ramadan dengan lentera berwarna-warni yang berliku-liku yang melambangkan persatuan dan sukacita.

Tradisi penerangan in diyakini telah digunakan untuk menerangi jalan Khalifah Moezz Eddin di Kairo pada tahun 969 Masehi.

Pakistan

Pada hari-hari terakhir Ramadan, perempuan dan laki-laki Pakistan berlatih Chaand Raat, sebuah tradisi dimana para perempuang mengenakan pakaian terbaik mereka dan pergi ke pasar untuk membeli gelang dan sepatu yang bagus.

Para laki-laki, juga dengan pakaian terbaik mereka, melemparkan kertas ke perempuan-perempuan dengan nomor telepon mereka tertulis di dalamnya.

Keluarga muslim di Pakistan juga berkumpul untuk membuat pesta dan menikmati makanan bersama seperti kurma.


Turki

Selama Ramadan, masyarakat Turki biasanya memasak makanan tradisional dengan bahan rempah-rempah asli Turki seperti gullac dan pastirma.

Namun, buka puasa masyarakat Turki biasanya dimulai dengan sedikit zaitun, kurma, keju Turki, roti pilihan yang biasa disebut pide dan kopi Turki hangat.

Menjelang sahur, 2000 penabuh genderang mengenakan pakaian Ottoman akan menyebar menggunakan Davul di seluruh kota Turki untuk membangunkan para muslim yang hendak berpuasa.

Iran

Orang-orang utara Iran menyambut Ramadan dengan berpuasa tiga hari sebelum puasa dimulai. Mereka juga memastikan untuk mempraktikkan sebuah tradisi Khatme Al-Anam dimana mereka memastikan membaca surat Al-An’am sebelum makan sahur.

Di Azerbaijan Timur, pada Jumat terakhir Ramadan, para wanita dan gadis berkumpul untuk menjahit tas untuk keluarga mereka.

Mereka memasukkan sejumlah uang ke dalam tas dan menutupnya hingga Ramadan berikutnya. Mereka percaya bahwa tas itu akan melindungi mereka dari kemiskinan.

Adapun orang-orang Selatan Shiraz, pada Jumat terakhir Ramadan, mereka akan pergi ke masjid untuk berdoa.

Doa biasanya dihadiri oleh gadis-gadis yang ingin menikah, pasangan yang sudah menikah tetapi belum memiliki anak, dan wanita hamil yang ingin membawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi bayi mereka.

Uni Emirat Arab

Melansir dari Musafir, dua minggu sebelum Ramadan, masyarakat Uni Emirat Arab biasanya merayakan Haq Laila, yaitu anak-anak berkeliling lingkungan mengumpulkan permen dan kacang-kacangan dalam tas jinjing yang disebut Kharyta.

Kuwait

Hampir sama dengan Uni Emirat Arab, di Kuwait bel pintu akan berdering pada dua minggu sebelum Ramadan dan perayaan tiga hari dimana anak-anak akan mengetuk pintu rumah tetangga dan bernyanyi serta diberi imbalan permen dan coklat

Maldives

Di negeri kepulauan ini, Ramadan disebut sebagai Roadha Mas. Tradisi yang paling menonjol saat Ramadhan yaitu setelah berbuka puasa dimana seorang penyair diminta untuk membacakan Raivari atau puisi terkait Ramadan.

Lebanon

Di Lebanon, sebuah meriam akan ditembakkan setiap hari selama bulan Ramadan menandai waktu berbuka puasa. Tradisi ini dikenal sebagai Midfa Al-Iftar.

Albania

Anggota komunitas muslim Roma dari kekaisaran Ottoman ini mengumumkan awal dan akhir puasa dengan lagu-lagu tradisional.

Setiap hari selama bulan Ramadan, orang-orang Albania akan berbaris naik turun di jalan-jalan memainkan lodra, drum silinder buatan sendiri yang dilapisi kulit domba atau kambing.

Keluarga muslim akan sering mengundang mereka ke dalam rumah mereka untuk memainkan balada tradisiona merayakan awal puasa.

Maroko

Saat Ramadan, seorang penjaga kota yang dikenal sebagai nafar akan berkeliling di sekitaran Maroko menggunakan pakaian tradisional gondola, sandal, dan topi. Nafar dipilih oleh penduduk kota untuk menyusuri jalan sambil meniup klakson membangunkan orang untuk sahur.



Kemuliaan Bulan Ramadhan



Bulan Ramadan mempunyai sisi kemuliaan tersendiri jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Yakni satu malam nilainya lebih dari seribu bulan. Dalam hadis riwayat Ahmad, dituliskan:

"Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan".

Selain keberkahan yang ada di bulan Ramadan, seperti diceritakan lewat hadis di atas, pada bulan yang suci ini para penghuni neraka juga dibebaskan dari belenggunya.

Seperti dikutip dari laman NU Online, hadis riwayat Tirmidzi menyebutkan,"Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup.

"Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka,".

Kemuliaan lain dalam bulan ramadan yakni diampuninya dosa-dosa bagi orang yang banyak beribadah pada bulan tersebut.

Hal ini bersandar pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim dengan bunyi,"Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu."


Baca juga artikel terkait TRADISI RAMADAN atau tulisan menarik lainnya Nurcholis Maarif
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nurcholis Maarif
Editor: Yandri Daniel Damaledo
Penyelaras: Yulaika Ramadhani
DarkLight