Seri Pesepakbola Muslim

Titik Balik Keislaman Riyad Mahrez Setelah Kematian Sang Ayah

Kontributor: Hendi Abdurahman - 1 Mei 2020 15:51 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Pesepakbola muslim Manchester City, Riyad Mahrez, mengalami titik balik dalam hidup dan kariernya setelah kematian sang ayah.
tirto.id - Puasa. Bertanding. Juara. Itulah yang dilakukan Riyad Mahrez pada Ramadan tahun lalu. Saat menjalani laga pemungkas Premier League 2018/2019 antara Brighton vs Manchester City, pesepakbola muslim andalan Timnas Aljazair ini tetap menjalankan ibadah puasa.

Alih-alih menjadi halangan, puasa yang tengah dijalani Mahrez justru berbuah berkah. Ia tampil brilian dengan menyumbang satu gol dan satu assist untuk kemenangan 1-4 Manchester City, klub yang dibelanya.

Hasil tersebut membuat skuad asuhan Pep Guardiola unggul satu poin atas Liverpool di klasemen akhir. The Citizens pun berhak atas trofi Premier League 2018/2019.

Rasa syukur dipanjatkan Mahrez setelah laga. Secara simbolis, ketaatannya pada Islam kerap ditunjukkan ketika melakukan selebrasi usai mencetak gol. Ia nyaris selalu mengangkat kedua tangan, menunjuk ke langit.

Mahrez memang pesepakbola muslim yang taat. Pemain yang turut berperan besar mengantarkan Leicester City juara Premier League 2015/2016 ini selalu menyambut datangnya bulan suci dengan suka-cita, juga untuk Ramadan tahun ini.

“Ramadan Mubarak untuk semua saudara dan saudari saya. Semoga Allah melancarkan puasa kita. Mari kita berpikir dan berdoa untuk semua orang yang mengalami kesulitan pada situasi saat ini,” kata Riyad Mahrez lewat Twitter.


Terlecut Wafatnya Sang Ayah

Riyad Karim Mahrez lahir di Sarcelles, sebuah kawasan di pinggiran utara Kota Paris, Perancis, pada 21 Februari 1991. Kedua orangtuanya berkebangsaan Aljazair. Riyad juga memiliki darah Maroko dari sang ibu, Halima.

Meskpun lahir di Perancis, kecintaan Riyad Mahrez terhadap Aljazair tidak pernah hilang. Ia buktikan hal itu dengan memilih memperkuat tim nasional tanah air leluhurnya tersebut. Riyad Mahrez tidak memiliki kewarganegaraan Perancis.

Darah sepak bola pada diri Riyad terwarisi dari ayahnya, Ahmed Mahrez, yang merupakan mantan pemain Timnas Aljazair. Ahmed sangat mendambakan sang putra bisa mengikuti jejaknya.

Belum sempat menyaksikan harapannya itu, Ahmed meninggal dunia ketika Riyad berusia 15 tahun. Inilah titik kebangkitan Riyad untuk menggapai asa, mewujudkan cita-cita sang ayah, sekaligus menjadi seorang muslim yang lebih baik.

“Ayah selalu berada di belakang saya, dia menginginkan saya menjadi pemain sepak bola. Dia selalu bersama saya. Dia datang ke setiap pertandingan saya dan memberi masukan,” kata Riyad Mahrez seperti dikutip The Guardian.

“Saya tidak tahu apakah saya mulai lebih serius bermain bola, tetapi setelah kematiannya, segalanya dimulai. Mungkin di kepala saya, saya menginginkan sesuatu yang lebih baik,” lanjutnya.

Hal tersebut diamini oleh sahabat Mahrez bernama Youssef Ghani. “Dia [Riyad Mahrez] sangat religius, memilki keyakinan agama [Islam] yang kuat," sebutnya.

"Selama masa sulit itu, [setelah sang ayah wafat], yang menjadi titik balik dalam hidupnya, dia mulai berdoa dengan sungguh-sungguh dan secara teratur mengunjungi masjid,” imbuh Ghanmi.

“Kematian ayahnya membuatnya sadar akan banyak hal, ia mengambil lebih banyak tanggung jawab setelah itu,” lanjutnya.


Jiwa Sosial Sang Juara

Di luar sepak bola, Riyad Mahrez memiliki jiwa sosial yang tinggi. Rasa empati ia tunjukkan usai mendengar kasus penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang.

Melalui akun Instagram resminya, perengkuh dua kali juara Premier League bersama Leicester City dan Manchester City ini mengucapkan rasa belasungkawa: “Inna lillahi wa inaa ilaihi raji’un.

Riyad Mahrez juga pernah memberikan jersey dengan tanda tangannya kepada korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, yakni seorang bocah pendukung Manchester City bernama Rizky.

Dilaporkan BBC, kabar tersebut sampai ke Inggris hingga ke telinga Riyad Mahrez. Dalam sebuah video, winger lincah ini tanpa sungkan menanyakan kabar Rizky dan berharap kondisinya baik-baik saja.

“Saya dengar kamu adalah pendukung Manchester City. Saya mendoakanmu bisa segera pulih,” kata Riyad Mahrez.


Tak hanya itu, Rizky berkesempatan terbang ke Inggris ditemani ayahnya untuk menonton langsung laga yang sangat istimewa bagi Riyad Mahrez, yakni Manchester City vs Leicester City, di Etihad Stadium. Rizky juga diberi kehormatan sebagai player escort.

Terbaru, Riyad Mahrez dan beberapa pemain di Premier League lainnya menggalang dana untuk National Heath Service guna melawan pandemi Corona COVID-19.

Bertajuk #PlayersTogether, Riyad Mahrez dan kawan-kawan akan mendistribusikan dana secara cepat dan efisien ke tempat serta pihak yang paling membutuhkan.

Baca juga artikel terkait SERI PESEPAKBOLA MUSLIM atau tulisan menarik lainnya Hendi Abdurahman
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Hendi Abdurahman
Penulis: Hendi Abdurahman
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight