Menuju konten utama

Tips Mengatasi Anak Takut ke Dokter Gigi: Hindari Suap atau Imbalan

Semakin dini seorang anak mengunjungi dokter gigi, semakin baik. Sebaiknya kunjungan pertama dimulai pada usia 1 tahun atau saat gigi pertama terlihat.

Tips Mengatasi Anak Takut ke Dokter Gigi: Hindari Suap atau Imbalan
Ilustrasi buka mulut. FOTO/Istockphoto

tirto.id - Membawa anak ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan atau sekadar memastikan kesehatan giginya sering kali membutuhkan perjuangan ekstra.

Tak sedikit anak yang menolak saat diajak mendatangi dokter gigi dengan berbagai alasan.

Tak sedikit pula anak-anak yang merasa takut untuk mengunjungi dokter gigi karena harus berbaring di kursi asing yang dipenuhi dengan suara dan benda asing.

Padahal kerusakan gigi pada anak-anak sering kali terjadi, terutama pada mereka yang berusia 5 hingga 10 dengan rata-rata dua hingga tiga gigi susu yang rusak, hilang atau bertambal.

Jadi, sangatlah penting untuk mengajari anak Anda membersihkan gigi dengan benar dan rutin mengunjungi dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda pertimbangkan untuk membujuk anak agar mau dan tak takut mengunjungi dokter gigi.

1. Semakin kecil usia anak dibawa ke dokter gigi semakin baik

Semakin dini seorang anak mengunjungi dokter gigi, semakin baik. Sebaiknya kunjungan pertama dimulai pada usia 1 tahun atau saat gigi pertama terlihat.

"Ini akan memberi anak Anda 'dental home' di mana semua kebutuhannya - baik kunjungan pencegahan berkala atau darurat - akan diurus," kata Rhea Haugseth, D.M.D., presiden American Academy of Pediatric Dentistry, seperti dilansir Parents.

2. Hindari suap atau imbalan

Banyak ahli tidak menyarankan untuk menjanjikan sesuatu kepada anak Anda saat ia melakukan perawatan khusus atau pemeriksaan ke dokter gigi.

Melakukan hal itu hanya akan meningkatkan ketakutan mereka. Mengatakan, "Jika kamu tidak rewel atau menangis, kamu akan mendapatkan permen lolipop," mungkin membuat si kecil berpikir, "Apa buruknya dokter gigi itu sehingga aku ingin menangis?"

Menjanjikan sesuatu manis justru mengirimkan pesan yang salah setelah dokter gigi menekankan untuk memiliki gigi yang bersih dan sehat dengan menghindari permen yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

Sebaliknya, setelah kunjungan selesai, pujilah anak Anda atas perilaku baik dan keberaniannya. Sesekali, kejutkan dia dengan stiker atau mainan kecil sebagai penyemangat.

3. Jadwalkan kunjungan ke dokter gigi pada pagi hari

Jika memungkinkan, jadwalkan kunjungan ke dokter gigi pada pagi hari saat anak kecil segar dan mood-nya relatif masih baik, seperti dilansir Stanford Childrens.

4. Ajak anak untuk berdiskusi tentang dokter gigi

Sebelum melakukan kunjungan ke dokter gigi sebaiknya diskusikan dengan anak Anda tentang apa itu dokter gigi, bagaimana mereka bekerja.

Ingatlah bahwa perasaan Anda terhadap kunjungan atau pemeriksaan ke gigi bisa sangat berbeda dari perasaan anak Anda.

Jujurlah dengan pandangan Anda tentang dokter gigi. Jika Anda memiliki masalah gigi, berhati-hatilah untuk tidak menghubungkan rasa takut atau tidak suka yang mungkin Anda alami dengan anak Anda.

Orang tua perlu memberikan dukungan moral dengan tetap tenang selama berada di ruang pemeriksaan gigi. Anak-anak dapat menangkap kecemasan orang tua dan menjadi cemas sendiri.

5. Tak perlu memberi banyak informasi pada kunjungan pertama

Saat mempersiapkan kunjungan atau pemeriksaan ke dokter gigi, terutama yang baru pertama kali, usahakan untuk tidak memasukkan terlalu banyak detail informasi kepada anak.

Melakukan hal itu akan menimbulkan lebih banyak pertanyaan, dan menambahkan lebih banyak informasi tentang perawatan tambahan seperti tambalan yang mungkin belum anak Anda butuhkan saat itu.

Terlalu banyak memberikan informasi yang mungkin tidak perlu untuk kunjungan pertama ke dokter gigi justru bisa menyebabkan kecemasan yang tidak perlu pada anak.

Pertahankan sikap positif saat membahas kunjungan atau pemeriksaan yang akan dilakukan, tetapi jangan berikan harapan palsu kepada anak Anda.

"Hindari mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, karena jika anak Anda akhirnya membutuhkan perawatan, dia mungkin kehilangan kepercayaan pada dokter gigi dan Anda," kata Joel H. Berg, DDS, MS, Direktur Departemen Kedokteran Gigi di Rumah Sakit Anak Seattle, dilansir dari laman Parents.

6. Jangan menjadikan kunjungan ke dokter gigi sebagai ancaman

Jadikan selalu kunjungan ke dokter gigi sebagai pengalaman yang positif. Jangan pernah menggunakan dokter gigi sebagai ancaman untuk tidak menggosok gigi atau perilaku lainnya seperti dilansir laman Health Direct.

Sebab jika hal itu Anda lakukan akan membuat anak menganggap dokter gigi sebagai sesuatu hal yang menakutkan atau membuat mereka merasa tak nyaman.

Baca juga artikel terkait DOKTER GIGI atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH