Menuju konten utama

Tinggi Rata-rata Orang RI Cuma 165 Cm, Zulhas Soroti Urgensi MBG

Zulhas berharap MBG dapat membangun SDM yang tidak hanya lebih sehat dan bertubuh optimal, tetapi juga lebih cerdas dan produktif.

Tinggi Rata-rata Orang RI Cuma 165 Cm, Zulhas Soroti Urgensi MBG
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) mengamati produk pangan lokal yang dipamerkan pada forum Global International Sustaince Rice Forum (ISRF) di Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/11/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan fakta terkait kondisi gizi dan perkembangan fisik penduduk Indonesia. Dia menjelaskan bahwa tinggi tubuh rata-rata masyarakat Indonesia pada 1984 adalah 165cm, sama dengan tinggi badan penduduk Cina dan Korea Selatan.

Namun, mirisnya tinggi badan penduduk Asia lainnya itu sudah naik 10cm ke 175cm pada 2025, sedangkan tinggi tubuh rata-rata penduduk Indonesia stagnan.

"Dulu kita sama, sama tingginya. Orang Indonesia itu rata-rata 165 cm, kayak saya ini, mereka (Cina dan Korea Selatan) juga 165 cm. Kita sekarang masih rata-rata 165 cm. Tiongkok sama Korea Selatan rata-rata 175 cm tingginya," kata Zulhas di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, ketertinggalan ini terjadi karena perbedaan asupan gizi. Karena itu, ia menilai program makan bergizi gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo penting untuk mendorong peningkatan kualitas manusia Indonesia.

“Makan itu bukan sekedar bantuan, bukan. Makan itu menyangkut peradaban. Yang terhidang di meja kita itu, itu peradaban ribuan tahun,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kedaulatan ekonomi suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan sekadar pada kekayaan alam.

"Tidak ada negara maju itu tergantung sumber daya alam. (Adanya) tergantung kepada sumber daya manusia. Tergantung kepada orangnya," ujarnya.

Ia pun mengkritisi pola bantuan pangan yang selama ini diberikan, seperti beras 10 kilogram dan bantuan tunai Rp300 ribu, yang dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi yang baik.

"Kalau rakyat kita hanya bantuan beras 10 kilo, bantuan tunai Rp300 ribu, bayangkan bagaimana gizinya?” tutur Zulhas.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah akan pun menargetkan program makanan bergizi gratis yang menyasar 82,9 juta penerima manfaat tahun depan. Program ini diharapkan dapat menjamin perkembangan gizi anak secara berkala.

"Kita berharap anak-anak kita nanti cukup kuat fisiknya, cerdas IQ 120," imbuhnya.

Zulhas juga menyoroti pola permukiman dan budaya makan yang mempengaruhi perkembangan fisik masyarakat Indonesia. Ia mencontohkan, baru dalam beberapa dekade terakhir masyarakat Indonesia mulai secara masif mengonsumsi ayam broiler dan daging sapi.

Selain itu, pola permukiman yang tersebar di berbagai wilayah, warisan dari sistem ladang berpindah (huma), dinilai kurang efisien dalam penyaluran infrastruktur dasar, termasuk akses terhadap pangan bergizi.

"Beda sama luar negeri, perkampungannya satu wilayah. Sehingga efisien infrastrukturnya. Efisien listriknya, efisien airnya. Kalau ada masalah cepat. Nah kalau kita kan enggak," jelasnya.

Dengan program MBG, ia berharap dapat membangun SDM Indonesia yang tidak hanya lebih sehat dan bertubuh optimal, tetapi juga lebih cerdas dan produktif.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana