tirto.id - Khutbah Jumat 23 Januari 2026 bulan Syaban mengusung tema pintu gerbang kemuliaan. Isi teks khutbah Jumat dapat menjadi acuan khatib dalam menjalankan tugas.
Khutbah Jumat 23 Januari bertepatan dengan 4 Syaban 1447 H, atau jumat pertama bulan Syaban 1447 Hijriah. Bulan Syaban merupakan pintu gerbang kemuliaan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Bulan Syaban juga menjadi momen yang tepat bagi umat Islam untuk menyiapkan diri menghadapi bulan penuh berkah. Pada bulan Syaban, laporan amal kebaikan umat Islam akan disampaikan kepada Allah. Di pertengahan bulan Syaban terdapat malam penuh ampunan yang disebut malam Nisfu Syaban.
Teks Khutbah Jumat 23 Januari Bulan Syaban: Pintu Gerbang Kemuliaan
Teks khutbah Jumat dapat menjadi acuan bagi umat Islam, khususnya khatib yang bertugas. Berikut teks khutbah Jumat 23 Januari 2026 dengan tema bulan Syaban sebagai gerbang kemuliaan:
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَاتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ،
قَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah....
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.
Mari kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa menghadap-Nya kelak.
Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.
Jemaah yang berbahagia.....
Khatib ingin mengajak bersama-sama untuk merenungi sebuah topik yang sangat penting, yaitu bulan Syaban sebagai pintu gerbang kemuliaan. Hari ini, kita telah memasuki Bulan Syaban. Syaban adalah gerbang menuju Ramadhan.
Dalam kalender Hijriah, bulan Syaban merupakan bulan kedelapan yang berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadan. Syaban juga menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam.
Bulan Syaban menjadi bulan pemanasan bagi umat Islam untuk menyambut datangnya Ramadan. Ibarat pertanian, bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Syaban adalah bulan menyiram tanaman, dan bulan Ramadan adalah bulan memanen. Seseorang tidak akan mungkin mendapatkan panen yang melimpah tanpa menyiram tanaman dengan tekun.
Bulan Syaban juga ibarat salat sunah rawatib terhadap salat fardhu. Syaban bisa dikatakan sebagai qobliyah Ramadan. Dengan demikian, bulan Syaban menjadi pelengkap kekurangan yang mungkin nanti terjadi pada puasa wajib, sekaligus menyiapkan jiwa saat memasuki bulan suci.
Bulan Syaban juga menjadi waktu terakhir bagi umat Islam yang ingin membayar utang puasa atau qadha puasa bulan Ramadan tahun sebelumnya. Bulan Syaban juga disebut dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad.
Pada bulan Syaban, Allah menurunkan perintah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Hal ini termaktub dalam Al-Quran surah Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦
innallâha wa malâ'ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ
Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
Hadirin jamaah Jumat Rahimakumullah.....
Pada bulan Rajab, terdapat malam istimewa yang disebut sebagai malam Nisfu Syaban yang jatuh pada malam ke-15. Pada malam tersebut, Allah Swt. membuka pintu ampunan (magfirah) di waktu tersebut untuk berbagai jenis dosa kecuali musyrik.
Jika merujuk pada kalender, malam Nisfu Syaban dimulai pada Senin, 2 Februari 2026, malam hari setelah salat Magrib. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menunaikan berbagai amal saleh, ibadah, hingga berdoa memohon ampun kepada Allah.
Malam Nisfu Syaban sebagai malam penuh ampunan tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh oleh Imam Muslim dalam Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah:
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ
Artinya:"Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan apa pun kecuali laki-laki yang antara dirinya dengan saudaranya ada kebencian,".
Kemudian, bulan Syaban merupakan bulan diangkatnya catatan amal tahunan manusia kepada Allah Swt. Sebab itu, umat Islam mengisi bulan Syaban dengan berbagai amalan ibadah dan amal saleh lainnya, termasuk puasa.
Hal ini juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad semasa hidup. Puasa sunah dianjurkan bagi umat Islam di bulan Syaban baik puasa Senin Kamis maupun puasa Ayyamul Bidh yang dikerjakan pada 13, 14, dan 15 Syaban. Amalan ini juga dicontohkan Nabi semasa hidup.
Nabi melakukan puasa sunah di bulan Syaban karena amalan umat manusia diangkat dan diperlihatkan kepada Allah di malam Nisfu Syaban. Sehingga kondisi terbaik untuk menjalani proses pemeriksaan amal adalah dengan beribadah melalui puasa sunah.
Hal ini diriwayatkan dalam hadis Imam Ahmad yang berbunyi:
ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
"Itulah bulan yang orang-orang banyak yang lalai antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan ditampakkannya amalan-amalan, dan aku suka ketika amalanku diperlihatkan dihadapan Rabbku, sedangkan aku dalam keadaan berpuasa," (HR Ahmad).
Jamaah yang berbahagia.......
Syaban adalah waktu terbaik untuk membiasakan diri berpuasa sunah, membaca Al-Qur'an, dan bangun malam. Agar saat Ramadhan tiba, jiwa kita telah siap untuk mengisinya dengan ibadah dan amal kebaikan.
Mari kita jadikan bulan Syaban ini sebagai momentum untuk menyucikan jiwa. Bersihkan hati dari sifat dengki, sambung kembali tali silaturahmi yang terputus.
Terakhir, mari kita isi bulan ini dengan doa yang juga dibaca Nabi Muhammad:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Yang artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
Dengan memahami bulan Syaban sebagai pintu kemuliaan menuju Ramadhan, semoga kita bisa semakin mendekatkan diri dengan Allah.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah II
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ. اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ:
فَيَاعِبادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ العَالَمِينَ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبادَ الله
إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ
تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































