Menuju konten utama

Tata Transportasi, DKI Tambah Selter Ojol dan Tertibkan Pak Ogah

Pemprov DKI Jakarta akan memperbanyak shelter ojol di terminal dan stasiun. Fasilitas gratis 24 jam ini dibangun bersama aplikator.

Tata Transportasi, DKI Tambah Selter Ojol dan Tertibkan Pak Ogah
Pengemudi ojek online membawa penumpang melintas di Jalan S Parman, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (19/1/2026). Pemerintah menargetkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tentang ojek online dapat terbit pada kuartal I-2026, regulasi tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem transportasi daring yang adil bagi seluruh pihak, mulai dari mitra pengemudi, perusahaan aplikasi, hingga masyarakat sebagai pengguna layanan. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperbanyak selter ojek online di sejumlah titik sebagai bagian dari penataan transportasi.

Setelah meresmikan Shelter Grab Indonesia Thamrin Bundaran HI, Selasa (7/7), pemerintah menyatakan pembangunan selter akan diperluas ke terminal dan stasiun melalui kerja sama dengan aplikator serta pengelola kawasan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan seluruh terminal telah diperintahkan untuk menyediakan selter. Saat ini, pemerintah juga sedang mencocokkan data bersama aplikator dan pemilik gedung untuk menentukan lokasi pembangunan berikutnya.

"Saat ini sudah kami perintahkan untuk membuat selter. Selanjutnya nanti seluruh terminal juga akan ada selter-selternya. Kami saat ini sedang mencocokkan data, nanti per wilayah akan kita tentukan antara aplikator dan juga para pemilik gedung," ujar Budi Awaluddin, di Wisma Kosgoro, Selasa (7/7/2026).

Kepala Dishub menambahkan selter tersebut dapat digunakan secara gratis dan akan beroperasi selama 24 jam. Penataan serupa juga akan dilakukan di kawasan stasiun melalui kerja sama dengan pihak perkeretaapian.

"Ini gratis dan juga 24 jam di sini. Begitu juga nanti yang tempat-tempat lainnya. Selanjutnya, untuk stasiun kami akan bekerja sama juga dengan kereta api untuk melakukan penataan ini," katanya.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta penataan transportasi juga diikuti dengan penertiban praktik "Pak Ogah" di jalan-jalan protokol.

Pramono telah menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya agar lalu lintas menjadi lebih tertib.

"Saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk tempat-tempat jalan-jalan protokol yang ada Pak Ogahnya ditertibkan. Saya ingin Jakarta menjadi lebih rapi, semuanya ditangani oleh Dinas Perhubungan dan juga tentunya dengan Polda Metro Jaya untuk lalu lintasnya, mudah-mudahan membuat Jakarta lebih nyaman, lebih aman, lebih bisa dinikmati," ujar Pramono.

Baca juga artikel terkait TRANSPORTASI UMUM atau tulisan lainnya dari Putri Az Zahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Putri Az Zahra
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra