Menuju konten utama
Pendidikan Agama Islam

Tata Cara Ziarah Kubur dan Perbedaannya dengan Ta'ziyah

Tata cara ziarah kubur, doa ziarah kubur, adab ziarah kubur dan pengertian takziah.

Tata Cara Ziarah Kubur dan Perbedaannya dengan Ta'ziyah
Ilustrasi warga melakukan ziarah kubur. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pras.

tirto.id - Islam tidak hanya mengatur perkara orang-orang yang hidup, namun juga perkara orang yang sudah meninggal.

Hal ini menunjukkan penghormatan Islam kepada manusia. Keadaan mereka diperhatikan Islam sejak lahir sampai bersemayam di liang lahad.

Tidak hanya itu, bahkan kepada orang-orang yang bermaksud mengunjungi kuburan tempat si mayat bersemayam pun ada syariatnya.

Secara sederhana, usai seseorang meninggal, aturan mengenai cara bergaul dengan si mayit dapat dilakukan dengan dua hal, yaitu dengan melawat atau bertakziah kepada keluarga berkabung dan berziarah ketika sudah dikuburkan.

Kegiatan takziah dan ziarah kubur adalah dua kegiatan yang berbeda. Perbedaan antara takziah dengan ziarah dapat ditinjau dari waktu pengerjaannya.

Takziah dilakukan ketika jenazah belum dikuburkan. Artinya, takziah merupakan kegiatan mengunjungi keluarga berkabung untuk menghibur dan meringankan beban mereka karena ditinggal mati si mayit.

Sementara itu, ziarah kubur adalah praktik mengunjungi makam jenazah yang sudah dikuburkan. Tujuannya untuk mendoakan si mayit dan mengenang kematian agar seorang muslim lebih bertakwa kepada Allah SWT.

Penjelasan lebih lanjut mengenai takziah dan ziarah kubur diterakan sebagai berikut:

Takziah kepada Keluarga Berkabung

Ketika seorang muslim meninggal, tetangga dan lingkungan sekitarnya dianjurkan untuk melawat atau bertakziah kepada keluarga mayit untuk meringankan kesedihan dan beban mereka.

Bertakziah ini hukumnya sunah dan mendapat pahala bagi yang mengerjakannya.

Hal ini tergambar dalam suatu riwayat bahwasanya Umayyah RA mengatakan bahwa anak perempuan Rasulullah SAW menyuruh seseorang memanggil dan memberitahu beliau bahwa anaknya dalam keadaan sekarat.

Lalu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Kembalilah engkau kepadanya. Katakan bahwa segala yang diambil dan yang diberikan, bahkan apa pun yang ada di hadapan kita kepunyaan Allah. Dialah yang menentukan ajalnya, maka suruhlah ia sabar dan tunduk kepada perintah,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dalam uraian "Kepedulian Umat Islam terhadap Jenazah" yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disebutkan mengenai adab dan tata krama selama takziah sebagai berikut:

    • Seorang muslim dianjurkan menyampaikan bela sungkawa dan berdoa untuk kebaikan serta ampunan terhadap orang yang meninggal.
    • Menyampaikan dukungan agar keluarga yang ditinggal bersabar atas cobaan tersebut.
    • Orang yang melawat juga diminta untuk menghindari pembicaraan yang menambah sedih keluarga yang berkabung.
    • Orang yang melawat juga diminta menghindari canda-tawa apalagi sampai terbahak-bahak untuk menghormati keluarga berkabung dan mayit yang menjemput maut.
    • Turut menyalati mayat dan turut mengantarkan ke pemakaman sampai selesai penguburan.
    • Jika dimungkinkan, pelawat dianjurkan membawa bantuan atau membuatkan makanan bagi keluarga yang ditimpa musibah.

Tata Cara Ziarah Kubur

Ziarah kubur termasuk salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam.

Pada mulanya, ziarah kubur dilarang dan haram dilakukan, namun di penghujung masa kenabian, ziarah kubur diperbolehkan oleh Rasulullah SAW, bahkan terdapat hadis yang menganjurkan hal tersebut.

Dalilnya adalah sabda Nabi Muhammad SAW: "Dahulu aku telah melarang kalian berziarah ke kubur. Namun sekarang, berziarahlah kalian ke sana," (H.R. Muslim)

Mengenai hukumnya, NU Online menuliskan bahwa hukum ziarah kubur adalah sunah, berdasarkan mazhab Syafi'i dari kesepakatan atau ijmak para pengikut Imam Syafi'i.

Ketika melakukan ziarah kubur, seorang muslim dianjurkan untuk mendoakan orang sudah meninggal tersebut, membaca ayat Alquran, dan zikir.

Berdasarkan teladan Nabi Muhammad SAW, saat memasuki kompleks pemakaman, dianjurkan membaca salam sebagai berikut:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Bacaan latinnya: "Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn"

Artinya: "Assalamu’alaikum, tempat bersemayam orang-orang beriman kepada Allah. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami Insya Allah [atas izin Allah] akan menyusul kalian."

Adab dan tata krama ziarah kubur adalah sebagai berikut:

    • Ziarah dilakukan dengan niat ikhlas dan ibadah kepada Allah SWT.
    • Sesampai di pintu kuburan atau kompleks pemakaman, dianjurkan membaca salam seperti disebutkan di atas.
    • Tidak banyak bicara mengenai urusan dunia di areal pemakaman.
    • Berdoa untuk ampunan dan kesejahteraan si mayat di alam barzah.
    • Bagi peziarah kubur, diminta agar tidak berjalan melangkahi kuburan atau menduduki nisan untuk menghormati orang yang sudah meninggal.

Baca juga artikel terkait DOA ZIARAH KUBUR atau tulisan lainnya dari Abdul Hadi

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Dhita Koesno