tirto.id - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membuka akses sejumlah taman menjadi 24 jam disambut gegap gempita oleh warga. Ragam kegiatan di taman makin semarak dilaksanakan bahkan hingga malam hari.
Salah satu apresiasi datang dari komunitas olahraga papan seluncur atau skateboard, Patriot Skate. Menurut pendiri Patriot Skate, Odenk, kebijakan Pemprov DKI Jakarta menambah jam malam taman membuatnya semakin terpacu untuk meningkatkan ide dan kreatifitas dalam berkarya.
Odenk menceritakan, dengan dibukanya taman selama 24 jam, para pemain skateboard memiliki waktu lebih banyak dalam mengobservasi kemampuan dan performa mereka. Menurutnya, suasana taman di malam hari membuat mereka lebih leluasa berakrobat dengan mencoba banyak gaya sehingga bisa didokumentasikan dalam video untuk diunggah di media sosial.
"Wajarnya skaters take video itu ketika aktivitas taman-taman lebih sepi dan tidak mengganggu serta membahayakan pengunjung taman atau fasilitas umum lainnya," kata Odenk saat dihubungi Tirto, Selasa (1/7/2025).
Dia menjelaskan, ada banyak area skateboard yang dibuka untuk umum selama 24 jam di bawah jalan layang dan area terbuka lainnya. Namun, menurut Odenk, bermain skateboard di Ruang Terbuka Hijau (RTH) taman memiliki tantangan tersendiri yang tidak bisa didapat di tempat lain.
"Karena kondisi taman umum itu tidak bisa diprediksi, makanya kita sebut sekarang dengan hobi ekstrem," kata dia.

Sejak awal pembukaan operasional taman 24 jam di lima lokasi di Jakarta, banyak warga yang menyambut antusias. Sebelumnya tirto.id pernah berkunjung di malam hari ke Taman Lapangan Banteng. Di sana, banyak warga yang memanfaatkan taman untuk berolahraga seperti bermain bulu tangkis.
Pengalaman selengkapnya bisa Anda baca di sini: Taman Kota di Jakarta Buka 24 Jam Disambut Antusiasme Warga.
Taman sebagai Wadah Inklusif Warga Jakarta
Pembukaan operasional taman selama 24 jam merupakan bentuk implementasi janji politik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Hingga hari ini, total ada lima taman yang dibuka selama 24 jam. Kelima taman itu adalah Taman Menteng dan Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat, serta Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Literasi Martha Tiahahu di Jakarta Selatan.
Pramono menyampaikan, dibukanya taman selama 24 jam merupakan dukungan pemerintah kepada para warga agar bisa berinteraksi secara inklusif tanpa ada batas atau sekat sosial.
“Peresmian lima taman yang dibuka 24 jam ini dilakukan untuk mendukung fungsi ruang terbuka hijau sebagai taman yang inklusif bagi warga, dengan tetap memperhatikan fungsi ekologisnya,” kata Pramono dalam keterangan pers pada Jumat (16/5/2025).
Pramono mengaku bahagia melihat tingginya antusias warga yang menikmati dibukanya taman selama 24 jam. Dia melihat Taman Lapangan Banteng yang kian diminati warga dengan ramainya komunitas yang dilakukan secara swadaya dari pagi hingga malam hari.
“Terus terang, saya sungguh tidak menyangka Taman Lapangan Banteng ini sangat bagus. Komunitas yang datang menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Tadi saya bertemu dengan komunitas sepeda malam, komunitas reptil, komunitas kucing dan anjing, komunitas pecinta taman malam, komunitas yoga, dan sebagainya,” kata dia.

Ia berharap taman-taman tersebut mampu melepas rasa penat warga Jakarta yang lelah bekerja, kemudian mempertemukan setiap individu agar semangat gotong royong dan interaksi warga semakin meningkat.
“Mudah-mudahan, dengan dibukanya lima taman 24 jam ini, masyarakat Jakarta memiliki lebih banyak ruang untuk menikmati waktu setelah pulang kantor. Ada perpustakaan, museum, dan taman. Nanti akan ada aktivitas lain yang kami siapkan agar semakin banyak ruang bagi warga Jakarta untuk mengekspresikan diri,” ujarnya.
Demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga yang berkunjung di taman, Pramono menegaskan akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap taman-taman yang dibuka selama 24 jam. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memasang CCTV di kawasan taman yang dipantau oleh petugas keamanan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat dan komunitas di Jakarta untuk berperan dalam aktivasi taman 24 jam dan merawatnya dengan baik,” kata Pramono.
Selain lima taman, Pemprov DKI Jakarta juga menambah jam operasional Taman Tebet Eco Park hingga pukul 10 malam. Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta berencana memperbanyak lokasi taman yang buka 24 jam, seperti di area Kanal Banjir Timur (KBT) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo.
Diapresiasi DPRD
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mengapresiasi kinerja Pemprov DKI Jakarta yang membuka lima taman di Jakarta untuk masyarakat dengan persiapan yang matang. Dia berharap Pemprov DKI Jakarta melakukan upaya untuk penambahan taman yang bisa dibuka selama 24 jam sehingga warga bisa berolahraga dan menyegarkan pikiran di malam hari.
"Saya support bahkan kalau perlu ditambah lagi jumlah tamannya,” ujar Khoirudin, di Gedung DPRD DKI, dikutip dari siaran pers, Rabu (9/4/2025).
Khoirudin menegaskan, pelaksanaan taman 24 jam harus diawasi secara ketat. Dia juga berharap warga semakin bahagia karena bisa melepas penat di taman juga ada kenaikan efek secara ekonomi bagi para pedagang kaki lima di wilayah tersebut.
"Jumlah pengawasan juga harus diperbanyak. Dengan betul-betul pemanfaatannya buat refreshing warga Jakarta. Yang memang tensi ekonomi dan sosial sudah tinggi, jadi perlu refreshing. Saya support pembukaan taman 24 jam," kata dia.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis meminta Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kerja sama usai menambah jam operasional taman menjadi 24 jam, khususnya dengan kepolisian dan TNI demi menjaga keamanan dan ketertiban sehingga warga menjadi nyaman.
"Keamanan dan kenyamanan juga harus diperhatikan. Perlu disiapkan tempat sampah, CCTV, dan petugas kebersihan," kata dia.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id































