Menuju konten utama

Tak Pusing Beras Alfamart-Indomaret Langka, Amran: Beli di Pasar

Kelangkaan beras premium di ritel modern disebut lebih disebabkan oleh kehati-hatian para peritel dalam menjaga kualitas.

Tak Pusing Beras Alfamart-Indomaret Langka, Amran: Beli di Pasar
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan pemaparan saat konferensi pers di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (26/11/2024). Mentan Andi Amran mengatakan telah menonaktifkan 11 pejabat Kementan, memasukkan 4 perusahaan pupuk dalam daftar hitam, dan memproses 23 perusahaan lainnya atas temuan pupuk palsu dengan kandungan jauh di bawah standar yang diperkirakan merugikan petani hingga Rp3,2 triliun sebagai upaya memberantas mafia pertanian. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman enggan mempermasalahkan kelangkaan stok beras premium di toko-toko ritel modern seperti Alfamart hingga Indomaret. Pasalnya, ketersediaan beras premium di toko ritel tidak memengaruhi stok beras di Indonesia.

Selain itu, kendati terjadi kelangkaan beras di toko ritel modern, masyarakat masih bisa membeli kebutuhan pangan pokok itu di pasar tradisional atau pengecer lainnya.

"Kalau di ritel langka, tidak memengaruhi (stok) beras Indonesia. Kenapa? Kalau di ritel kosong, itu (masyarakat) bergeser ke pasar tradisional, di manapun bisa beli," kata Amran kepada awak media, di sela Rakornas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rabu (20/8/2025).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menyampaikan pihaknya telah bertemu dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Dalam penjelasan para pengusaha ritel, kelangkaan beras premium di ritel modern lebih disebabkan oleh kehati-hatian para peritel dalam menjaga kualitas beras premium yang mereka jajakan.

Hal ini dilakukan pasca adanya temuan beras tidak sesuai mutu yang dijual di ritel-ritel modern.

"Sekarang anggota Aprindo lebih berhati-hati apa yang mereka lakukan dulunya tuh mereka ketika membeli beras, kemudian mereka langsung pajang di gerai-gerai mereka karena ada temuan beberapa (merek beras), terutama oleh yang lama kemarin itu. Tapi itu lebih berhati-hati nih mengukurnya kembali berasnya, kemudian dilihat ini pecahannya berapa," beber Iqbal.

Proses verifikasi beras inilah yang kemudian membuat stok beras di toko-toko ritel modern langka. Meski begitu, lamanya proses verifikasi ini dipastikan tidak akan mengerek harga beras premium di toko ritel modern.

Sementara itu, berbeda dengan beras premium di toko ritel modern, Iqbal memastikan pasokan beras Indonesia cukup dan bahkan kini dalam kondisi surplus.

"Ketersediaan beras sangat amat cukup, kita surplus. Nggak, nggak ada kita kekurangan beras. Begitu juga didapatkan anggota Aprindo. Memang agak lebih lama tuh mengeluarkan berasnya dari gudang mereka ke gerai mereka masing-masing," tegas Iqbal.

Baca juga artikel terkait BERAS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana