tirto.id - Satgas Pangan Polri mengakui adanya kelangkaan beras premium yang terjadi di pasaran. Atas dasar itulah Satgas Pangan melakukan operasi besar-besaran dan mengusung program penyaluran beras murah.
Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Helfi Assegaf, bahkan mengeluarkan surat telegram perintah kepada seluruh Ditreskrimum seluruh polda melakukan operasi pasar. Surat telegram itu dikeluarkan dengan nomor ST/1850/VIII/OTL.1.1.1./2025 tertanggal 12 Agustus 2025.
"Iya kemarin (ada kelangkaan), tapi sudah ditekan," ucap Helfi yang juga menjabat sebagai Direksus Bareskrim Polri itu saat dikonfirmasi, Jumat (15/8/2025).
Disampaikan Helfi, dirinya memang mengeluarkan surat telegram tersebut. Dalam surat tersebut tertulis bahwa situasi beras saat ini akan bertambah buruk jika produsen beras menarik produk mereka.
Kemudian, dia memerintahkan penegakan hukum terkait beras premium yang diduga tidak sesuai mutu yang menyebabkan kelangkaan stok dan kenaikan harga beras di pasar tradisional dan ritel modern. Kepada para Kasatgas Pangan Daerah diperintahkan Helfi untuk memonitoring dan mengecek stok beras yang tersedia di gudang-gudang pelaku usaha, produsen beras, dan distributor.
"Memerintahkan kepada pelaku usaha kemudian produsen dan distributor beras di wilayahnya masing-masing untuk segera mendistribusikan beras ke pasar tradisional dan ritel modern dan diberikan waktu dua hari sejak terbitnya ST untuk merealisasikan pendistribusian" bunyi poin kedua dalam surat telegram tersebut.
Poin selanjutnya dari surat tersebut, dikatakan bahwa Satgas Pangan harus melakukan penegakan hukum apabila ditemukan adanya penimbunan dan tidak didistribusikannya beras premium. Penindakan akan menjerat pelaku usaha dengan Pasal 170 Jo pasal 29 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp50 miliar.
Helfi menambahkan saat ini kondisi beras di pasaran sendiri sudah kembali normal. "Saat ini sudah terisi (berasnya di pasaran)," tutur dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































