tirto.id - Lembaga survei Median dan Poltracking Indonesia baru saja merilis hasil survei nasional terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Namun, kedua lembaga survei tersebut menunjukkan hasil berbeda.
Median, yang melakukan pengambilan data pada 21 Juli-2 Agustus 2026, mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 56,2 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil survei Poltracking yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026. Poltracking mencatat 47 persen publik merasa puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Survei Median bertajuk “Survei Nasional Evaluasi Kerja, Program Prioritas, Isu Terkini, dan Elektabilitas” dilakukan terhadap 1.212 responden. Survei tersebut memiliki margin of error ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berdasarkan hasil survei tersebut, alasan utama masyarakat merasa puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran adalah karena menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) bermanfaat.
“5 alasan tertinggi publik menyatakan puas terhadap pemerintah ialah: 1) MBG Bermanfaat (11,1 persen); 2) Program mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya (9,2 persen); 3) Memberantas korupsi (4,0 persen); 4) Banyak program dukung petani, pupuk mudah, hasil dibeli Bulog dengan harga bagus (3,1 persen); 5) Membantu masyarakat miskin (3,0 persen),” demikian hasil survei Median yang dikutip Tirto pada Senin (31/8/2026).
Dalam survei tersebut, MBG menjadi program yang paling disukai masyarakat. Sebanyak 38,4 persen responden mengaku menyukai program MBG, disusul Sekolah Rakyat sebesar 15,7 persen dan bantuan sosial (bansos) serta bantuan langsung tunai (BLT) sebesar 6,3 persen.
Hasil berbeda ditunjukkan survei Poltracking. Survei yang dilakukan terhadap 1.220 responden pada 14-20 Agustus 2026 itu menunjukkan 44,6 persen masyarakat menginginkan program MBG dihentikan.
Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang menginginkan program MBG tetap dilanjutkan, yakni 42,1 persen.
“Implementasi dari program MBG menuai banyak masalah. Dari kasus keracunan massal, kualitas makanan rendah, mismanajemen, dan seterusnya. Termasuk yang paling ramai skandal kasus korupsi yang menyeret jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Rangkaian polemik tersebut merusak reputasi MBG secara masif,” tulis Poltracking dalam rilis persnya yang dikutip Tirto pada Senin.
Poltracking juga menyebut penurunan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran selaras dengan menguatnya desakan untuk merombak jajaran menteri.
Mayoritas publik, yakni 51,9 persen, menilai perlu dilakukan reshuffle kabinet. Sementara itu, 27,9 persen responden menilai reshuffle tidak perlu dilakukan.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Alfitra Akbar
Masuk tirto.id


































