Menuju konten utama

Suhu Panas saat Puncak Haji, Jemaah Diimbau Rajin Cek Kesehatan

Jemaah haji yang sakit dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan wukuf di Arafah, akan disediakan layanan Safari Wukuf dengan menggunakan ambulans.

Suhu Panas saat Puncak Haji, Jemaah Diimbau Rajin Cek Kesehatan
Jamaah haji Indonesia memanjatkan doa saat wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.

tirto.id - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, memperkirakan suhu di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) saat puncak haji berpotensi mencapai 50 derajat celcius dengan kelembapan rendah di bawah 30 persen.

Kamaruddin mengimbau bagi jemaah haji renta untuk berhati-hati dan menghindari paparan sinar matahari secara langsung.

"Kondisi ini berisiko terutama bagi jamaah haji renta, oleh karena itu hindari paparan matahari langsung, tetaplah di dalam tenda dan keluar jika hanya sangat diperlukan seperti ke toilet," kata Kamaruddin dalam keterangan pers secara virtual, Minggu (1/6/2025).

Kamaruddin meminta para jemaah dengan kondisi penyakit tertentu dan lanjut usia untuk melakukan antisipasi dengan rutin memeriksakan kesehatan ke dokter. Para jemaah juga diminta untuk rutin mengonsumsi air mineral selama masa puncak haji demi mencegah dehidrasi.

"Jangan tunggu haus dan disarankan minimal satu gelas setiap jam, khusus bagi jemaah lansia atau memiliki penyakit bawaan atau kronis harap memeriksakan diri secara rutin kepada dokter kloter minimal satu kali dalam setiap minggu," katanya.

Kepada jemaah haji yang sakit dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan wukuf di Arafah, Kamaruddin meminta mereka untuk tidak memaksakan diri dan akan disediakan layanan Safari Wukuf dengan menggunakan ambulans.

Bagi jemaah yang meninggal sebelum menuntaskan ibadah haji, pemerintah telah menyediakan petugas badal haji bersertifikasi resmi dan menjamin semua proses ibadah haji sesuai dengan ketentuan syariat.

"Bagi jemaah kondisi sakit dan tidak memungkinkan wukuf secara reguler, kami telah siapkan layanan Safari Wukuf menggunakan ambulans, sementara itu jamaah yang wafat sebelum wukuf akan dibadalhajikan," kata dia.

Pemerintah menjamin pelayanan kesehatan selama kegiatan wukuf di Arafah. Kamaruddin menyebut setidaknya ada delapan pos kesehatan di Arafah, delapan pos kesehatan di Mina dan di jalur lain yang berada di tengah maktab Indonesia.

"Kami juga menyiapkan 15 ambulans yang telah memenuhi standar medis untuk keperluan evakuasi dan rujukan lebih lanjut," katanya.

Kamaruddin menjelaskan bahwa pemberangkatan jemaah haji menuju Armuzna akan dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah 1446 Hijriah atau bertepatan pada 4 Juni 2025.

"Ini adalah capaian besar yang patut kita syukuri bersama, sekaligus menjadi momen untuk memperkuat fisik, mental, dan spiritual jamaah. Persiapan menuju Arafah, Muzdalifah, Mina dan Armuzna," kata dia.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto