tirto.id - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Indriyasari alias Iin, mengaku dimintai uang sambil diancam Alwin Basri, suami mantan Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu (Mbak Ita).
"Waktu itu Pak Alwin bilang 'kalau macem-macem, tak sikat'," ucap Iin, menirukan Alwin, dalam sidang korupsi terdakwa Alwin Basri dan Mbak Ita di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (30/6/2025).
Bahkan, Alwin disebut pernah mengancam akan menghabisi Iin. "Saya nggak tahu arti kalimat dihabisi itu apa. Tapi saya takut," ucap Iin di hadapan majelis hakim yang dipimpin Gatot Sarwadi.
Alwin juga berkata akan mencopot jabatan Iin jika tidak menuruti perintahnya soal uang. Alwin memiliki kuasa karena ia merupakan suami wali kota sekaligus Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah.
"Saya diancam mau diganti. Katanya sudah disiapkan penggantinya dari provinsi," imbuhnya.
Ancaman verbal tersebut disampaikan Alwin saat meminta jatah hasil pemotongan insentif ASN pegawai Bapenda Kota Semarang. Iin menyebut pemotongan insentif sebagai iuran kebersamaan.
Dengan terpaksa, Iin menyetor uang secara bertahap dan terpisah untuk Mbak Ita dan Alwin.
Khusus untuk Mbak Ita, Iin menyetor masing-masing Rp300 juta pada Desember 2022, April 2023, Juli 2023, dan Oktober 2023. "Total Rp1,2 miliar," bebernya.
Sementara Alwin mulai meminta jatah sendiri sejak Juli 2023. "Pak Alwin minta juga, tapi pesannya jangan mengurangi jatahnya Bu Ita dan jangan bilang-bilang Bu Ita dulu," jelas Iin.
Iin pun mencari cara agar bisa memenuhi permintaan Alwin. "Karena permintaannya tambah, otomatis iuran kami di Bapenda juga tambah," imbuhnya.
Sebagai realisasi tambahan permintaan itu, Iin menyerahkan uang kepada Alwin pada Juli dan September 2023 masing-masing Rp200 juta dan pada Oktober dan November 2023 masing-masing Rp300 juta.
Setiap ada permintaan, kata Iin, ia selalu berkomunikasi dengan bawahannya yang menjabat kepada bidang (kabid) di Bapenda Kota Semarang.
Namun, ia mengaku tidak meminta pertimbangan seluruh pegawai meski sumber uang yang diambil berasal dari iuran mereka.
"Saya nggak sampaikan ke seluruh staf. Nggak nyaman mau menyampaikan. Tapi bagaimana lagi, perintah pimpinan harus saya laksanakan," ucap Iin.
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































