Menuju konten utama

Stasiun LRT dan KRL Manggarai akan Terhubung dengan Jalur Khusus

Dengan kehadiran jalur khusus yang menghubungkan LRT Jakarta dan stasiun KRL Manggarai, penumpang bisa bertukar moda transportasi dengan mudah.

Stasiun LRT dan KRL Manggarai akan Terhubung dengan Jalur Khusus
Ramdani Akbar kepada para wartawan di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/11/2025).

tirto.id - Stasiun LRT Jakarta fase 1B di Manggarai direncanakan akan terintegrasi langsung dengan Stasiun KRL Manggarai.

Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar, menjelaskan, integrasi yang dimaksud bukan berarti rangkaian kedua kereta tergabung ke dalam satu peron yang sama, melainkan masing-masing stasiun akan terhubung dengan suatu jalur yang dibangun khusus untuk mengkoneksikan kedua layanan transportasi itu.

“Jadi di situ nanti termasuk di dalam lingkup proyek LRT Jakarta 1B juga, dari stasiun LRT Jakarta Manggarai, kami akan hubungkan jalur konektivitas langsung menuju stasiun KRL di Manggarai,” jelas Ramdani kepada para wartawan di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/11/2025).

Dengan kehadiran jalur khusus yang menghubungkan LRT Jakarta dan stasiun KRL Manggarai, penumpang bisa bertukar moda transportasi dengan mudah.

“Jadi penumpang bisa langsung, misalnya turun dari Stasiun Manggarai, kita bisa lanjut ke jalur konektivitas tersebut, kemudian pindah ke LRT Jakarta, begitu juga sebaliknya,” katanya.

Ramdani menjelaskan, layanan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai ditargetkan akan mulai beroperasi pada Agustus 2026 mendatang. Layanan itu diproyeksikan mampu menarik 60 hingga 80 ribu penumpang per harinya. Namun, Ramdani mengakui bahwa tingkat okupansi itu akan meningkat secara bertahap.

“Namun tentunya pasti akan ada kenaikan yang bertahap. Jadi tidak mungkin day 1 tiba-tiba melonjak. Pasti akan ada proses, membutuhkan waktu, yang mana nantinya okupansi berdasarkan kajian kami itu bisa mencapai 60 ribu sampai 80 ribuper hari dengan adanya layanan ini," jelas Ramdani.

Diketahui, LRT Jakarta fase 1B memiliki bentang jalur sepanjang 6,4 kilometer yang memiliki 5 stasiun yaitu Stasiun Pemuda Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka stasiun Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.

Sejauh ini, sebanyak 6 stasiun LRT Jakarta telah beroperasi dengan panjang 5,2 kilometer pada fase 1, yakni Stasiun Pegangsaan dua, Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome.

Proyek LRT Jakarta fase 1B menelan biaya sekitar Rp5,3 triliun yang mencakup biaya konsultan, perizinan, hingga konstruksi. Jika fase 1B telah terbangun, LRT Jakarta memiliki panjang rute 12,2 kilometer dengan 11 stasiun mulai dari Stasiun Pegangsaan Dua hingga Stasiun Manggarai.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, menargetkan layanan LRT Jakarta bisa mengangkut sebanyak 1,2 juta penumpang hingga akhir 2025 ini.

Saat ini, ia mengungkapkan jumlah penumpang LRT Jakarta telah menembus 1 juta orang, dengan rata-rata harian mencapai 3.579 penumpang.

"Terkait jumlah penumpang, saat ini kami mencapai rata-rata kurang lebih 3.579 orang per hari atau per hari ini totalnya sudah mencapai lebih dari 1 juta penumpang. Target kami setiap tahun kurang lebih 1,2 juta, dan insyaallah akan tercapai tahun ini," kata Roberto di lokasi yang sama.

Roberto juga menyampaikan tingkat ketepatan waktu atau on-time performance (OTP) LRT Jakarta telah mencapai angka 99,9 persen sampai Oktober 2025. Menurutnya, capaian ini menunjukkan konsistensi layanan.

"Jarang penyedia layanan transportasi publik bisa mencapai on-time performance 99,9 persen," tuturnya.

Ia menambahkan standar pelayanan minimum LRT Jakarta berada pada angka 98,1 persen, yang dinilai menjadi salah satu yang tertinggi di antara moda transportasi publik lainnya.

Baca juga artikel terkait LRT JAKARTA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher