Menuju konten utama

Sosok Dua Relawan Damkar Karhutla yang Meninggal saat Bertugas

Dua relawan damkar Kalteng, Akhmad Rizani dan Ahmadin, meninggal dunia saat menangani karhutla yang masih menjadi perhatian serius.

Sosok Dua Relawan Damkar Karhutla yang Meninggal saat Bertugas
Akhmad Rizani dan Ahmadin meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Instagram/bpbd_kota_palangka_raya/damkarkobar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Duka menyelimuti Kalimantan Tengah setelah dua relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia dalam rentang waktu tiga hari. Mereka adalah Akhmad Rizani, Ketua Tim Serbu Api (TSAK) Jekan Raya dan Ahmadin alias Itam Madin, relawan Damkar Huma Singgah Itah.

Kepergian dua relawan damkar tersebut terjadi ketika penanganan karhutla masih menjadi perhatian serius di Kalimantan Tengah dan sejumlah wilayah lainnya.

Kementerian Kehutanan sendiri mengatakan jika saat ini upaya pemantauan, pencegahan, pemadaman, hingga operasi modifikasi cuaca terus dilakukan.

Sosok Dua Relawan Damkar Karhutla yang Meninggal saat Bertugas

Akhmad Rizani, Ketua Tim Serbu Api (TSAK) Jekan Raya meninggal dunia pada 27 Agustus 2026 setelah menjalani perawatan akibat mengalami sesak napas. Sosoknya dikenal memiliki dedikasi dalam penanganan kebakaran lahan dan karhutla di wilayahnya.

Kabar kepergiannya turut mendapat perhatian dari sejumlah pihak, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @palangkaraya_semakinkeren yang menyampaikan duka atas berpulangnya koordinator Tim Serbu Api Kelurahan Palangka tersebut.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Akhmad Rizani. Dalam pernyataan yang dikutip melalui unggahan tersebut, Fairid menyebut almarhum memiliki dedikasi, perhatian, dan semangat yang sangat luar biasa dalam menghadapi kebakaran lahan dan karhutla.

"Kami turut berduka atas meninggalnya almarhum. Dedikasi dan perhatian serta semangat beliau terhadap kebakaran lahan dan karhutla ini sangat luar biasa. Semoga keluarga diberi kekuatan dan kesabaran atas musibah ini,” ucap Wali Kota Fairid Naparin yang dikutip dari unggahan tersebut.

Kepergian Akhmad menjadi duka tersendiri bagi para relawan dan pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Relawan Kedua yang Meninggal Dunia

Tiga hari setelah Akhmad Rizani meninggal dunia, kabar duka kembali datang dari kalangan relawan pemadam kebakaran. Ahmadin alias Itam Madin, relawan Damkar Huma Singgah Itah, juga dilaporkan meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya terus memburuk.

Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram @damkarkobar yang mewakili keluarga besar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dalam unggahannya, pihak damkar menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ahmadin (Itam Madin) bin H. Gusti Djamliansyah, yang selama ini mengabdikan diri sebagai relawan Damkar Huma Singgah Itah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat mengenang Ahmadin sebagai sosok yang telah memberikan dedikasi, pengabdian, dan kepedulian dalam membantu masyarakat melalui tugasnya sebagai relawan pemadam kebakaran.

“Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kepedulian almarhum dalam membantu masyarakat melalui pengabdian sebagai Relawan Pemadam Kebakaran. Selamat jalan, pahlawan kemanusiaan. Jasa dan pengabdianmu akan selalu kami kenang,” tulis @damkarkobar.

Kepergian dua relawan tersebut terjadi ketika ancaman karhutla masih menjadi perhatian serius di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan

Personel Manggala Agni menyiapkan mesin pompa air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). Pemerintah mengerahkan sebanyak 12.880 personel gabungan dari unsur pemerintah dan masyarakat di tiga provinsi prioritas yaitu Kalimantan Barat sebanyak 1.410 personel, Kalimantan Tengah 10.700 personel dan 770 personel di Kalimantan Selatan untuk menangani karhutla di wilayah Kalimantan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.

Update Karhutla Hari Ini

Pada 3 September 2026, Kementerian Kehutanan melalui akun Instagram @kemenhut menyampaikan pembaruan mengenai kondisi karhutla di enam provinsi yang berstatus siaga.

Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa pemantauan kondisi dan situasi karhutla terus dilakukan di wilayah masing-masing. Pemerintah bersama tim gabungan juga masih mengupayakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan sebagai salah satu langkah untuk membantu penanganan kondisi kebakaran.

Kementerian Kehutanan menyebut operasi modifikasi cuaca terus diupayakan oleh tim gabungan yang melibatkan BNPB, BMKG, dan TNI Angkatan Udara di enam provinsi siaga karhutla yakni Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, dan Jambi.

Di sisi lain, kondisi kebakaran hutan dan lahan tetap menjadi perhatian khusus sehingga pemantauan intensif dilakukan di sejumlah wilayah. Upaya penanganan dan pencegahan juga terus berjalan untuk mencegah titik api meluas sekaligus mengurangi dampak asap yang dapat mengganggu masyarakat dan lingkungan.

Dalam keterangannya, Kementerian Kehutanan juga mengajak masyarakat untuk berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan turut menjaga lingkungan.

Pemerintah juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat penegak hukum atau pihak berwenang apabila mengetahui adanya individu maupun korporasi yang diduga sengaja melakukan pembakaran lahan. Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra