Menuju konten utama

Siswa Sekolah Rakyat Makassar Raih Prestasi Tiga Ajang Nasional

Tujuh siswa SRMA 26 Makassar meraih medali emas dan perak di tiga kompetisi nasional, membuktikan kualitas pembinaan Sekolah Rakyat.

Siswa Sekolah Rakyat Makassar Raih Prestasi Tiga Ajang Nasional
Pelajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar berhasil meraih prestasi akademik di Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15, Airlangga Competition 19, dan Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026. foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Tujuh siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar mengharumkan nama sekolah dengan meraih sejumlah medali pada tiga ajang bergengsi, yakni Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15, Airlangga Competition 19, dan Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026. Prestasi tersebut diraih pada bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Sosiologi.
Keberhasilan para siswa menjadi bukti bahwa akses pendidikan yang setara, disertai pembinaan yang berkelanjutan, mampu melahirkan generasi berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional.
Wali Asrama SRMA 26 Makassar, Habibie, menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras siswa serta pendampingan yang dilakukan guru, wali asuh, dan wali asrama selama proses pembelajaran.
"Kami sangat bahagia dan turut bangga atas prestasi yang ditorehkan anak-anak. Membimbing dan terus menggerakkan mereka untuk memberikan yang terbaik adalah bentuk kepedulian dan rasa cinta kami. Kami berharap prestasi ini menjadi bukti bahwa anak-anak Sekolah Rakyat mampu bersaing dan meraih cita-cita setinggi mungkin," ujar Habibie merujuk keterangan resmi pada Selasa (4/8/2026).
Guru Matematika SRMA 26 Makassar, Kiki Novita Sari, mengungkapkan keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan. Ia berupaya mengubah cara pandang siswa terhadap matematika agar tidak lagi dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan, melainkan ilmu yang dapat dipahami melalui proses berpikir logis dan menyenangkan.
Untuk mendukung hal tersebut, Kiki secara rutin membuka kelas tambahan di luar jam pelajaran. Dalam sesi tersebut, siswa didorong untuk berdiskusi, memecahkan soal bersama, serta belajar secara mandiri agar terbiasa berpikir kritis.
"Saya tidak ingin anak-anak menganggap matematika hanya kumpulan rumus. Saya ingin mereka memahami proses di balik setiap konsep sehingga belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan. Saya bangga karena mereka belajar dengan sangat mandiri, mencari informasi sendiri, berdiskusi, dan terus berusaha berkembang," katanya.
Ia berharap keberhasilan tujuh siswa tersebut dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus belajar dan berani berkompetisi.
Menurutnya, prestasi bukan hanya milik mereka yang memiliki berbagai fasilitas, tetapi juga dapat diraih oleh siapa saja yang memiliki kemauan belajar, disiplin, dan pantang menyerah.
Adapun siswa yang berhasil mengukir prestasi ialah Fahrani Ramadhani yang meraih Medali Emas ONI 15 bidang Matematika tingkat nasional. Salwa Dzakila Asmar memperoleh dua Medali Emas pada Airlangga Competition 19 dan ONI 15 bidang Biologi. Aliya Wahyuni meraih Medali Emas ONI 15 bidang Bahasa Indonesia.
Selanjutnya, Manohara memperoleh Medali Perak ONI 15 bidang Matematika sekaligus lolos ke tingkat nasional KPSD 2026 bidang Sosiologi. Zeskia Aulia meraih Medali Perak ONI 15 bidang Biologi.
Sementara itu, Andi Husnul Khatimah berhasil meraih Medali Emas KPSD 2026 tingkat provinsi bidang Bahasa Indonesia dan lolos ke tingkat nasional pada bidang Bahasa Indonesia maupun Sejarah. Muh. Amirullah juga meraih Medali Emas KPSD 2026 tingkat provinsi bidang Matematika dan berhak melaju ke tingkat nasional.
Di balik deretan penghargaan tersebut tersimpan proses panjang yang dijalani para siswa. Mereka memanfaatkan waktu untuk berlatih, mengikuti bimbingan, serta terus mengembangkan kemampuan akademik di tengah aktivitas belajar di Sekolah Rakyat.
Peraih Medali Emas ONI bidang Matematika, Fahrani Ramadhani, mengatakan keberhasilannya tidak lepas dari dukungan seluruh tenaga pendidik yang terus meningkat mendampinginya.
"Alhamdulillah saya mendapatkan medali emas. Saya berterima kasih banyak kepada guru-guru, wali asuh, wali asrama, terutama Ibu Kiki Novita Sari selaku guru Matematika di SRMA 26 Makassar. Insya Allah saya bisa meningkatkannya lagi," ujarnya.
Hal senada disampaikan Salwa Dzakila Asmar yang sukses membawa pulang dua medali emas dari dua kompetisi berbeda.
"Alhamdulillah keduanya berhasil mendapatkan penghargaan, sertifikat, dan medali emas. Ini berkat bimbingan guru-guru, wali asuh, dan wali asrama. Semoga ke depannya saya bisa meningkatkan prestasi dan meraih impian saya," katanya.
Sementara itu, Andi Husnul Khatimah menilai pendampingan guru menjadi faktor penting dalam pencapaiannya.
"Ini semua berkat bimbingan guru-guru SRMA 26 Makassar, baik wali asuh maupun wali asrama, terutama guru pembimbing Bahasa Indonesia saya. Saya berharap ke depan dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi," ujarnya.
Muh. Amirullah pun mengaku tidak menyangka mampu meraih medali emas pada kompetisi Matematika tingkat provinsi.
"Saya sangat kaget dengan hasilnya karena soalnya begitu rumit. Namun saya mampu meraih medali emas berkat bimbingan guru-guru, khususnya Ibu Kiki sebagai guru Matematika. Harapan saya, kemampuan matematika saya terus berkembang dan dapat berprestasi di tingkat yang lebih tinggi," katanya.
Bagi jajaran pendidik SRMA 26 Makassar, capaian tersebut tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari tumbuhnya rasa percaya diri, karakter, serta semangat belajar para siswa. Prestasi ini diharapkan menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis