tirto.id - Tidak terasa, tahun 2026 menandai perjalanan dua dekade Papermoon Puppet Theatremengembangkan praktiknya dalam seni teater boneka. Selama 20 Tahun, Papermoon PuppetTheatre telah memproduksi lebih dari 35 karya dalam bentuk pertunjukan, pameran, instalasi,dan kolaborasi secara independen. Perjalanan tersebut telah membawa Papermoon Puppet Theatre untuk membagikan kisahnya kepada penonton di lebih dari 12 negara dan 4 benua.
Selain merayakan dua dekade berkarya, tahun ini Papermoon Puppet Theatre juga kembalimenggelar festival teater boneka; Pesta Boneka #10 pada 6–11 Oktober 2026 di Yogyakarta.
Festival yang berawal dari sebuah program residensi sederhana pada tahun 2008 bersamaseniman dari empat negara, kini tumbuh secara organik menjadi salah satu festival teaterboneka independen yang cukup diperhitungkan dalam kancah seni teater boneka internasional.
Festival dua tahunan ini kemudian menjadi sebuah ruang perjumpaan lintas budaya bagiseniman teater boneka antar negara.
Sepanjang 10 edisi perjalanannya, Pesta Boneka menjadi salah satu simpul penting bagiperkembangan teater boneka kontemporer di Asia Tenggara. Pada tahun 2026, Pesta Bonekamengusung tema “Holding Hands” dan melibatkan 33 grup, 193 seniman dari 24 negara. Tematersebut menjadi refleksi atas perjalanan dan gestur berpegangan tangan yang lahir dari bentukkasih sayang, solidaritas dan ajakan untuk saling meraih dan menjembatani jarak di tengahmeningginya batas-batas dunia.
"Dua tahun lalu tema kita adalah Seeds of Hope, menebar benih harapan. Kalau sudah ditebar,harus dijaga, dan kita tidak bisa menjaganya sendiri. Melalui 'Holding Hands', kita diajak untukmelakukan sesuatu yang fisik dan saling terhubung. Papermoon sendiri bisa bertahan selama20 tahun karena kami selalu dibantu dan membantu kanan-kiri," ujar Ria Papermoon.
Di tengah dinamika era digital yang serba reaktif, Pesta Boneka hadir sebagai ruang perjumpaan fisik yang krusial. Festival ini membuka kesempatan bagi masyarakat lokal daninternasional untuk saling mendengarkan, berbagi kisah, serta menyampaikan narasi-narasipositif tentang masing-masing budaya mereka kepada kancah global. Fokus utama pertunjukanterletak pada boneka dan cerita yang dibawakan, bukan pada individu di belakangnya.
Melalui banyak metode penceritaan baik melalui kata-kata maupun non verbal, aneka eksperimentasi objek dan teknik pertunjukan teater boneka yang beragam, pertunjukan-pertunjukan di dalam PESTA BONEKA digadang mampu melintasi batasan bahasadan memberikan ruang bagi penonton untuk menafsirkan pengalaman personal merekamasing-masing.Pada Pesta Boneka #10 ini juga menghadirkan program istimewa; PUPPET CAMP Shank’sMare - Yogyakarta Version yang merupakan adaptasi kolaboratif dari karya teater bonekaberbasis visual oleh Tom Lee (Yara Arts Group, Amerika Serikat) bersama maestro teaterboneka kuruma ningyo, Koryu Nishikawa V (Jepang). Proyek ini tidak sekadar menghadirkansebuah pertunjukan, tetapi menciptakan ruang untuk pertukaran artistik, berbagi pengetahuan,dan penciptaan bersama yang melibatkan 16 seniman dari 10 negara.
Selain itu, untuk mendorong praktik seni pertunjukan yang semakin inklusif, HU木AN INDONESIA hadir di Pesta Boneka #10. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi dari TheArtground (Singapura), Sensorium Theatre (Australia), dan Papermoon Puppet Theatre(Indonesia). Berawal dari program mentorship pada 2019, HU木AN tumbuh melalui prosesberbagi metode penciptaan pertunjukan berbasis sensori bagi anak-anak neurodiversitas, dantelah berkembang melalui berbagai proses serta presentasi di Perth, Singapura, dan Adelaide.
Program ini dapat terlaksana atas dukungan dari UNESCO dan Temasek Foundation. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan, Pesta Boneka juga menyajikan program-programpublik lainnya, seperti When Puppeteers Cook, ALA Movies - Asian Latin America Africa PuppetMovies, Iranian and Palestinian Puppet Movies, lokakarya, diskusi, masterclass, dan bazaar.
Informasi lebih lanjut mengenai Pesta Boneka #10 - Holding Hands dapat diakses melalui kanal
media sosial resmi serta situs web Pesta Boneka (www.pestaboneka.com)
Masuk tirto.id































