tirto.id - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, mengatakan, para siswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat akan mendapatkan fasilitas lengkap, termasuk diberikan delapan set seragam sekolah antara lain jas almamater, seragam sekolah harian, hingga piama atau pakaian tidur.
“Kemudian tinggal di asrama, mendapat tempat tinggal di lingkungan yang layak, nyaman, bersih, dan memiliki fasilitas lengkap. Mendapat seragam sekolah, jas almamater, saya ulang jas almamater, seragam sekolah harian, pramuka, batik, baju olahraga, baju laboratorium, dan piama. Semuanya adalah delapan set,” ujar Saifullah atau yang akrab disapa Gus Ipul dalam pembukaan Masa Pengenenalan melalui YouTube Kemensos pada Senin (14/7/2025).
Meskipun demikian, Gus Ipul menyebut bahwa pengadaan ini belum bisa dibagikan ke seluruh siswa secara serentak pada hari ini. Dia memastikan pengadaan delapan set seragam itu masih berjalan dan akan selesai dalam dua sampai tiga pekan ke depan.
“Insyaallah ini masih berproses, jadi belum bisa dibagikan hari ini ke seluruh Indonesia, mungkin masih memerlukan dua sampai tiga minggu karena harus ada proses pengadaan, kemudian juga masih ada pengukuran, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Tak hanya seragam, Gus Ipul mengatakan bahwa para siswa juga akan mendapatkan makan bergizi tiga kali sehari dengan tambahan dua kali makanan ringan. Pemberian ini dipantau Badan Gizi Nasional (BGN).
“Alhamdulillah, sejak awal kita terus berdiskusi dengan Badan Gizi Nasional, yang akan memberikan dukungan, dalam rangka memberikan makanan, makan dan kebutuhan minum sehari-hari daripada sekolah, daripada siswa sekolah rakyat,” terang Sekjen PBNU itu.
Sebagai informasi, sebanyak 63 Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, resmi beroperasi hari ini. Dari puluhan sekolah itu, 6.000 siswa kini tengah mengikuti masa pengenalan lingkungan di sekolah berasrama tersebut.
63 titik sekolah yang hari ini diresmikan pembukaannya mencakup 13 lokasi di Sumatra, 34 di Jawa, tiga di Bali, dan Nusa Tenggara, dua di Kalimantan, delapan di Sulawesi, dua di Maluku, dan satu di Papua.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































