tirto.id - Dibukanya dokumen-dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyeret banyak nama. Salah satu nama yang turut disorot adalah Virginia Giuffre.
Giuffre mengaku sebagai salah satu korban perdagangan seksual yang dilakukan oleh Epstein dan rekannya, Ghislaine Maxwell. Ia ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri pada 2025 lalu di Australia.
Trigger Warning:
Artikel ini menyinggung tentang bunuh diri. Informasi dalam artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa.
Jika Anda, teman, kerabat, atau keluarga memiliki kecenderungan bunuh diri, segera hubungi bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, atau dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Layanan dari Kementerian Kesehatan dapat dihubungi di nomor 119 ext 8 atau healing119.id.
Siapa Virginia Giuffre?
Virginia Louise Giuffre lahir pada 9 Agustus 1983 di Sacramento, California, Amerika Serikat. Ia adalah salah satu korban paling dikenal dari kasys pelecehan seksual yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein.
Sepanjang hidupnya, Giuffre menjadi suara yang kuat dan berani dalam menyerukan pertanggungjawaban terhadap Epstein dan para pendukungnya, termasuk Ghislaine Maxwell.
Ia menjadi inspirasi bagi banyak korban pelecehan lainnya, yang kemudian merasa terdorong untuk bersuara dan melaporkan pengalaman mereka.
Giuffre juga memberikan informasi penting kepada penegak hukum yang berkontribusi pada penyelidikan dan akhirnya pengadilan terhadap Maxwell, serta berbagai penyelidikan oleh Kantor Kejaksaan Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York.
Giuffre dibesarkan terutama di Florida dan memiliki masa kecil yang penuh tantangan. Ia mengaku sempat mengalami pelecehan oleh seorang teman keluarga, yang membuatnya mengalami masa sulit dan bahkan hidup di jalanan pada masa remajanya.
Kehidupan Giuffre berubah ketika ia bertemu dengan Maxwell, yang kemudian menjerumuskannya dalam pelecehan seksual oleh Epstein antara tahun 1999 hingga 2002. Giuffre juga mengklaim bahwa Epstein memperdagangkan dirinya kepada teman-temannya yang berkuasa, termasuk Pangeran Andrew dan agen modeling Prancis Jean-Luc Brunel.
Selain menjadi korban, Giuffre juga seorang pejuang aktif melawan perdagangan seks dan pelecehan seksual. Ia bersaksi di pengadilan Paris pada tahun 2021 melawan Brunel, memastikan bahwa suara para korban terdengar dan keadilan ditegakkan.
“Saya ingin Brunel tahu bahwa ia tidak lagi memiliki kekuasaan atas saya. Saya adalah wanita dewasa sekarang dan saya memutuskan untuk menuntut pertanggungjawaban atas apa yang dilakukannya kepada saya dan banyak orang lain.” ujarnya dikutip NBC News (26/4/2025).
Giuffre pindah ke Australia bersama suaminya, Robert Giuffre, beberapa tahun sebelum penangkapan Epstein pada 2019, dan pasangan ini memiliki tiga anak.
Selain terlibat dalam kasus-kasus hukum besar, Giuffre juga sempat muncul dalam pemberitaan terkait tokoh publik seperti Donald Trump dan Bill Clinton, namun dalam klarifikasi hukum kemudian, ia menegaskan tidak memiliki bukti atau pengalaman langsung terkait dugaan pelecehan oleh Trump atau Clinton.
Memoarnya yang diterbitkan secara posthumous (setelah seseorang meninggal dunia), Nobody’s Girl, menekankan pengalamannya bekerja di Mar-a-Lago dan interaksi profesionalnya dengan Trump, tanpa menuduh adanya pelecehan.
ABC Net menyebut bahwa pada tahun 2009, Virginia Giuffre mencapai kesepakatan sipil dengan Jeffrey Epstein untuk menyelesaikan tuduhannya bahwa Epstein telah mempekerjakannya sebagai "sexual servant" ketika masih remaja di properti Palm Beach, Florida.
Kesepakatan itu memberikan pembayaran sebesar $500.000 kepada Giuffre dan mencakup klausul pelepasan tanggung jawab untuk “orang atau entitas lain” yang mungkin bisa menjadi tergugat atas klaim Giuffre.
Giuffre menuntut Prince Andrew karena menuduhnya melakukan pelecehan seksual ketika masih di bawah umur di rumah Ghislaine Maxwell di London dan di dua properti Epstein. Prince Andrew menolak tuduhan tersebut, menyatakan tidak pernah bertemu atau melakukan hubungan dengan Giuffre, dan menilai gugatan itu hanya sebagai upaya Giuffre untuk memperoleh keuntungan finansial.
Virginia Giuffre meninggal dunia pada 25 April 2025 dalam usia 41 tahun. Keluarga mengatakan jika Giuffre meninggal karena bunuh diri.
"Dengan hati yang hancur, kami mengumumkan bahwa Virginia meninggal dunia tadi malam di pertaniannya di Australia Barat. Ia kehilangan nyawanya karena bunuh diri, setelah menjadi korban pelecehan seksual dan perdagangan seks seumur hidup," kata keluarganya dalam pernyataan kepada NBC News.
“Virginia adalah pejuang yang gigih dalam memerangi pelecehan seksual dan perdagangan seks. Dia adalah cahaya yang mengangkat begitu banyak penyintas. Pada akhirnya, dampak pelecehan begitu berat sehingga Virginia tidak sanggup lagi menanggung bebannya,” imbuh pernyataan tersebut.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































