tirto.id - Siapa Noriyuki Makihara? Penyanyi pop asal Jepang ini tengah viral di media sosial. Salah satu video klip lagu hitsnya, "Mou Koi Nante Shinai" yang tayang di kanal Youtube Warner Music Japan, ditonton lebih dari 101 juta kali. Apa sebenarnya makna lagu tersebut dan apa saja lagu hits dari sosok yang berjuluk Mackey ini?
Noriyuki Makihara baru-baru ini tengah hangat jadi bahan perbincangan netizen Indonesia. Ini tidak terlepas dari potongan video lama dirinya pada era 90-2000-an muncul di TikTok. Dalam sebuah wawancara, banyak yang menilai bahwa sang penyanyi kelahiran Osaka ini punya bentuk wajah, senyum tipis, hingga ekspresi kalem yang khas.
Banyak netizen Indonesia yang melayangkan komentar dalam video musik "Mou Koi Nante Shinai" yang diunggah oleh oleh Youtube Warner Music Japan pada 2012 lalu. Lagu "Mou Koi Nante Shinai" ini sebenarnya adalah hits Mackey yang meluncur pada 1992. Namun, videonya baru dimunculkan WMJ pada 13 tahun lampau.
Bahkan, buntut dari keviralannya itu, tak banyak warganet yang menyelami karya-karya penyanyi Jepang tersebut. Beberapa lagu hits Noriyuki Makihara mulai banyak digunakan sebagai suara latar belakang alias backsound dalam unggahan video yang menghadirkan suasana retro khas era 90-an.
Lantas, bagaimana sepak terjang Noriyuki Makihara ini yang disebut-sebut sebagai salah satu musisi legendaris asal Jepang ini? Untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya, simak ringkasannya berikut.
Siapa Noriyuki Makihara Penyanyi Jepang yang Viral & Apa Saja Lagu Hitsnya?
Noriyuki Makihara adalah seorang penyanyi sekaligus penulis lagu populer asal Jepang kelahiran 18 Mei 1969 di Takatsuki, Osaka, Jepang. Ia termasuk jajaran musisi yang meraih masa keemasan pada era 90-an hingga membuatnya dijuluki sebagai salah satu musisi legendaris pop di negaranya.
Berdasarkan catatan biografisnya, sebelum terjun ke dunia industri musik Jepang, Noriyuki Makihara telah menamatkan studinya di jurusan Sastra Inggris Universitas Aoyama Gakuin. Setelah lulus, ia mulai terjun di dunia tarif suara dan kepenulisan lagu.
Makihara memulai debutnya di kancah musik pop Jepang alias J-Pop pada awal tahun 90-an setelah tampil dalam sebuah program kompetisi menyanyi di televisi. Namun, namanya mulai banyak dikenal luas usai ia merilis lagu "Mou Koi Nante Shinai" dan "Donna Toki mo".
Lagu-lagu miliki Makihara sendiri dikenal memiliki bait-bait puitis khas romantis. Tema yang diangkatnya seputar kegembiraan yang mendalam, kenangan, rasa syukur, hingga aspek spiritual.
Sepanjang perjalanan kariernya dalam bermusik sejak tahun 1990 hingga saat ini, Makihara tercatat telah merilis puluhan lagu dengan beberapa single-nya masuk daftar lagu paling hits miliknya, seperti "Donna Toki mo", "Mou Koi Nante Shinai", "Bokuga Ichiban Hoshikatta Mono", "Kimi wa Boku no Takaramono", "Answer", "SPY", hingga "Hungry Spider".
Selain itu, salah satu lagu ciptaannya yang sangat populer di Jepang adalah lagu berjudul "Sekai ni Hitotsu Dake no Hana" yang dibawakan oleh SMAP. Lagu tersebut tercatat sebagai salah satu lagu terlaris sepanjang sejarah Jepang dengan penjualan lebih dari 3,1 juta kopi.
Apa Makna Lagu "Mou Koi Nante Shinai"?
Lantas, apa makna lagu "Mou Koi Nante Shinai"? Sebagai gambaran awal, berikut lirik lagu Mou Koi Nante Shinai miliki Noriyuki Makihara dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
"Mōu koi nante shinai"
Kimi ga inai to nan ni mo dekinai wake janai to
Yakan o hi ni kaketa kedo kōcha no ari ka ga wakaranai
Hora chōshoku mo tsukureta mon ne dakedo amari oishiku nai
Kimi ga tsukutta no nara monku mo omoikiri ieta noni
Bukannya ku tidak bisa melakukan apa pun tanpamu.
Sudah kutaruh teko di atas kompor, tapi tidak menemukan tehnya.
Lihat, aku sudah membuat sarapan, tapi rasanya tidak enak.
Jika kau yang membuatnya, aku bisa mengeluh sepuas hatiku.
Issho ni iru toki wa kyū kutsu ni omoeru kedo
Yatto jiyū o te ni ireta
Boku wa motto sabishiku natta
Rasanya sesak saat kita bersama, tapi
Ketika kutemukan kebebasan
Aku malah semakin kesepian.
Sayonara to itta kimi no
Kimochi wa wakaranai kedo
Itsumo yori nagame ga ii
Hidari ni sukoshi to madotteru yo
Moshi kimi ni hitotsu dake tsuyogari o ieru no nara
Mō koi nante shinai nante iwanai yo zettai
Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu
saat mengucapkan selamat tinggal,
tapi pemandangannya lebih indah dari biasanya.
Aku sedikit ragu ke kiri.
Jika bisa memberitahumu satu hal saja agar bersikap tegar,
Tidak akan pernah kukatakan
Aku sudah tidak jatuh cinta lagi, selamanya.
Ni hon naranda haburashi mo ippon suteteshimaou
Kimi no shumi de katta fuku mo mottainai kedo suteteshimaou
Otokorashiku isagiyoku to gomibako kakaeru boku wa
Hoka no dare kara mite mo ichiban senchimentaru darou
Ku 'kan membuang salah satu dari dua sikat gigi yang bersebelahan itu.
Kubuang pakaian yang kau beli karena kau menyukainya, meskipun itu memalukan.
"Bersikap jantan dan berani," aku membawa tempat sampah.
Orang lain mungkin akan mengira aku orang paling sentimental di ruangan ini,
mengumpulkan semua sisa-sisa dirimu.
Konnaniippai no kimi no nukegara atsumete
Mudana mono ni kakomarete kurasu no mo shiawase to shitta
Dikelilingi oleh barang-barang tak berguna. Aku telah belajar bahwa hidup bisa menjadi hal yang membahagiakan.
Kimiate no yūbin ga posuto ni todoiteru uchi wa
Katasumi de mayotteiru
Senaka o omotte shinpai da kedo
Futari de dasenakatta kotae wa
Kondo deaeru kimi no shiranai dareka to
Mitsuketemiseru kara
Sementara surat yang ditujukan untukmu tiba di kotak pos,
aku ragu-ragu di pojok ruangan.
Meskipun aku khawatir tentang punggungmu,
Jawaban yang tak bisa kita temukan bersama
akan kutemukan dengan seseorang yang tak kau kenal, yang akan kita temui lain kali.
Hontō ni hontō ni kimi ga daisuki datta kara
Mō koi nante shinai nante iwanai yo zettai
Karena benar-benar mencintaimu,
Tak akan pernah kukatakan, bahwa aku tak akan pernah jatuh cinta lagi.
Jika merujuk pada bait-bait lirik lagunya, lagu Mou Koi Nante Shinai ini seolah menggambarkan tentang patah hati yang tenang. Bahkan, judulnya juga bukan mengisyaratkan sebuah kebencian, melainkan menjadi sebuah ungkapan lelah setelah kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidup.
Selain itu, bait-bait lirik lainnya juga memberikan gambaran mengenai kehilangan yang baru disadari. Pasalnya, saat seseorang yang berarti dalam hidup pergi atau menghilang, segenap perasaan sesal dan rindu dapat muncul berbarengan.
Sekilas, lagu tersebut dimaknai sebagai ungkapan seseorang yang merasa lelah untuk memulai lagi kisah asmara setelah diterpa kehilangan yang sangat menyakitkan bagi dirinya
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id






























