Menuju konten utama

Siapa Charles Holland Taylor & Benarkah Dipecat PBNU?

Isu pemecatan penasihat Ketum PBNU, Charles Holland Taylor, tengah ramai di media sosial. Lantas, siapa Charles Holland Taylor?

Siapa Charles Holland Taylor & Benarkah Dipecat PBNU?
Ilustrasi PBNU. Tirto.id/Fransiskus Adryanto Pratama
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Isu pemecatan penasihat Ketum PBNU, Charles Holland Taylor, tengah ramai di media sosial. Hal ini mencuat usai rumor pemakzulan Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dalam Risalah yang ditandatangani Rais Aam, KH Miftachul Akhyar, pada Kamis (20/11/2025).

Charles Holland Taylor dicabut mandatnya oleh Rais Aam PBNU berdasarkan Surat Edaran No. 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 tanggal 22 November 2025.

Dokumen ini membahas tentang Pencabutan Tanda Tangan dalam Surat Penetapan Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional.

Profil Charles Holland Taylor Penasihat Gus Yahya

Holland Taylor PBNU merupakan Penasihat Khusus untuk Urusan Internasional Ketua Umum PBNU. Mengutip laman Bayt Ar-Rahmah, pria ini memiliki landasan pemikiran reformis.

Ia kerap menyampaikan dan mempertahankan pemikiran Islam dengan landasan progresif dan toleran. Selain itu, diklaim sudah mengupayakan berbagai jaringan anti-ekstremis bagi dunia.

Pada 2003 silam, Holland Taylor sempat mendirikan LibForAll bersama mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Organisasinya menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mencanangkan strategi untuk menghadapi ekstremisme skala internasional.

Pada 2014, pria ini juga pernah membangun organisasi Bayt Ar-Rahmah bersama KH. A. Mustofa Bisri dan Gus Yahya. Ia mengupayakan reformasi ortodoksi Islam yang telah usang melalui organisasi tersebut.

Upaya itu direalisasikan melalui "Humanitarian Islam" pada 2017 silam. Sejak saat itu, Holland Taylor resmi menjadi Utusan untuk Perserikatan, Bangsa-Bangsa, Amerika, dan Eropa untuk Gerakan Pemuda Ansor.

Dirinya juga tercatat sebagai salah satu pendiri Center for Shared Civilizational Values (CSCV). Organisasi ini berdiri pada 2021, kemudian ditunjuk PBNU untuk terlibat urusan internasional pada 2022.

Benarkah Charles Holland Taylor Dipecat PBNU?

Sebagaimana telah disebut, pencabutan mandat tugas Charles Holland Taylor tertuang dalam Surat Edaran No. 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025.

Keputusan ini berdasarkan pada ketentuan Bab XVIII Pasal 57, 58, 62, 64, dan 67 Anggaran Rumah Tangga NU.

Kebenaran mengenai adanya surat tersebut telah dikonfirmasi Ketua PBNU, Umarsyah.

Pencabutan mandat diterapkan karena Holland Taylor diduga punya kaitan dengan jaringan yang memiliki potensi mengganggu politik luar negeri PBNU.

Di sisi lain, Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, menjelaskan bahwa tidak ada pemecatan Charles Holland Taylor.

"Ini tadi para kiai sepakat, tidak ada pemecatan. Dan Rais Aam tidak pernah memecat orang, tidak pernah," tutur Said dalam konpers seusai rapat bersama Ketum Yahya Cholil Staquf dan sejumlah kiai di Gedung PBNU, Jakarta, pada Minggu (23/11).

Terlepas dari itu, status pemecatan Holland Taylor masih menjadi tanda tanya besar.

Berdasarkan aturan, Surat resmi Syuriah atau Tahfidziyah seharusnya dilengkapi empat tanda tangan meliputi Rais ‘Am, Katib ‘Am, Ketum, dan Sekjen.

"Akhirnya, surat resmi Syuriyah hanya ditandatangani Rais ‘Am. Surat Tanfidziyah hanya diteken Ketum. Padahal aturan mengharuskan empat tanda tangan: Rais ‘Am, Katib ‘Am, Ketum, dan Sekjen," tulis Nadirsyah Hosen lewat unggahan di Instagramnya pada Minggu.

Kumpulan Berita NU

Baca juga artikel terkait PENGURUS PBNU atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Syamsul Dwi Maarif