Menuju konten utama

Seskab Teddy: Sekarang Ini Ada Inflasi Pengamat, Datanya Keliru

Teddy berkata mayoritas pengamat tersebut, sejak Prabowo Subianto belum menjabat sebagai presiden sudah berusaha memengaruhi warga.

Seskab Teddy: Sekarang Ini Ada Inflasi Pengamat, Datanya Keliru
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjawab pertanyaan wartawan di ruang media, di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Teddy Indra Wijaya menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan menggunakan anggaran pendidikan nasional serta tidak akan mengurangi program pendidikan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz

tirto.id - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menilai saat ini Indonesia sedang menghadapi sebuah fenomena yang disebutnya sebagai inflasi pengamat. Pasalnya, kata Teddy, ada banyak pengamat, mulai dari pemerhati beras, pemerhati militer, hingga pemerhati kebijakan luar negeri.

Namun, banyak dari pengamat-pengamat tersebut memiliki latar belakang (background) yang tidak sesuai dengan apa yang mereka amati. Bahkan, data yang mereka katakan atau sampaikan diklaim tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Dan pengamat-pengamat itu, datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru,” ungkap Teddy, di ruang wartawan, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).

Menurut Teddy, mayoritas pengamat tersebut, sejak Prabowo Subianto belum menjabat sebagai presiden sudah berusaha memengaruhi warga dan membentuk opini publik.

“Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden. Jadi, pengamat-pengamat itu sudah memengaruhi warga,” tambahnya.

Beruntungnya, kata Teddy, fakta menunjukkan lebih dari 96 juta warga lebih percaya kepada Prabowo ketimbang pengamat tersebut.

“Faktanya, lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo. Tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi,” ujarnya.

Meski saat ini tengah terjadi inflasi pengamat, bukan berarti pemerintah menolak untuk dikritik. Teddy menegaskan, siapa pun boleh menyampaikan kritik kepada pemerintah, namun jangan sampai pernyataan yang dikeluarkan pengamat tersebut justru menimbulkan kecemasan bagi masyarakat.

Padahal, faktanya kondisi Indonesia saat ini cukup stabil, jika dibandingkan dengan banyak negara lainnya, di tengah konflik geopolitik yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

“Kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini,” tegas Teddy.

Baca juga artikel terkait TEDDY INDRA WIJAYA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama