Menuju konten utama

Sesditjen Kemenhub Dilempari Botol saat Temui Massa Demo Ojol

Sesditjen Hubdat Kemenhub, Ahmad Yani, dilempari botol air minum saat hendak menemui massa aksi pengemudi ojol yang berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda.

Sesditjen Kemenhub Dilempari Botol saat Temui Massa Demo Ojol
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Sesditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ahmad Yani, mendatangi massa aksi pengemudi ojek online (ojol) yang melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Selasa (20/5/2025). Tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Sesditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ahmad Yani, dilempari botol air minum saat hendak menemui massa aksi pengemudi ojek online (ojol) yang berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Selasa (20/5/2025).

Ahmad Yani mendatangi massa aksi didampingi Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro. Keduanya berdiri menghadap massa aksi dari balik pagar pengamanan polisi.

Namun, kedatangan Ahmad Yani tidak disambut baik oleh para massa aksi di lokasi. Sebab, massa aksi berharap untuk bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.

“Pak Yani, kami tidak mau jatuh di lubang yang sama, sudah terlalu capek kami dibohongi. Kami butuh pak menteri!” teriak salah seorang orator dari atas mobil komando.

Beberapa massa aksi juga tampak melempari botol air minum dalam kemasan ke arah tempat Ahmad Yani berdiri.

Setelahnya, Ahmad Yani langsung dilindungi oleh pihak kepolisian dengan menggunakan tameng. Ia pun tampak turun dan batal menemui massa aksi.

Sebelumnya, massa aksi pengemudi ojol dari berbagai kelompok telah memadati kawasan Patung Kuda sejak Selasa siang, sekira pukul 11.30 WIB.

Berdasarkan pantauan Tirto, hingga pukul 15.30 WIB, massa aksi tampak masih bertahan di lokasi unjuk rasa sambil menyuarakan berbagai aspirasi.

Sebagai informask, pada hari ini Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia juga hadir dalam aksi akbar dan reuni aspirasi akbar yang disebut sebagai “Aksi 205”.

Aksi dilakukan di berbagai titik, mulai dari Kemenhub, Istana Merdeka, DPR RI, kantor-kantor aplikator ojol, hingga semua lokasi yang berhubungan dengan perusahaan aplikasi.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengatakan aksi ini dilakukan sebagai upaya memperjuangkan hak dan keadilan para pengemudi ojol.

“Kami ojol R2 dan R4 sedang memperjuangkan hak dan keadilan atas tidak ada ketegasan dari pihak regulator dalam hal ini Pemerintah RI yang mendiamkan terjadinya pelanggaran regulasi secara berlarut-larut sejak tahun 2022 hingga saat ini maka Selasa 20 Mei 2025 adalah puncak kekecewaan rekan-rekan pengemudi online,” kata Raden Igun dalam keterangan pers resminya, Senin, 19 Mei 2025.

Baca juga artikel terkait DEMO OJOL atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama