Menuju konten utama

Serangan Israel Hantam Beirut, Diklaim untuk Lawan Hizbullah

Israel kembali menyerang Lebanon dengan dalih ingin menghancurkan fasilitas milik kelompok Hizbullah.

Serangan Israel Hantam Beirut, Diklaim untuk Lawan Hizbullah
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menghantam lereng bukit dekat desa Al-Katrani di Lebanon selatan pada 11 Januari 2026. Di bawah tekanan AS dan di tengah kekhawatiran akan perluasan serangan Israel, Lebanon telah berkomitmen untuk melucuti senjata kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, yang dilemahkan oleh lebih dari setahun permusuhan dengan Israel termasuk dua bulan perang habis-habisan yang berakhir dengan gencatan senjata November 2024. Terlepas dari gencatan senjata tersebut, Israel terus melakukan serangan reguler di Lebanon, biasanya mengatakan bahwa mereka menargetkan situs dan operator Hizbullah, dan telah mempertahankan pasukan di lima wilayah Lebanon selatan yang dianggap strategis, menuduh kelompok tersebut mempersenjatai diri kembali. (Photo by Rabih DAHER / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Israel menyerang pinggiran Beirut, Lebanon, dengan serangan udara pada Kamis (5/3/2026) malam. Sejumlah bangunan disebut rusak parah dan risiko rakyat Lebanon kembali terjebak dalam pusaran konflik bersenjata terus meningkat.

Menukil BBC, serangan Israel ke Beirut tersebut diklaim militer Israel (IDF) dilakukan dengan target berupa infrastruktur kelompok bersenjata Hizbullah. IDF membuat pernyataan pada Kamis setelah serangan dilancarkan di Beirut.

"Tentara Pertahanan telah melancarkan gelombang serangan udara yang menargetkan infrastruktur teroris Hizbullah di pinggiran selatan Beirut," kata juru bicara IDF di X.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut bahwa setidaknya tiga orang tewas dalam serangan udara Israel terhadap kendaraan di jalan utama menuju bandara kota tersebut.

Kantor berita nasional Lebanon yang dikelola pemerintah juga melaporkan bahwa walikota (mukhtar) Kota Kfour di wilayah selatan tewas akibat serangan udara. Ia tewas bersama istrinya di kediaman mereka.

Sebelum serangan terjadi, ratusan ribu penduduk di wilayah selatan Beirut dan sekitarnya mendapatkan peringatan evakuasi. Para warga lalu berbondong-bondong pergi dari wilayah selatan Beirut tersebut, membuat arus kendaraan macet sepanjang jalan utama menuju utara.

Sebelum serangan terbaru ini, Lebanon menyebut bahwa lebih dari 120 orang telah tewas dan hampir 700 orang terluka akibat serangan udara Israel sejak Senin (2/3). Setidaknya 90.000 orang terpaksa mengungsi karena serangan.

Sejak Senin, pesawat-pesawat Israel membom pinggiran selatan Beirut, Lebanon bagian selatan, dan Lembah Bekaa sebelah timur. Israel mengklaim bahwa serangan-serangan itu menargetkan Hizbullah karena telah meluncurkan roket dan drone ke Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Pihak berwenang Lebanon mengatakan bahwa setidaknya 102 orang tewas oleh serangan Israel hanya dalam waktu empat hari terakhir. Dapur darurat dan pengungsian di ibu kota itu juga telah membuat pengumuman bahwa mereka tak lagi mampu menampung pengungsi.

Presiden Prancis Minta Serangan ke Lebanon Dihentikan

Presiden Prancis Emmanuel Macron membuat pernyataan publik melalui X bahwa serangan di Lebanon harus dihentikan. Menurutnya, serangan yang terjadi di Lebanon merupakan "momen bahaya besar" bagi para penduduk di sana.

"Segala upaya harus dilakukan untuk mencegah negara ini, yang begitu dekat dengan Prancis, sekali lagi terseret ke dalam perang. Rakyat Lebanon berhak atas perdamaian dan keamanan, seperti halnya semua orang di Timur Tengah," kata Macron.

Dalam keterangannya itu, Macron menyebut bahwa ia telah berbicara dengan otoritas tertinggi Lebanon untuk menjalankan upaya mengakhiri saling balas serangan oleh Israel dan Hizbullah.

"Israel harus menahan diri dari intervensi darat atau operasi skala besar di wilayah Lebanon," katanya sembari menyerukan Hizbullah untuk menghentikan serangan ke negara Zionis itu.

Presiden Prancis itu juga mengumumkan bahwa Prancis akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Lebanon. Menurutnya, bantuan ini dapat disalurkan kepada puluhan ribu warga sipil yang kini terpaksa mengungsi di sana.

Bagi rakyat Lebanon, terutama bagian selatan, serangan-serangan Israel dalam beberapa hari terakhir ini membawa luka yang belum lama mereka pulihkan. Baru pada tahun 2024 lalu Hizbullah dan Israel mencapai gencatan senjata di wilayah selatan Lebanon.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata 2024 itu, Hizbullah harus memindahkan kekuatan militernya ke utara sungai Litani. Sebagai gantinya, pasukan Israel harus menarik diri dari Lebanon selatan.

Akan tetapi, Israel terus melakukan serangan hampir setiap hari kepada target yang mereka klaim sebagai bagian dari Hizbullah. Serangan ini konstan dilakukan Israel setelah gencatan senjata.

Israel terus menuduh kelompok milisi syiah itu berupaya untuk memulihkan kekuatan militernya. Sementara pasukan Israel terus menduduki setidaknya lima wilayah di Lebanon selatan.

Baca juga artikel terkait ISRAEL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar