Menuju konten utama

Seluruh Transaksi di Kopdes Merah Putih Bakal Gunakan QRIS

Pembayaran secara non tunai ini bertujuan agar meminimalisir kemungkinan unit usaha mengalami fraud.

Seluruh Transaksi di Kopdes Merah Putih Bakal Gunakan QRIS
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi memberikan sambutan saat kunjungan kerja di Kantor Kelurahan Cibeber, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (15/5/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar

tirto.id - Menteri Koperasi (Menkop), Budi Arie Setiadi, mengatakan seluruh transasi di unit usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dilakukan secara non tunai atau cashless. Hal ini bertujuan agar meminimalisir kemungkinan unit usaha mengalami fraud.

“Supaya transparan profesional, akuntabel mengurangi kemungkinan fraud,” kata Budi di Kantor Graha Mandiri, Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Menurut Budi, upaya ini sejalan dengan kemajuan digitalisasi saat ini dan demi keberlanjutan usaha. Dengan begitu, dia mempercayakan sistem pembayaran cashless dalam kegiatan jual membeli.

“Kita kan sudah sampaikan bahwa kita harus memperkuat sistemnya. Dan kita udah percaya hanya digitalisasi yang bisa menjalankan bisnis ini secara prudent,” ucap Budi.

Budi mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo agar transaksi menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). “Termasuk juga sih, udah bilang sama Gubernur BI, semuanya nanti cashless. Pembayarannya digital pakai QRIS,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan terdapat tiga kunci penting demi keberlangsungan usaha Kopdes Merah Putih, yakni kelembagaan, sistem, dan sumber daya manusia (SDM). Terkait SDM, dia menjelaskan pihaknya menyiapkan pelatihan untuk kepengurusannya.

“Terus tata kelolaannya diperbaiki dan juga sistemnya harus mempunyai, dalam hal ini digitalisasi dan digitalisasi adalah kunci untuk keberlanjutan Kopdes Merah Putih ini,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menargetkan peluncuran Koperasi Desa Merah Putih akan berlangsung pada 28 Oktober 2025. Hal ini dinyatakan usai Zulhas mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2025).

"Ditarget nanti, 28 Oktober, akan di-launching sekaligus operasional koperasi-koperasi yang ada di desa-desa itu," katanya.

Menurut Zulhas, pendirian koperasi itu telah tertuang melalui Instruksi Presisen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih disebut bertujuan memotong rantai pasok yang panjang. Pada penerapannya, produsen dapat menyalurkan sembako langsung ke Koperasi Desa Merah Putih.

Tujuan lain, koperasi itu bakal menyalurkan pupuk, tabung gas, sembako, hingga bantuan sosial melalui pos kepada masyarakat. Tersedia pula unit simpan pinjam di koperasi tersebut.

"Di situ ada simpan pinjam juga, memotong selain rantai pasok juga akan memotong rentenir-rentenir, pinjol, karena ada BRI di situ. Kemudian juga akan menghilangkan tengkulak-tengkulak," urai Zulhas.

Baca juga artikel terkait KOPERASI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra