Menuju konten utama

Sebuah Koper Milik Tamu Sempat Bikin Heboh Kantor KPK

Koper tersebut ditemukan tergeletak di bawah pohon dekat pos keamanan gedung KPK.

Sebuah Koper Milik Tamu Sempat Bikin Heboh Kantor KPK
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tirto.id/Lalu Rahadian

tirto.id - Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di Bilangan Kuningan, Jakarta Selatan sempat dihebohkan dengan koper hitam pada Kamis sore (22/03/2018).

Koper tersebut ditemukan tergeletak di bawah pohon dekat pos keamanan gedung KPK pada pukul 16.15 WIB. Pihak keamanan pun langsung menghubungi kepolisian dan mengecek rekaman CCTV KPK untuk mencari tahu siapa pemilik koper tersebut yang ternyata adalah tamu dari KPK.

Menurut Kanit Binmas Polsek Setiabudi, Kompol Bambang Handoko sudah ada konfirmasi dari pemilik koper dan rencananya pemilik tersebut akan mengambil barang tersebut ke KPK.

"Tadi dilaporkan ada barang mencurigakan sekitar pukul 16.15 WIB. Kita ke lokasi dan tadi ada info kalau udah ada konfirmasi dari pemilik yang ketinggalan tas dan pemilik sedang dalam perjalanan ingin ke sini," ucap Kompol Bambang Handoko di lokasi, Kamis (22/03/2018)

Bambang mengatakan, sembari menunggu si pemilik tiba, pihaknya meminta agar dilaksanakan pengamanan oleh pihak kepolisian dan KPK.

"Tindakannya kita antisipasi dulu dan sedang melaksanakan pengamanan dan koordinasi," ucapnya.

Terakhir, dia mengatakan bahwa kemungkinan besar barang tersebut bukan barang yang berbahaya dan berharap agar pemilik barang bisa segera membawa barang tersebut.

"Iya udah dikonfirmasi dari pihak yang bersangkutan ya ini bukan koper yang mencurigakan. Kita tunggu sampai pemilik datang," tutupnya.

Sampai saat ini, pihak kepolisian belum memindahkan barang tersebut. Tetapi untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan pihak keamanan KPK dan Kepolisian melarang para wartawan dan pegawai KPK untuk mendekati koper hitam tersebut.

Baca juga artikel terkait KPK atau tulisan lainnya dari Naufal Mamduh

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Naufal Mamduh
Penulis: Naufal Mamduh
Editor: Alexander Haryanto