Menuju konten utama

Seberapa Efektif Air Purifier Membersihkan Udara? Ini Faktanya

Pelajari cara kerja air purifier, efektivitasnya dalam membersihkan udara, serta tips penempatannya agar kualitas udara di rumah tetap bersih dan sehat.

Seberapa Efektif Air Purifier Membersihkan Udara? Ini Faktanya
Ilustrasi air purifier. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Memiliki air purifier bisa menjadi solusi untuk menjaga kualitas udara di rumah tetap bersih. Namun, apakah perangkat ini benar-benar efektif untuk membersihkan udara? Selain itu, air purifier sebaiknya ditaruh dimana?

Kualitas udara yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan, tapi sayangnya kita sering tidak menyadari dan sulit mengukur seberapa buruk kondisi udara di sekeliling kita, termasuk di dalam rumah sendiri.

Di sinilah pentingnya memiliki air purifier yang bisa membantu membersihkan sekaligus meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Udara yang bersih tentunya akan membantu kita bernapas dengan lebih lega dan nyaman.

Pertanyaannya, seberapa efektif air purifier membersihkan udara di rumah? Apakah perangkat elektronik ini aman digunakan setiap hari dalam jangka waktu lama? Mari simak penjelasannya di sini.

Apa Itu Air Purifier dan Cara Kerjanya

Ilustrasi air purifier

Ilustrasi air purifier. FOTO/iStockphoto

Air purifier adalah sebuah perangkat elektronik yang bisa menghilangkan polutan dan meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Dengan adanya air purifier, udara di dalam rumah bisa menjadi lebih bersih, bebas dari kontaminan, dan pastinya lebih sehat.

Cara kerja air purifier menggabungkan sistem filtrasi dan teknologi pembersih udara lainnya. Alat ini umumnya dilengkapi kipas yang menarik udara masuk, lalu mengalirkannya melalui satu atau beberapa filter sebelum akhirnya dilepaskan kembali ke dalam ruangan sebagai udara bersih.

Jenis filter dan teknologi yang digunakan akan menentukan jenis partikel apa saja yang bisa dihilangkan, mulai dari debu hingga zat berbahaya di udara.

Salah satu metode paling umum adalah penyaringan udara dengan filter HEPA (high-efficiency particulate air). Teknologi HEPA bisa menangkap partikel padat berukuran sangat kecil melalui serat filter yang rapat.

Dikutip dari Healthline, HEPA mampu menangkap setidaknya 99,5% partikel berukuran sangat kecil, yakni hingga 3 mikron atau bahkan lebih kecil lagi. Secara umum, partikel berukuran ini mencakup serbuk sari, debu, kelembapan/uap air, bakteri, virus, hingga kotoran halus di udara.

Selain itu, ada pula air purifier dengan teknologi ionizer yang menggunakan muatan listrik untuk menetralkan partikel di udara, baik dengan membuatnya menempel pada permukaan sekitar maupun dengan menangkapnya pada pelat khusus di dalam air purifier.

Beberapa air purifier juga menggunakan filter karbon aktif yang efektif menyerap bau serta gas berbahaya seperti VOC (volatileorganiccompounds) yang tidak dapat ditangkap oleh filter HEPA.

Selain filtrasi, ada pula teknologi sinar UV yang berfungsi menghancurkan mikroorganisme seperti bakteri dan virus dengan merusak struktur molekulnya saat melewati perangkat.

Setiap produk air purifier bisa menggunakan teknologi yang berbeda atau mengombinasikan beberapa metode sekaligus. Namun, semua metode tersebut bertujuan sama, yaitu mengurangi kontaminan di udara sehingga kualitas udara dalam ruangan menjadi lebih bersih dan aman untuk dihirup.

Seberapa Efektif Air Purifier Mengurangi Polusi Udara Ruangan?

Air Purifier

Air Purifier. foto/istockphoto

Air purifier terbukti efektif dalam membantu mengurangi polusi udara di dalam ruangan dan sudah dibuktikan dalam banyak studi ilmiah, salah satunya pada jurnal bertajuk Assessing Effectiveness of Air Purifiers (HEPA) for Controlling Indoor Particulate Pollution.

Studi ini menyimpulkan bahwa air purifier mampu menurunkan konsentrasi partikel di udara secara signifikan, meskipun tingkat efektivitasnya bervariasi. Jurnal ini juga merekomendasikan air purifier dengan filter mekanis seperti HEPA untuk kualitas udara yang lebih optimal.

Meski terbukti mengurangi polusi udara, perlu dipahami bahwa efektivitas air purifier tidak bersifat mutlak. Situs Healthline menyebutkan bahwa tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada berbagai faktor sehingga hasil yang didapatkan bisa berbeda di setiap rumah.

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi antara lain jenis kontaminan, kondisi ventilasi rumah, ukuran ruangan, teknologi yang digunakan air purifier, hingga pola penggunaan alat pembersih udara tersebut.

Selain itu, perlu diketahui bahwa tidak semua polutan berada di udara. Banyak partikel dapat menempel pada furnitur, karpet, tempat tidur, hingga permukaan seperti dinding dan langit-langit rumah. Artinya, kebersihan rumah juga memainkan peran penting.

Jika rumah tidak rutin dibersihkan, air purifier pun akan bekerja lebih keras dan hasilnya bisa tidak maksimal. Jadi, penggunaan air purifier wajib dibarengi dengan perawatan lingkungan rumah secara rutin agar kualitas udara tetap terjaga secara optimal.

Seberapa Besar Efek Air Purifier pada Kesehatan?

Ilustrasi sakit akibat pencemaran udara
Ilustrasi sakit akibat pencemaran udara. foto/istockphoto

Udara yang bersih tentunya berdampak positif pada kesehatan tubuh, tapi seberapa besar efeknya?

Kesehatan bisa turun akibat udara yang tercemar, baik oleh debu, bakteri, jamur, hingga virus. Ada sebuah studi yang membuktikan bahwa air purifier bisa menurunkan jumlah bakteri dalam ruangan.

Studi tersebut bertajuk Efektivitas Penggunaan Air Purifier dalam Menurunkan Jumlah Koloni Bakteri Udara di Ruang Bedah Minor Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG USU 2019.

Studi ini menguji efektivitas air purifier di ruang operasi yang diketahui tercemar Bacillus sp., Staphylococcus sp., dan Streptococcus sp. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan air purifier dengan HEPA bisa mengeliminasi jumlah koloni bakteri di udara.

Sementara itu, jurnal lain dengan judul Effectiveness of HEPA Filters at Removing Infectious SARS-CoV-2 from the Air membuktikan bahwa air purifier bisa berperan dalam pembasmian virus berbahaya.

Studi ini menguji seberapa efektif air purifier dengan filter HEPA dalam menghilangkan virus SARS-CoV-2 (penyebab COVID-19) di udara. Hasilnya, air purifier dengan filter HEPA terbukti mampu menghilangkan virus dan efektivitasnya makin tinggi jika digunakan cukup lama.

Di sisi lain, Environmental Protection Agency (EPA) juga menyebutkan bahwa penggunaan air purifier dengan filter HEPA memang bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama dalam membantu meredakan gejala alergi dan asma, serta berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular.

Namun, EPA juga menekankan bahwa manfaat yang dirasakan umumnya bersifat terbatas atau tidak terlalu besar. Bagaimanapun juga, perbaikan kondisi kesehatan tidak selalu semata-mata disebabkan oleh penggunaan air purifier saja.

Faktor lain seperti kebersihan rumah, ventilasi udara, serta berkurangnya paparan sumber polusi juga dapat berperan dalam memberikan dampak positif tersebut.

Amankah Menggunakan Air Purifier Dalam Waktu Lama

Ilustrasi air purifier

Ilustrasi air purifier. FOTO/iStockphoto

Secara umum, air purifier (terutama dengan filter HEPA) aman digunakan, bahkan dalam jangka panjang untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak ada alat pembersih udara yang mampu menghilangkan seluruh polutan secara sempurna.

Air purifier hanya membantu mengurangi jumlah kontaminan di udara sehingga tetap perlu didukung dengan kebiasaan menjaga kebersihan rumah dan mengontrol sumber polusi agar hasilnya lebih optimal.

Agar tetap aman dan bekerja efektif dalam jangka panjang, penggunaan air purifier perlu disertai perawatan yang tepat. Filter harus dibersihkan atau diganti secara rutin. Laman WebMD merekomendasikan pembersihkan setiap 6-12 bulan tergantung jenis dan tingkat kotorannya.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menghindari air purifier dengan teknologi tertentu seperti ionisasi karena berpotensi memengaruhi kualitas udara dalam ruangan jika digunakan terus-menerus.

Air Purifier Sebaiknya Ditaruh di Mana?

Air Purifier

Air Purifier. foto/istockphoto

Sebagai perangkat indoor, air purifier sebenarnya bisa ditempatkan di mana saja. Jika hanya memiliki satu perangkat, air purifier sebaiknya diletakkan di ruangan yang paling sering digunakan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tips penempatan air purifier di rumah:

1. Perhatikan posisi air intake

Pastikan untuk mengetahui di mana letak saluran masuk udara (air intake) pada unit. Umumnya, air purifier menarik udara dari bagian depan, jadi sebaiknya diletakkan dekat dinding atau di sudut ruangan dengan posisi intake menghadap ke area terbuka agar tidak terhalang.

2. Beri ruang di sekeliling alat

Hindari meletakkan air purifier terlalu rapat dengan dinding atau furnitur. Sisakan ruang di sekeliling alat (sekitar 1 meter) agar aliran udara tetap lancar dan tidak menghambat kinerja alat.

3. Jauhkan dari pintu dan jendela

Menempatkan air purifier terlalu dekat dengan pintu atau jendela terbuka bisa mengurangi efektivitasnya. Hal ini karena udara luar yang masuk terus-menerus dapat membawa polutan baru sehingga alat harus bekerja lebih keras.

4. Letakkan di Area Terbuka

Hindari meletakkan perangkat di sudut ruangan atau tempat yang sempit. Sebaiknya letakkan air purifier di area terbuka agar udara bersih dapat tersebar lebih merata ke seluruh ruangan.

5. Sesuaikan dengan tinggi area pernapasan

Idealnya, air purifier ditempatkan setinggi area pernapasan. Untuk ruangan dengan aktivitas berdiri, posisikan sekitar 1-1,5 meter dari lantai. Sementara untuk kamar tidur atau area duduk, ketinggian sekitar 60-90 cm dari lantai sudah cukup efektif.

Demikian informasi terkait air purifier, mulai dari cara kerja, efektivitasnya dalam membersihkan udara, hingga tips penempatan perangkatnya. Dengan memahami hal-hal tersebut, kita dapat menggunakan air purifier secara optimal untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah agar tetap bersih dan sehat.

Ingin tahu informasi menarik lain seputar peralatan elektronik? Cek selengkapnya melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Elektronik

Baca juga artikel terkait PERALATAN ELEKTRONIK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani