STOP PRESS! Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa Digelar Sore Ini

Satu Peserta Aksi Cor Kaki Penolak Pabrik Semen Meninggal

Satu Peserta Aksi Cor Kaki Penolak Pabrik Semen Meninggal
Lima petani Kendeng dari dua puluh petani Kendeng dalam aksi mengecor kaki didepan Istana Merdeka pada hari ketiga aksi, Rabu (15/3). Tirto.id/Arimacs Wilander
Reporter: Agung DH
21 Maret, 2017 dibaca normal 1 menit
Salah satu peserta aksi cor kaki penolakan pabrik semen Rembang di depan Istana Merdeka Jakarta, meninggal dunia. Sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak Istana.
tirto.id - Patmi, salah satu peserta aksi cor kaki penolakan pabrik semen Rembang di depan Istana Merdeka Jakarta, meninggal dunia diduga karena serangan jantung pada Selasa, (21/3/2017) sekitar pukul 02.55.

Menurut Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dalam siaran pers, Selasa siang, Patmi sebelumnya dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik oleh dokter. "Kurang lebih pukul 02:30 dini hari (Selasa, 21 Maret 2017) setelah mandi, bu Patmi mengeluh badannya tidak nyaman, lalu mengalami kejang-kejang dan muntah," demikian keterangan tertulis dari YLBHI.

Patmi segera dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus Salemba, namun menjelang sampai di rumah sakit dokter menyatakan Patmi meninggal mendadak dengan dugaan jantung.

Jenazah Patmi langsung dipulangkan ke desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati untuk dimakamkan di desanya pada Selasa pagi.

Berdasarkan keterangan YLBHI, seluruh peserta aksi yang memasung kaki dengan semen sejak awal didampingi dan dipantau oleh tim dokter yang siaga di YLBHI dan di lokasi aksi.

Aksi memasung kaki dengan semen sebagai bentuk protes pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng tersebut berlangsung sejak 13 Maret 2017.

Pada Senin (20/3) sore, perwakilan warga diundang Kepala Kantor Staf Presiden, Teten Masduki untuk berdialog di Kantor Staf Kepresidenan.

Perwakilan menyatakan menolak skema penyelesaian konflik yang dinilai tertutup dan samasekali tidak menyertakan warga penolak pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia dan pabrik semen lainnya di Pegunungan Kendeng.

Sebagian peserta aksi memutuskan untuk pulang ke Kendeng, namun sembilan orang lain bertahan dengan mengubah cara aksi. Patmi merupakan salah satu warga yang berniat untuk pulang, dan sudah melepaskan pemasungan semen di kakinya.

"Kami segenap warga-negara Republik Indonesia yang ikut menolak pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng berduka atas kematian bu Patmi dalam aksi protes penolakan di seberang Istana Presiden ini," demikian YLBHI.

Baca juga artikel terkait SEMEN REMBANG atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - agu/agu)

Keyword