tirto.id - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menargetkan peningkatan RSUD Tafaeri di Nias Utara rampung pada 16 Maret 2026. RS yang menjadi bagian Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto tersebut telah rampung 90 persen. Nantinya, RS ini akan dilengkapi layanan medis modern seperti penanganan kanker, stroke, hingga cuci darah bagi masyarakat di wilayah 3T.
"Tanggal 16 Maret, tapi saya mau selesai dengan bagus. Saya enggak mau selesainya dengan kualitas yang enggak bagus. Ini kan hadiah Bapak Presiden, kalau jelek nanti Bapak Presiden marah-marah sama saya. Jadi harus bagus," kata Budi dalam kunjungannya ke RSUD Tafaeri, Nias Utara, Jumat (6/3/2026).

Budi mengatakan bahwa RSUD Tafaeri merupakan bagian dari program pembangunan 66 rumah sakit kabupaten/kota yang digagas pemerintah untuk meningkatkan pemerataan layanan kesehatan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Dia menyebut rumah sakit tersebut nantinya akan dilengkapi dengan berbagai peralatan medis modern dilengkapi dengan dokter spesialis yang merupakan orang asli daerah Nias.
"Dan ini merupakan salah satu rumah sakit yang agak tertinggal, karena yang lainnya sudah jadi. Jadi khusus saya datang untuk periksa, dan saya lihat ada banyak hal juga yang memang masih perlu diperbaiki," tuturnya.
Beberapa layanan yang akan tersedia di rumah sakit tersebut antara lain penanganan stroke, penyakit jantung, layanan kanker termasuk kemoterapi, serta layanan hemodialisa atau cuci darah. Sehingga, katanya, masyarakat di Kepulauan Nias tidak perlu lagi dirujuk jauh ke Medan untuk mendapatkan layanan kesehatan tertentu.
"Sehingga rumah sakit ini lengkap. Benar-benar kalau penyakitnya yang benar-benar parah saja yang harus dibawa ke Medan," ucap Budi.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu mengapresiasi kedatangan Menkes Budi yang merupakan kunjungan ketiga kalinya ke Nias Utara. Saat ini, pihaknya telah menyekolahkan sembilan dokter untuk menjadi dokter spesialis guna mendukung operasional rumah sakit tersebut.
Dari jumlah tersebut, salah satunya sedang menjalani pendidikan spesialis jantung dan telah memasuki semester dua. Selain itu, ada satu dokter yang dijadwalkan menyelesaikan pendidikan spesialis urologi pada Juni mendatang di Universitas Indonesia.
"Dan begitu juga dukungan dari Sumatera Utara dan Kemenkes di mana hari Senin yang lalu itu kan kita sudah mulai melakukan operasi di sini di Rumah Sakit Tafaeri. Dan tentunya kita berharap terus mengalir. Ibu Bapak mohon dukungannya selalu," ujar Amizaro.
Lebih jauh, Bupati Amizaro juga menyinggung kondisi akses jalan menuju RSUD Tafaeri yang mengalami kerusakan cukup parah dan menjadi hambatan masyarakat. Dia menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi telah mulai melakukan perbaikan infrastruktur jalan.
Menurutnya, perbaikan jalan dari wilayah Gunungsitoli menuju sejumlah daerah di Nias Utara sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2025. Selain itu, pada tahun ini Nias Utara juga memperoleh anggaran lebih dari Rp44 miliar untuk memperbaiki beberapa ruas jalan strategis termasuk jalan dari Lotu menuju rumah sakit.
"Dan tahun ini juga Nias Utara mendapat anggaran 44 Miliar lebih di mana ruas dari Lotu menuju rumah sakit ini selesai. Dan dari simpang Lotu menuju Lahewa itu juga dibangun. Tetapi kita doakan, sekarang saya dengar ini sedang lagi proses tender sehingga dipastikan bulan enam sudah mulus itu. Mulus artinya sudah ditimbun lah artinya tidak seperti ini. Sehingga kalau nanti Pak Menkes ke sini pasti akan semakin mulus," jelasnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





























