Menuju konten utama

RI Berpotensi Kehilangan Rp1.300 T Gara-gara Beri Insentif Pajak

Meskipun negara kehilangan potensi penerimaan pajak,  pemberian berbagai insentif diyakini akan membawa dampak positif untuk jangka panjang.

RI Berpotensi Kehilangan Rp1.300 T Gara-gara Beri Insentif Pajak
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu di Hotel St. Regis, Jakarta, Kamis (27/2/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, mengatakan negara berpotensi kehilangan penerimaan pajak hingga Rp1.300 triliun akibat pemberian berbagai insentif pajak kepada dunia usaha, termasuk investor.

"Seharusnya negara dapat (penerimaan pajak), tapi jadi tidak dapat. Tahun 2025 berjalannya waktu sampai Q3 (kuartal III), ada konsolidasi kurang lebih fasilitas (pajak yang diberikan) itu sudah Rp1.300 triliun, " katanya dalam Forum Investasi Nasional 2025, secara daring, dikutip Jumat (14/11/2025).

Meski begitu, Todotua mengaku, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memang ditugasi Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan berbagai fasilitas, baik dari sisi kemudahan perizinan sampai insentif pajak mulai dari tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk dan pajak impor, hingga tax deduction. Dus, melalui masuknya investasi asing langsung ke dalam negeri, daya saing industri dan hilirisasi Indonesia bisa ditingkatkan di taraf global.

"Kementerian kami juga bertugas memberikan insentif agar investasi memiliki daya saing. Potensi pajak yang sebenarnya bisa diterima negara, kita tangguhkan demi mendorong investasi, " lanjutnya.

Karena itu, meskipun negara kehilangan potensi penerimaan pajak hingga ribuan triliun, pemberian berbagai insentif diyakini akan membawa dampak positif untuk jangka panjang. Dalam hal ini, investasi yang masuk ke dalam negeri diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja dan penguatan sumber daya manusia.

Sehingga, pada akhirnya seiring dengan bertambahnya investasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun bisa dikerek naik. "Semua negara melakukan hal serupa agar investasi bisa kompetitif. Potensi pajak itu tidak hilang, tapi dialihkan dalam bentuk manfaat ekonomi yang langsung dirasakan dunia usahanya," jelas Todotua.

Sementara itu, meskipun target investasi terus meningkat dari tahun ke tahun, BKPM berhasil mencapainya. Pada 2024 misalnya, saat pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp1.650 triliun, realisasi investasi tercapai senilai Rp1.700 triliun.

Pun, pada 2025, saat target ditetapkan Rp1.905 triliun, sampai kuartal III realisasi investasi yang masuk sudah mencapai Rp1.434 triliun, 75 persen dari target yang ditetapkan.

"Berdasarkan pantauan melalui dasbor OSS (Online Single Submission), pergerakan investasi menunjukkan tren positif. Keyakinan kami, target tahun ini akan tercapai," tegas Todotua.

Baca juga artikel terkait PENDAPATAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra