tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengaku belum mengetahui kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
"Belum tahu saya, belum dapat kabar soal itu," kata Yusril kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta,Jumat (13/3/2026).
Kendati demikian, Yusril menyatakan akan menindaklanjuti kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Ia akan mengoordinasikan kasus ini kepada kementerian-kementerian di bawah Kemenko Kumham Imipas.
"Ya nanti saya koordinasikan dulu ya, saya belum tahu," ujar Yusril.
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mendapat serangan berupa penyiraman cairan yang diduga air keras yang mengarah ke tubuhnya pada Kamis, 12 Maret 2026, di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas serangan penyiraman air keras terhadap Andrie. Dimas menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia.
“Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM, yang apabila merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999,” kata Dimas dalam keterangan pers yang dirilis di Jakarta, Jumat.
Dimas menjelaskan saat itu Andrie baru saja selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.
Diketahui, Andrie sempat meninggalkan kantor KontraS pada sore hari untuk menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (Celios). Setelah itu, ia menuju kantor YLBHI dan melakukan perekaman podcast hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Usai kegiatan tersebut, Andrie mengendarai sepeda motor menuju rumah kontrakannya melalui Jalan Talang. Di lokasi itulah dua orang tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan. Cairan tersebut mengenai wajah, mata, dada, serta kedua tangan Andrie. Korban langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya.
"Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” kata Dimas.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































