Menuju konten utama

Polisi Selidiki Peristiwa Penyiraman Air Keras pada Andrie Yunus

Tim penyidik dari Polres Jakarta Pusat telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk memperjelas peristiwa penyiraman kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.

Polisi Selidiki Peristiwa Penyiraman Air Keras pada Andrie Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/12/2025). ANTARA/Ilham Kausar.

tirto.id - Kepolisian tengah menyelidiki peristiwa penyiraman air keras terhadap salah satu aktivis KontraS, Andrie Yunus. Tim penyidik dari Polres Jakarta Pusat pun telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk memperjelas peristiwa tersebut.

"Saat ini sedang didalami oleh Sat Reskrim Polres Jakpus, mendalami saksi dan TKP," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi reporter Tirto, Jumat (13/3/2026).

Budi menerangkan, pihaknya mengecam kejadian tersebut. Dia memastikan bahwa kepolisian akan berupaya menangkap pelaku dengan segera.

Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, menyampaikan, proses penyelidikan akan dilakukan dengan cara scientifict investigation. Penyelidikan, kata dia, tetap dilakukan meski korban belum secara resmi melapor ke kepolisian.

"Benar ada kejadian demikian. Laporan resmi dari korban belum ada, namun kami sedang melakukan penyidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui scientific investigation," kata Roby saat dikonfirmasi reporter Tirto.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mendapat serangan berupa siraman air keras yang mengarah kepada fisiknya pada Kamis, 12 Maret 2026 di di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas serangan penyiraman air keras terhadap Andrie. Dimas menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia.

Dimas menjelaskan bahwa saat itu Andrie baru saja selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”. Diketahui, Andrie sempat meninggalkan kantor KontraS pada sore hari untuk menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (Celios).

Setelah itu, ia menuju kantor YLBHI dan melakukan perekaman podcast hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Usai kegiatan itu, Andrie mengendarai sepeda motor menuju rumah kontrakannya melalui Jalan Talang.

Di lokasi itulah, dua orang tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan. Cairan tersebut mengenai wajah, mata, dada, serta kedua tangan Andrie. Korban langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya.

Baca juga artikel terkait PENYIRAMAN AIR KERAS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher