tirto.id - Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dilarikan ke RSUD Soe, Jumat (3/10/2025) setelah diduga mengalami keracunan makanan dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, gejala yang dialami para siswa meliputi muntah-muntah hingga lemas. Kondisi itu membuat orang tua dan warga berbondong-bondong mendatangi RSUD Soe pada pukul 13.30 Wita untuk memastikan keadaan anak mereka. Para korban diketahui berasal dari SD GMIT Soe 2, SD Advent, dan SDI Oenasi, Kabupaten TTS.
"Data pastinya masih dikumpulkan, tetapi jumlahnya mencapai lebih dari 100. Polres TTS ikut membantu para korban agar mendapat penanganan medis secara baik," ujar Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, Sabtu (4/10/2025).
Hendra Dorizen mengatakan para siswa mulai mengalami gejala mual dan pusing sekitar pukul 13.30 Wita setelah mengonsumsi MBG. Sebagian korban kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, sementara beberapa lainnya sudah dipulangkan karena kondisinya membaik.
"Sebagian sudah dipulangkan oleh tim medis karena kondisinya membaik," ungkap Hendra.
Lebih lanjut, karena jumlah korban terus bertambah, Polres TTS bersama tim medis membangun tenda darurat di lapangan Puspenmas Soe untuk menampung siswa yang tak bisa ditangani di RSUD Soe.
"Hasil koordinasi dengan dokter di RSUD Soe, mereka meminta kami untuk membangun tenda darurat. Di tenda itu ada tim medis Polri yang siap menangani adik-adik itu," jelas Hendra.
Hendra menambahkan, jatah MBG di tiga SD tersebut dikelola oleh SPPG Kota Soe 1 dari Yayasan Peduli Timorana Mandiri yang berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS.
"Menu tadi siang itu sop dan soto ayam," tambah Hendra.
Dari video yang beredar, terlihat para siswa langsung mendapatkan penanganan medis, termasuk pemasangan cairan infus. Karena jumlah pasien cukup banyak, pihak rumah sakit terpaksa menambah tempat tidur portable (velbed) serta membuka beberapa titik darurat penanganan, baik di ruang IGD maupun di area luar rumah sakit, seperti teras IGD dan gazebo depan RSUD.
Direktur RSUD Soe, Erwin Leo, mengonfirmasi bahwa lonjakan pasien membuat kapasitas ruang perawatan penuh. Pihaknya akhirnya membuka posko darurat tambahan di SD II Soe.
“Saat ini RSUD sudah penuh, sehingga kami membuka posko darurat di SD II. Kami imbau masyarakat yang anaknya mengonsumsi MBG dan mengalami gejala muntah, diare, atau sesak, agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelas Leo.
Salah satu orang tua siswa, Lodia Kase, menceritakan anaknya sempat muntah-muntah sebelum dibawa ke rumah sakit.
“Beta pu anak tiba-tiba tadi video call bilang sudah muntah-muntah, jadi beta langsung lari bawa datang di sini (RSUD Soe),” ujar Leo.
Editor: Intan Umbari Prihatin
Masuk tirto.id


































