tirto.id - Perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memasuki hari ke-82 pada Rabu (20/5/2026). Washington mengklaim kemajuan diplomasi tengah terjadi, sementara Iran mengumumkan ancaman baru jika pertempuran dilanjutkan.
Seturut Al Jazeera, Wakil Presiden AS JD Vance belum lama ini menyatakan bahwa Washington dan Teheran telah membuat “banyak kemajuan” dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari itu. Namun, Vance menyebut bahwa pihaknya tetap siap untuk bertempur jika diplomasi gagal.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS akan mengakhiri perang melawan Iran “dengan sangat cepat” sembari mengulang klaim tentang Teheran yang ingin mencapai kesepakatan. Pernyataan ini dibuat Trump setelah Senat AS yang dikendalikan Partai Republik ajukan Resolusi Kekuatan Perang.
Resolusi itu memuat ketentuan bahwa aksi militer AS di Iran hanya dapat dilakukan atas persetujuan kongres. Penerapan resolusi ini tampak telah dihindari pemerintahan Trump karena dianggap membatasi kewenangan sang presiden dalam memutuskan kebijakan perang.
Akan tetapi, belum diketahui terkait cara Trump akan merealisasikan klaimnya itu. Hal ini seiring laporan bahwa Trump tampaknya makin tidak sabar dengan proses diplomasi dan sebelumnya merencanakan serangan lanjutan ke Iran.
Iran Siap Melawan Jika Diserang Kembali
Di sisi lain, militer Iran baru saja mengumumkan ancaman baru kepada AS jika pertempuran kembali dilanjutkan. Mereka menyatakan siap melawan AS dengan “membuka front baru” jika Washington pada akhirnya memilih menyerang Iran lebih lanjut.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menyebut Teheran siap merespons serangan AS dengan “peralatan baru dan metode baru”. Pernyataan Akraminia itu dikutip oleh kantor berita Iran, ISNA.
Ancaman itu dikeluarkan beriringan dengan pembebasan Shahab Dalili, seorang berkebangsaan Iran dan penduduk tetap AS, yang ditahan selama 10 tahun di Penjara Evin Teheran. Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), Dalili kini telah kembali ke AS.
Ketika masa depan Dalili telah terang benderang, hal serupa tak tampak pada investigasi dugaan kejahatan perang dalam serangan ke sekolah putri Iran pada 28 Februari. Komandan militer senior AS menolak bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 155 orang itu dan mengatakan bahwa penyelidikan yang “kompleks” masih berlangsung.
Sementara hilal perdamaian belum tampak, para menteri keuangan negara G7 dilaporkan berjanji untuk mempererat kerja sama untuk mengatasi risiko dampak ekonomi terkait perang. Komitmen ini tercapai dalam pembicaraan di Paris yang juga menyoroti ketegangan AS dengan sekutu-sekutunya.
Penanganan dampak perang juga diperkirakan bakal menjadi salah satu agenda pembicaraan dalam pertemuan antara Presiden Cina Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kedua presiden itu bertemu di Cina usai Xi Jinping menjamu Donald Trump pada pekan lalu.
Sepuluh Warga Lebanon Tewas oleh Serangan Israel
Saat perang dibicarakan di tempat yang damai macam Paris atau Beijing, orang-orang di Lebanon masih terus terbunuh oleh serangan Israel. Dalam serangan terbaru Israel di Lebanon selatan, sedikitnya 19 orang tewas terbunuh.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut 10 orang, termasuk tiga anak dan tiga perempuan, mati terbunuh di Deir Qanun al-Nahr di Distrik Tyre. Sementara itu, sembilan lainnya mati terbunuh dalam serangan terpisah di tempat lainnya.
Tak hanya merenggut nyawa manusia, serangan di Distrik Tyre juga telah merusak pusat layanan kesehatan primer di al-Maashouq. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat Israel telah menargetkan 31 fasilitas kesehatan selama konflik berlangsung.
Kelompok bersenjata yang didukung Iran, Hizbullah, juga mengintensifkan serangan ke Israel. Kelompok ini menyebut telah melakukan 26 serangan ke pasukan Israel di Lebanon selatan.
Serangan itu disebut termasuk bentrokan yang berlangsung di dekat Kota Haddatha. Rachaf juga disebut sebagai titik lokasi penargetan pasukan Israel terjadi.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































