Menuju konten utama

Quraish Shihab hingga Romo Magnis Temui Prabowo, Ada Apa?

Sejumlah pemuka agama yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Quraish Shihab hingga Romo Magnis Temui Prabowo, Ada Apa?
Sejumlah pemuka agama yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) saat hendak menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025). Tirto.id/Muhammad Naufal

tirto.id - Sejumlah pemuka agama yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025). Beberapa di antaranya, eks Menteri Agama (Menag) Quraish Shihab serta Romo Franz Magnis Suseno.

Eks Menag Lukman Hakim mengaku masih tidak mengetahui apa yang akan dibahas bersama Prabowo. Di satu sisi, ia menyatakan pembahasan bersama Prabowo terkait isu yang berkembang belakangan di Tanah Air.

Salah satunya bisa jadi terkait rentetan aksi unjuk rasa se-Indonesia mulai 25 Agustus 2025.

"Kita masih belum tahu mungkin masalah-masalah yang terakhir perkembangan terakhir," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis.

Menurut dia, setidaknya ada lebih dari lima pemuka agama bagian dari GNB yang hadir menemui Prabowo.

"Dari Gerakan Nurani Bangsa yang akan hadir adalah tentu ketuanya Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, lalu kemudian ada Pak Quraish Shihab, ada Romo Magnis Suseno, lalu ada Ibu Omi Komaria Nurcholish Madjid, ada Komaruddin Hidayat, Erry Riyana Hardjapamekas, ada beberapa tokoh yang lain, Profesor Ery Seda, ada Laode Syarif," urai Lukman.

Sementara itu, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengaku diminta mendampingi Prabowo menemui sejumlah pemuka agan tersebut.

"Tentunya kita berharap selalu terbuka ruang dialog, kita ingin mendengar dari berbagai tokoh masyarakat dan juga tentunya merepresentasikan berbagai kalangan," urai dia di Istana Negara, Kamis.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan Kementerian Dalam Negeri, aksi unjuk rasa terjadi di 107 titik yang tersebar se-Indonesia sejak 25 Agustus 2025 hingga saat ini. Kerugian imbas unjuk rasa bermacam-macam.

Imbas unjuk rasa, sebanyak 10 masyarakat meninggal dunia, versi Komnas HAM. Menurut Komnas HAM, penyebab meninggalnya sejumlah korban disebabkan kekerasan kepolisian.

Menanggapi aksi unjuk rasa itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hanya meminta pemerintah daerah tidak melakukan selebrasi berlebih.

Baca juga artikel terkait PRABOWO atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama