Indeks Misbar

Mile 22: Hadiah Buruk Mark Wahlberg-Iko Uwais untuk Ultah ke-73 RI
Talenta Iko Uwais sia-sia mengingat adegan laganya tidak dikemas sebaik The Raid. Wahlberg cuma bisa marah-marah sebagai karakter yang menyebalkan.

The Darkest Minds: Distopia yang Serba Buru-buru
Premisnya menarik. Sayang, sutradara Jennifer Yuh Nelson keteteran di teknis.

The Meg: Tak Masalah Mengingkari Sains, Asal Laris di Cina
Cina adalah pasar terbesar Hollywood. Meski The Meg cuma film kelas B, di pekan pertama penayangan untungnya 120% lebih tinggi ketimbang perkiraan analis.

Sebelum Iblis Menjemput: Kala Chelsea-Pevita Mandi Lumpur dan Darah
Kedua aktris ditantang keluar dari zona nyaman. Hasilnya, mereka tak tampil “syantik”, melainkan disiksa rangkaian teror tanpa jeda napas di sepanjang film.

Mission: Impossible - Fallout: Yang Terbaik dari 5 Film Sebelumnya
Tom Cruise melakukan adegan berbahaya terbaiknya: menerbangkan helikopter, terjun payung hingga ketinggian rendah, melompati gedung sampai kakinya patah.

22 Menit dan Kegagalan Memahami Terorisme
22 Menit menghindar dari pembicaraan seputar terorisme dan agama. Memelihara budaya penyangkalan.

Hotel Transylvania 3: Kisahnya Biasa, Lelucon Kilatnya Menghibur
Hotel Transylvania 3: A Monster Vacation menghadirkan karakter menggemaskan yang bertingkah konyol.

Skyscraper: Lagi-Lagi The Rock Sulit Mati
Lagi, Dwayne “The Rock” Johnson tampil sebagai hero yang susah semaput dalam film terbarunya. Yang beda, kali ini ia memerankan seorang penyandang disabilitas.
Bodyguard Ugal-Ugalan: Syahrini adalah Lelucon Terbesar Bangsa Ini
Syahrini adalah lelucon dalam balutan glamor. Ia sadar, serta mampu mengeksploitasinya dalam beragam bentuk—termasuk film layar lebar (yang hampir nihil mutu tentu saja).

Ant-Man and The Wasp: Bukan Tontonan yang Merugikan
Sebagai film tunggal, Ant-Man and The Wasp akan bikin kita tertawa. Sayang, sebagai sekuel MCU ia tak kuat dan wajib ditonton.

Kulari ke Pantai: Film Anak Generasi Alfa Kelas Berada
Lagi, duet Riri Riza dan Mira Lesmana menghadirkan film anak yang segar. Dibalut genre road movie, “Kulari ke Pantai” hadir menceritakan anak-anak Generasi Alfa.

Sicario: Day of the Soldado: Tidak Seistimewa Pendahulunya
Tiga sosok yang bikin Sicario dilirik Oscar: sutradara brilian Denis Villeneuve, sinematografer andal Roger Deakins, dan aktris berbakat Emily Blunt, absen di Soldado.

Jailangkung 2: Insidious dengan Mistik Jawa, Nihil Narasi Matang
Sekuel Jailangkung (2017) dengan scoring berlebihan, menjaja jumpscare, mistisisme Jawa, dan wajah rupawan dengan kualitas akting sekelas sinetron.

Jurassic World: Fallen Kingdom: 100% Aksi, 0% Alur Menggigit
Cukup menghibur untuk anak-anak, tapi membosankan bagi penonton dewasa sebab ketiadaan alur cerita yang menggigit.

The Gift: Kisah Daddy Issue yang Diadaptasi dari 1001 FTV
Romantisme perempuan ibukota dengan pemuda kampung Jawa, diganggu oleh orang ketiga. FTV dengan sisipan kisah gelap dan akhiran yang masih mudah ditebak.

5PM (Lima Penjuru Masjid) Butuh Remake, Bukan Sekuel
Film ini macam seorang ekstrovert yang hobi bacot dan mengatur hidup orang lain: menjemukan, dan patut ditinggalkan.

Deadpool 2: Anti-Hero yang Jadi Pahlawan karena Motif Sentimental
Wade Wilson masih jadi anti-hero yang sebenarnya cuma bertindak atas nama cinta pada kekasih, tapi secara tak langsung juga jadi pahlawan bagi mutan lain.

Assalamualaikum Calon Imam: Sinetron Penjaja Virus Baper Nikah
Kualitas film secara keseluruhan masih di level sinetron. Lebih tepatnya yang Islami dan tayang untuk meramaikan bulan Ramadan.
Masuk tirto.id








