Indeks Misbar

Kerja-Kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya
Abadi Nan Jaya mengemas satir politik dinasti dalam wabah zombie. Kritik ini mendedah bagaimana kamera hingga scoring membuatnya jadi satir yang tanggung.

Membaca Film The Elixir dan Pergeseran Bahasa Sinema di Era OTT
Film original Netflix The Elixir memperlihatkan bagaimana logika OTT menekan dan membentuk bahasa sinema, dari ritme cerita hingga cara zombie dikonstruksi.

We Are All Trying Here: Aku Pecundang, (tapi) Aku Berusaha
Konflik di kisah ini bukan soal si jahat dan si baik hati, melainkan letupan kerentanan yang bisa dipahami, didamaikan, bahkan dirayakan.

Rangga & Cinta: Memoles yang Manis, Mengaburkan Latar Krisis
Tanpa dipadu dengan keberanian untuk menerjemahkan masa sebagai sejarah yang pantas dibaca, Rangga & Cinta sebagai daur ulang AADC hanyalah deret angka.

Film Sore: Istri dari Masa Depan di antara Fantasi Kabur-kaburan
Di antara aurora, Kroasia, dan kedukaan, film Sore: Istri dari Masa Depan menjadikan Waktu sebagai karakter utama. Ia menjebak, memeluk, bahkan memprovokasi

Potret Muslim Urban dalam Film Assalamualaikum Baitullah
Film Assalamualaikum Baitullah membuktikan bahwa spiritualitas, cinta, & modernitas, bisa berjalan berdampingan tanpa kehilangan kedalaman maupun relevansi.

Beban Moral Pembuat Film Komedi dalam GJLS: Ibuku Ibu-Ibu
Beberapa punchline dalam film ini cukup berisiko. Candaan tanpa konteks yang cocok di podcast belum tentu efektif atau pantas saat diadaptasi dalam film.

Perempuan dalam Bingkai Laki-laki di Film Gowok: Kamasutra Jawa
Sebagai film sejarah fiksi, Gowok: Kamasutra Jawa cukup berhasil menghadirkan konteks sejarah. Namun gagal menggali kedalaman profesi gowok.

Seni Menertawakan Feodalisme Ala We're Broke, My Lord
We’re Broke, My Lord" (2023) menceritakan perjuangan pemuda desa yang mendadak menjadi pewaris kekuasaan di tengah kritik terhadap feodalisme.

Pesona Semesta Rekaan Poe dalam The Fall of the House of Usher
Serial yang mengeksplorasi tingkah polah kaum elite. The Fall of the House of Usher hadir dengan memvisualisasikan semesta rekaan Edgar Allan Poe.

Blue Eye Samurai: Jatuh-Bangun Pendekar Perempuan di Zaman Edo
Kisah tentang petualangan pendekar pedang perempuan di era Edo yang tertutup dan patriarkis. Salah satu tontonan terbaik tahun ini.

Thanksgiving: Film Slasher Solid yang Dibumbui Komedi
Thanksgiving bermula dari trailer parodi yang kemudian diangkat jadi film penuh. Cukup solid dengan plot sederhana.

Malam Para Jahanam: Sebuah Upaya Mencegah Tuna Sejarah
Malam Para Jahanam hadir meramaikan rilisan horor di pengujung tahun ini. Membawa latar dan isu penting bagi generasi baru secara implisit.

Merajut Dendam dan Perempuan yang Melawan Kontrol Patriarki
Merajut Dendam menjadi wadah kesekian bagi Laura Basuki menunjukkan kualitasnya. Sayang, naratifnya masih terjebak dalam problem klasik.

Napoleon: Kaisar Kesepian & 3 Perang yang Gagal Dimenangkannya
Ridley Scott menyiangi mitos sejarah dan menampilkan Napoleon sebagai manusia seutuhnya. Sayang, penutupnya tak maksimal.

Immersion: Premis Menarik, tapi Terjebak Formula Horor Biasa
Immersion menjanjikan ketegangan dengan cara mencampurkan kisah hantu klasik dengan teknologi virtual.

Bisakah Mengejar Cinta yang Paripurna, seperti di Film-Film?
Cukup aman untuk menobatkan Jatuh Cinta Seperti di Film-Film sebagai salah satu film terbaik tahun ini. Mengusung teknik dan estetika yang bernas.

12 Monkeys: Sci-fi Klasik tentang Paradoks Predestinasi
Hampir tiga dekade berlalu, 12 Monkeys tetap menjadi film sci-fi terbaik tentang perjalanan waktu.

Pernikahan Dini yang Amat Berjarak dari Realitas
Serial web Pernikahan Dini merupakan remake dari film yang rilis pertama kali pada 1987. Gagal mengungkap masalah dan berjarak dari realitas.

The Killer: Film One-Man Show Lazimnya, tapi oleh David Fincher
The Killer menampilkan unsur-unsur yang biasa ada dalam film one-man show. Yang membuatnya beda adalah arahan David Fincher.
Masuk tirto.id








