Indeks Filipina

Hukum
Selasa, 19 Apr 2016

Kondisi WNI Korban Tembak Ekstremis Filipina Belum Stabil

Seorang WNI tertembak di bagian ketiak kiri saat berusaha diselamatkan oleh polisi Malaysia dari upaya penculikan kelompok Abu Sayyaf. Korban saat ini tengah dirawat di kota Tawau, Sabah.
Hukum
Senin, 18 Apr 2016

Fadli Zon: Travel Warning Untuk Lindungi WNI dari Sandera

Fadli Zon meminta pemerintah menerbitkan "travel warning" pada daerah-daerah tertentu yang rawan penyanderaan dan tindak terorisme. Langkah ini diambil untuk menghindari berulangnya kasus penyanderaan WNI.
Politik
Minggu, 17 Apr 2016

Presiden Minta Jajaki Patroli Bersama Malaysia-Filipina

Presiden Joko Widodo meminta menjajaki kerja sama patroli bersama antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina di daerah rute perdagangan ketiga negara. Penjajakan kerja sama ini merupakan bentuk upaya pembebasan terhadap empat warga Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
Politik
Kamis, 14 Apr 2016

Catatan Kekalahan Militer Filipina Melawan Separatis

Belasan tentara Filipina kembali tewas karena serangan kelompok separatis Abu Sayyaf. Catatan buruk kekalahan militer Filipina pun semakin panjang.
Selasa, 12 Apr 2016

Alibaba Akuisisi Platform e-Commerce Lazada

Alibaba Group Holding Limited dan Lazada Grup S.A. hari ini mengumumkan bahwa mereka menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi saham pengendali di Lazada, sebuah platform e-Commerce terkemuka di Asia Tenggara, dengan total investasi oleh Alibaba sekitar $1 miliar.
Senin, 11 Apr 2016

Kontak Senjata Filipina & Abu Sayyaf Tidak Terkait Sandera

Pemerintah Indonesia menyatakan kontak senjata antara pasukan militer Filipina dengan kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina, tidak terkait dengan upaya pembebasan 10 warga negara Indonesia.
Senin, 11 Apr 2016

G7 Menentang Tindakan Provokasi di Laut Cina Selatan

Para Menteri Luar Negeri tujuh negara industri (G7) menentang keras adanya tindakan provokasi di kawasan Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan, di mana Cina terlibat sengketa teritorial dengan negara-negara seperti Filipina, Vietnam dan Jepang.
Kamis, 7 Apr 2016

Pemerintah Terus Upayakan Pembebasan WNI

Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Maria Lumen Isletta mengatakan bahwa usaha pembebasan sepuluh WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf masih berlangsung.
Senin, 4 Apr 2016

Menlu Retno Sampaikan Upaya Pembebasan WNI di Filipina

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyampaikan proses upaya pembebasan warga negara Indonesia yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina.
Jumat, 1 Apr 2016

Hasyim Muzadi Minta Nur Misuari Bantu Bebaskan WNI

Lembaga International Conference of Islamic Scholar meminta pemimpin Moro National Liberation Front Nur Misuari agar membantu membebaskan Warga Negara Indonesia yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.
Jumat, 1 Apr 2016

Malaysia Pertanyakan Pelanggaran Kapal Ikan Cina

Sengketa di Laut Cina Selatan tampaknya belum akan mereda, setelah Malaysia mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil Duta Besar Cina untuk menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh kapal-kapal berbendera Cina di area yang disengketakan tersebut.
Kamis, 31 Mar 2016

Umar Patek Paham Karakter Abu Sayyaf, Analis: Libatkan Saja

Analis intelijen dan terorisme dari Indonesia Intelligence Institute Universitas Indonesia, Ridlwan Habib, menilai orang-orang seperti Umar Patek dan Nasir Abbas merupakan militan asal Indonesia yang dulu pernah berlatih militer di Filipina Selatan, sehingga mereka bisa dilibatkan sebagai negosiator dalam upaya pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
Rabu, 30 Mar 2016

Mahfud MD: Tak Ada Kompromi untuk Abu Sayyaf

Ketua Dewan Pertimbangan MMD Initiative Mahfud MD menilai langkah pemerintah Indonesia yang akan membebaskan 10 warga negara Indonesia yang tersandera dan diperkirakan berada di Filipina sudah tepat, asalkan tidak memberikan tuntutan tembusan.
Selasa, 29 Mar 2016

Kemlu: Keselamatan Sandera Nomor Satu!

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa Pemerintah RI memprioritaskan keselamatan sepuluh anak buah kapal WNI yang tengah disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.